NarayaPost – Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) senilai Rp300.000 per bulan akan mulai dicairkan bulan ini sebagai bagian dari stimulus ekonomi kuartal IV yang dijalankan dari Oktober hingga Desember 2024. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa BLT tersebut akan diterima oleh 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dengan rata-rata empat anggota per keluarga, bantuan ini diperkirakan menjangkau sekitar 140 juta jiwa.
“Proses penyaluran triwulan IV Bansos Reguler dan Perluasan sudah dimulai sejak hari ini hingga dua pekan ke depan,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis.
Ia menjelaskan bahwa penerima BLTS berasal dari keluarga miskin yang tercatat pada desil 1 hingga 4 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Dari total penerima, 20,88 juta KPM merupakan penerima bantuan penebalan, sedangkan 14,15 juta sisanya merupakan penerima baru.
BACA JUGA: Presiden Singgung Pihak yang Besarkan MBG-Minta Setop
“Data penerima mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) di triwulan pertama, dan DTSEN pada triwulan selanjutnya (triwulan II–IV) yang dilakukan pemutakhiran setiap tiga bulan sekali agar bantuan sosial (bansos) tepat sasaran,” jelas Gus Ipul.
Untuk kuartal IV, pemerintah menambah jumlah penerima bansos bagi KPM baru di desil 1–4 DTSEN di luar penerima reguler. Data penerima tambahan ini dihasilkan dari pemadanan antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Sosial, BPS, dan Kementerian Keuangan.
Total nilai tambahan BLTS yang akan disalurkan mencapai Rp31,54 triliun. Dengan tambahan ini, total anggaran perlindungan sosial yang disalurkan Kemensos pada 2025 mencapai Rp110,718 triliun. “Tambahan BLTS ini di luar BLT reguler yang sudah diberikan melalui Kemensos setiap bulan kepada 20,88 juta KPM melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan Sembako,” tambahnya.
BACA JUGA: Wisata Malam Ragunan Bisa Jadi Agenda Rutin Tiap Akhir Pekan Jika Peminatnya Tinggi
Peluncuran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) ini menandai komitmen pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global dan domestik. Program ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga instrumen penting dalam memperkuat perlindungan sosial yang lebih inklusif. Dengan total anggaran mencapai Rp110,718 triliun, pemerintah berupaya memastikan bantuan menjangkau kelompok paling rentan secara tepat sasaran melalui pemutakhiran data yang berkelanjutan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa BLTS diberikan kepada keluarga miskin di desil 1–4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga penyalurannya bisa lebih akurat dan transparan. Selain itu, koordinasi lintas kementerian menunjukkan sinergi kuat antara Kementerian Sosial, BPS, Kemenko Perekonomian, dan Kementerian Keuangan dalam memperkuat efektivitas kebijakan.
Dengan bantuan yang disalurkan selama kuartal IV tahun ini, diharapkan masyarakat penerima dapat terbantu memenuhi kebutuhan dasar sekaligus mendukung perputaran ekonomi di tingkat lokal. Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap keseriusan pemerintah dalam menekan kesenjangan sosial dan mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi.