Dokter Berikan Cara Menjaga Jantung Meski Punya Riwayat dari Keluarga

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Riwayat penyakit jantung dalam keluarga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami kondisi serupa. Namun, ada berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung tetap prima. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Mayapada Hospital Bandung, dr. Novita Setiawan Liem, MHKes, MM, Sp. JP(K), FIHA, AIFO-K, memberikan beberapa saran pencegahan.

Novita menjelaskan, pasien harus bisa mengenali riwayat jantung yang mengidap keluarga. Ia menyebut, bila anggota keluarga seperti orang tua, kakek-nenek atau saudara kandung, maka potensi diri untuk terkena penyakit akan lebih tinggi. Untuk itu, Novita mengimbau untuk rutin melakukan pemeriksaan.

“Pertama, kenali riwayat penyakit jantung dalam keluarga. Jika anggota keluarga seperti orang tua, kakek-nenek, atau saudara kandung pernah mengalami penyakit tersebut, risiko Anda menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter dan melakukan pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, serta gula darah secara rutin,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (20/9/2025).

BACA JUGA: Prabowo Tetapkan 1.700-4.100 ASN Pindah ke IKN Mulai 2028

Selanjutnya, ubah pola makan dengan menghindari makanan tinggi lemak jenuh, garam berlebih, dan gula tambahan. Sebagai gantinya, konsumsi buah dan sayur, gandum utuh (whole grains), ikan berlemak sehat seperti salmon atau tuna, kacang-kacangan dan biji-bijian, serta minyak sehat seperti minyak zaitun.

Dokter Ungkap Tubuh Harus Aktif-Rutin Olahraga

“Ketiga, pastikan tubuh tetap aktif dengan rutin berolahraga. Aktivitas fisik dapat memperkuat otot jantung, mengontrol berat badan, dan menurunkan tekanan darah. Tidak perlu berolahraga di gym setiap hari; cukup lakukan jalan cepat selama 30 menit, lima kali seminggu. Pilihlah olahraga yang disukai agar lebih mudah konsisten,” tambah dr. Novita.

Selain berolahraga, penting juga untuk mengatur asupan kalori dan menjaga berat badan, karena kelebihan berat dapat meningkatkan risiko hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi yang berpotensi memicu penyakit jantung.

“Hentikan kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol karena kebiasaan tersebut mempercepat kerusakan pembuluh darah dan jantung. Meski dalam jumlah kecil, hal ini dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan gagal jantung,” tegas dr. Novita.

Pentingnya Kelola Stres

Pengelolaan stres juga sangat penting untuk menghindari detak jantung dan tekanan darah yang meningkat. Stres dapat dikurangi dengan meditasi, yoga, menekuni hobi, berdiskusi dengan orang terdekat, melakukan hangout keluar rumah serta menjaga kualitas tidur.

Dokter mengimbau pasien untuk rutin melakukan deteksi masalah sejak dini. Sebab, riwayat yang turun temurun dari keluarga bisa dikonsultasikan kepada dokter. Pasien juga bisa melakukan tes secara lengkap untuk melakukan pencegahan sejak dini.

“Terakhir, lakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi masalah sejak dini. Apabila terdapat riwayat keluarga, konsultasikan kepada dokter untuk melakukan tes lengkap,” ujar dr. Novita.

BACA JUGA: Pemerintah Tetapkan 17 Hari Libur Nasional & 8 Cuti Bersama 2026

Pencegahan Dini dari Dokter untuk Pengidap Penyakit Jantung

Penyakit jantung sangat rawan bila menyerang manusia. Terlebih, jika salah satu anggota keluarga atau kerabat pernah mengidap penyakit tersebut. Maka harus berhati-hati agar tidak terkena resiko serupa. Untuk mencegahnya, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Mayapada Hospital Bandung, dr. Novita Setiawan Liem, MHKes, MM, Sp. JP(K), FIHA, AIFO-K menyarankan agar rutin melakukan pemeriksaan.

Tidak hanya itu, dokter Novita juga mengimbau untuk menjaga pola makan, yakni menghindari makanan yang tinggi gula, lemak jenuh hingga garam berlebih. Lalu, ia menyarankan pula untuk aktif berolahraga setiap harinya. Meski begitu, Novita tidak menuntut untuk olahraga keras atau di gym, cukup berjalan kaki atau melakukan workout ringan.

Tentu, pencegahan dari saran dokter membuat hati bisa sedikit lega. Meski penyakit jantung turun temurun berpotensi menyerang, manusia tetap bisa melakukan pencegahan pribadi untuk perlahan menghilangkan riwayat tersebut. Pun, menjaga pola makan hingga mengurangi minuman manis maupun rokok dapat menambah kemungkinan untuk tidak terkena penyakit jantung

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like