“Terkait dengan MBG, kemarin kami sudah rapat juga dengan MBG atau Badan Gizi Nasional. Jadi beras Bulog, beras premium Bulog nanti juga akan digunakan sebagai beras MBG untuk masing-masing dapur-dapur MBG di setiap daerah,” kata Rizal dalam konferensi pers di Bulog Business District, Jakarta Selatan, Jumat (23/1).
BACA JUGA: Menlu Sugiono Respon Isu Greenland, Serukan Perdamaian!
Menurut Rizal, penggunaan beras premium dalam program MBG merupakan langkah strategis untuk memastikan mutu pangan tetap terjaga, mengingat program tersebut menyasar kelompok rentan seperti anak-anak sekolah dan masyarakat yang membutuhkan pemenuhan gizi seimbang. Kualitas beras dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga nilai gizi, keamanan pangan, serta kepercayaan publik terhadap program MBG yang digulirkan pemerintah.
Selain aspek kualitas, kebijakan ini juga dinilai berdampak positif terhadap manajemen stok Bulog. Dengan melibatkan beras premium dalam program MBG, Bulog dapat memperluas penyerapan cadangan beras pemerintah secara lebih merata. Hal ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan sekaligus mencegah penumpukan stok di gudang, terutama di tengah dinamika produksi dan distribusi pangan nasional.
Bulog Dapat Tambahan Mandat Topang Kebutuhan Logistik
Di luar penugasan untuk mendukung program MBG, Bulog juga mendapat mandat tambahan untuk menopang kebutuhan logistik sektor pertahanan. Rizal mengungkapkan bahwa Bulog diminta menyediakan beras bagi satuan teritorial pembangunan (TP) yang dibentuk oleh Kementerian Pertahanan. Penugasan tersebut merupakan bagian dari dukungan logistik pangan bagi aparat pertahanan yang menjalankan tugas di berbagai wilayah.
“Tadi barusan pagi kami dapat telepon dari Bapak Menteri Pertahanan lalu Bapak Wakil Kepala Staf Angkatan Darat. Perintahnya Bulog untuk mendukung beras-beras batalion TP, batalion teritorial pembangunan,” ujar Rizal. Ia menjelaskan bahwa dukungan tersebut akan disesuaikan dengan jumlah dan sebaran satuan TP yang dibentuk pemerintah.
Rizal menuturkan, apabila terdapat 100 batalion TP yang beroperasi di berbagai daerah, maka Bulog akan memastikan ketersediaan beras untuk mendukung kebutuhan logistik pangan seluruh batalion tersebut.
Penyesuaian distribusi akan dilakukan dengan mempertimbangkan lokasi, jumlah personel, serta kebutuhan konsumsi masing-masing satuan. Langkah ini dinilai sejalan dengan peran Bulog sebagai institusi strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional, termasuk untuk kepentingan pertahanan negara.
BACA JUGA: Iran Ungkap 10 Badan Intelijen Asing di Balik Kerusuhan Maut
Bos Bulog Siapkan Opsi Kualitas Beras
Sebelumnya, Rizal juga menyampaikan bahwa Bulog telah menyiapkan dua opsi kualitas beras untuk mendukung program MBG, yakni beras premium dan beras medium. Penggunaan jenis beras tersebut sepenuhnya akan mengikuti keputusan Badan Gizi Nasional sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas perumusan standar dan pelaksanaan program MBG. Meski terdapat perbedaan kualitas, Rizal menegaskan bahwa seluruh beras yang disalurkan Bulog telah memenuhi standar kesehatan dan dinyatakan layak konsumsi.
Ia menambahkan, apabila Badan Gizi Nasional memutuskan untuk menggunakan beras Bulog secara penuh dalam program MBG, maka Bulog siap menjamin ketersediaan pasokan di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Distribusi akan disesuaikan dengan kapasitas dan kebutuhan masing-masing dapur SPPG, sehingga pelaksanaan program dapat berjalan secara merata dan berkelanjutan.
Dengan keterlibatan Bulog dalam program MBG serta dukungan logistik sektor pertahanan, pemerintah berharap sinergi antar-lembaga dapat memperkuat ketahanan pangan nasional. Di saat yang sama, pemanfaatan beras premium dan medium Bulog diharapkan mampu menjaga kualitas konsumsi masyarakat sekaligus memastikan efektivitas pengelolaan cadangan pangan pemerintah dalam jangka panjang.








