Donald Trump: Pemimpin Ukraina dan Rusia Ingin Perang Berakhir

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menilai kesepakatan untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina lebih dekat dari sebelumnya. Foto: https: mariettatimes.com
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menilai kesepakatan untuk mengakhiri perang Rusia dan Ukraina lebih dekat dari sebelumnya.

Namun, Trump mengakui masa depan wilayah Donbas timur belum terselesaikan.

Trump mengatakan, draf perjanjian untuk mengakhiri perang hampir 95 persen selesai.

“Saya benar-benar berpikir kita lebih dekat dari sebelumnya dengan kedua belah pihak,” kata Presiden ke-45 dan 47 AS itu, setelah berbincang dua jam dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Florida, Minggu (28/12/2025).

Presiden Rusia Vladimir Putin, kata Trump, juga ingin melihat perang berakhir.

Trump mengakui ada satu atau dua isu sulit yang belum terselesaikan, mengenai wilayah dan bagaimana perang mungkin berakhir, dan menyatakan simpati kepada Rusia yang tidak menginginkan gencatan senjata.

“Anda harus memahami pihak lain,” ujarnya.

Dia juga menawarkan diri berpidato di Parlemen Ukraina, menjelang kemungkinan pemungutan suara tentang rencana perdamaian.

“Anda selalu diterima,” sela Zelenskyy, dikutip The Guardian, Senin (29/12/2025).

Zelenskyy berulang kali berterima kasih kepada Trump dan memberikan penghormatan kepada tim AS-nya, termasuk utusan presiden Steve Witkoff dan menantunya; Jared Kushner.

Terlepas dari citra positif tersebut, hanya ada sedikit tanda kesepakatan yang tulus akan segera tercapai.

Ketika ditanya tentang status Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia yang dikuasai Rusia sejak awal invasi skala penuh pada 2022, Trump mengatakan Putin tidak lagi mengebomnya.

BACA JUGA: Trump Bilang Perang Rusia-Ukraina Takkan Berakhir Tanpa Izinnya

Pertemuan itu berlangsung hanya beberapa jam setelah Trump melakukan panggilan telepon panjang dengan Putin.

“Kedua pemimpin ingin ini berakhir.”

“Saya pikir kita bisa bergerak cukup cepat. Jika tidak, ini akan berlangsung sangat lama,” tuturnya.

Trump juga memuji Zelenskyy, dengan mengatakan “Pria ini telah bekerja sangat keras, dan sangat berani, dan rakyatnya juga sangat berani.”

“Saya pikir kita memiliki potensi untuk mencapai kesepakatan.”

“Kita memiliki dua negara yang bersedia.”

“Kita berada di tahap akhir pembicaraan,” imbuhnya.

Berdiri di samping Trump, Zelenskyy mengatakan para negosiator AS dan Ukraina telah mencapai kemajuan yang baik dalam beberapa pekan terakhir dengan 90 persen dari draf tersebut telah disepakati.

Menulis di Truth Social sebelum pertemuan, Trump menggambarkan percakapan teleponnya selama satu jam 15 menit dengan Putin sebagai baik dan sangat produktif.

Ketika ditanya apakah Putin serius tentang perdamaian, Trump menjawab “Saya pikir dia serius.”

Namun, tidak ada tanda-tanda Rusia bersedia menurunkan tuntutan maksimalisnya.

Menurut penasihat Kremlin Yuri Ushakov, Trump mendengarkan dengan saksama tentang penilaian Rusia terhadap konflik tersebut.

“Kedua belah pihak sepakat gencatan senjata yang diusulkan oleh Ukraina dan Eropa hanya akan memperpanjang pertempuran dan penuh dengan permusuhan yang diperbarui,” cetus Ushakov.

Rusia Ogah Gencatan Senjata

Belum ada komitmen terkait dukungan logistik atau penempatan pasukan AS di Ukraina.

Zelenskyy menambahkan, tim AS dan Ukraina akan kembali bertemu pekan depan untuk melanjutkan pembahasan perdamaian.

Saat ini Rusia sudah menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina sejak dimulainya perang pada Februari 2022.

Usulan untuk menjadikan wilayah Donbas di Ukraina Timur yang mayoritas dikendalikan Rusia sebagai zona demiliterisasi, belum disepakati.

Rusia ingin Ukraina menarik mundur dari sebagian kecil wilayah yang masih dikuasainya di Donbas.

Sebaliknya, Kyiv bersikeras wilayah itu menjadi zone ekonomi bebas yang diawasi Ukraina.

BACA JUGA: Ryabkov: Sangat Keliru Berharap NATO Bisa Kalahkan Rusia

Sedangkan Trump tampak gamang dan bingung menghadapi isu wilayah tersebut.

“Ini masalah yang sangat sulit, tetapi pada akhirnya dapat diselesaikan,” ucapnya.

Trump juga membuka peluang digelarnya perundingan trilateral antara AS, Rusia, dan Ukraina pada waktu yang dianggap tepat.

Meski ingin mengakhiri konflik, dia memperingatkan perundingan yang gagal dapat membuat perang terus berlanjut.

Moskow tidak tertarik pada gencatan senjata tertentu.

Rusia menilai gencatan senjata sementara justru akan memperpanjang konflik.

Sementara, para pemimpin Eropa menyambut baik kemajuan perundingan di Florida.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menekankan perlunya jaminan keamanan yang kuat bagi Ukraina sejak awal.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan, sekutu Kyiv akan bertemu di Paris bulan depan untuk membahas jaminan keamanan lebih lanjut. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like