Cak Imin Sebut SMK Harus Dibangun Melalui Ekosistem Global

Menko PMK, Abdul Muhaimin Iskandar.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menilai siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) perlu dipersiapkan sejak dini untuk memasuki pasar kerja luar negeri. Ia menyoroti masih banyak SMK di Indonesia yang belum mengarahkan proses pembelajarannya ke kebutuhan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Muhaimin saat menghadiri kegiatan Revitalisasi SMK Menuju SMK Go Global di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (19/12/2025).

“Sejak semester pertama, hendaknya kelas-kelas yang memang diadaptasi dan disiapkan untuk bekerja di luar negeri, benar-benar menyesuaikan dengan kurikulum yang menjadi kebutuhan pasar di tingkat global,” kata Cak Imin.

BACA JUGA: Sekitar 29 Juta Warga RI Masih Belum Punya Rumah

Pemerintah Siapkan Ekosistem SMK Go-Global 

Ia menjelaskan, pemerintah saat ini tengah menyiapkan ekosistem SMK Go Global agar proses pendidikan, pelatihan, pembiayaan, hingga penempatan kerja dapat terintegrasi secara menyeluruh. Menurutnya, keterhubungan antar unsur tersebut menjadi kunci agar lulusan SMK memiliki kesiapan kerja di tingkat internasional.

Selain itu, Cak Imin menyebut pemerintah juga mendorong agar pendidikan vokasi dapat masuk ke dalam skema pembiayaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Selama ini, dukungan LPDP terhadap sektor vokasi dinilai masih relatif terbatas. Rencana perubahan tersebut, lanjutnya, telah mendapat persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto sehingga pembiayaan vokasi nasional diharapkan memperoleh dukungan yang lebih kuat.

Cak Imin Sebut Program Go Global Tak Bisa Berjalan Sendiri

Cak Imin menegaskan, pembentukan sistem SMK Go Global tidak dapat berjalan sendiri dan memerlukan kerja sama berbagai pihak. Kolaborasi dibutuhkan mulai dari tingkat sekolah hingga keterlibatan dunia industri dan dunia usaha.

“Mari berkolaborasi di samping menata hulu sistem pendidikan, melanjutkan hilir dari proses pemberangkatannya. Dengan semangat kolaborasi dan membangun ekosistem inilah saya dan kita semua yakin 2026 ini prestasi anak-anak kita yang sudah kita bisa berangkatkan dengan standarisasi internasional yang memadai,” ujar Cak Imin.

Menurutnya, penerapan standar internasional bukan sekadar kesepakatan administratif, melainkan menjadi faktor penting agar Indonesia mampu beradaptasi dengan persaingan global yang terus berkembang. Melalui program SMK Go Global, pemerintah berharap dapat mencetak lulusan vokasi yang kompeten sekaligus berkontribusi pada penguatan ekonomi nasional.

Arah Kebijakan Pendidikan Lebih Adaptif

Program Revitalisasi SMK menuju SMK Go Global menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat pendidikan vokasi agar lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja internasional. Penekanan pada penyesuaian kurikulum sejak awal masa pendidikan menunjukkan upaya sistematis untuk mempersiapkan lulusan SMK agar memiliki kompetensi yang relevan dengan standar global, sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

BACA JUGA: Perawatan Rambut Rontok di Korsel Akan Masuk Asuransi Kesehatan

Penyusunan ekosistem SMK Go Global yang menghubungkan pendidikan, pelatihan, pembiayaan, hingga penempatan kerja menjadi langkah untuk memastikan proses tersebut berjalan berkesinambungan. Upaya memasukkan pendidikan vokasi ke dalam skema pembiayaan LPDP, yang telah mendapat persetujuan Presiden Prabowo Subianto, menandai penguatan dukungan negara terhadap pengembangan sumber daya manusia berbasis keahlian. Dukungan pembiayaan ini diharapkan dapat memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan vokasi secara nasional.

Selain kebijakan di tingkat pusat, kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi elemen penting dalam pelaksanaan program tersebut. Keterlibatan sekolah, dunia industri, dan dunia usaha diposisikan sebagai bagian dari satu rangkaian yang saling terhubung, mulai dari pembentukan kompetensi hingga penempatan kerja.

Dengan penekanan pada standar internasional, program SMK Go Global diarahkan tidak hanya untuk mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga untuk menyesuaikan sistem pendidikan vokasi dengan dinamika persaingan global. Langkah ini menempatkan pendidikan vokasi sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi, sekaligus sebagai upaya meningkatkan mobilitas dan peluang kerja lulusan SMK di tingkat internasional.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like