Donald Trump: Saya Pembawa Perdamaian

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku ingin dikenang sebagai pembawa perdamaian hebat.

Ia mengeklaim telah menghentikan delapan perang, termasuk perang antara India dan Pakistan tahun lalu.

Berbicara di KTT Prioritas Inisiatif Investasi Masa Depan (FII) yang didukung Arab Saudi di Miami, Trump juga mengatakan pembukaan kembali Selat Hormuz adalah syarat untuk setiap kesepakatan dengan Iran.

Ia menekankan, akses maritim untuk pengiriman minyak harus dipulihkan.

“Kami sedang bernegosiasi sekarang, dan akan sangat bagus jika kami dapat melakukan sesuatu, tetapi mereka harus membukanya,” katanya.

Trump lantas mengulangi klaim dirinya membantu menghentikan delapan perang, termasuk perang antara Armenia dan Azerbaijan; Republik Demokratik Kongo dan Rwanda; Kamboja dan Thailand; Mesir dan Ethiopia; Serbia dan Kosovo; hingga Israel dan Hamas.

BACA JUGA: Iran Bikin Amerika Rugi Rp49 Triliun dan Krisis Rudal

“Saya ingin warisan saya dikenang sebagai pembawa perdamaian hebat, karena saya benar-benar percaya saya adalah pembawa perdamaian.”

“Saat ini mungkin tidak terlihat seperti itu, tetapi saya pikir saya adalah pembawa perdamaian.”

“Saya bahkan menghentikan India dan Pakistan, dan mereka saling bertikai selama seminggu, sembilan pesawat sudah ditembak jatuh.”

“Mereka sedang berperang. Saya menghentikan mereka.”

“Bagaimana saya menghentikan mereka? Saya berkata, jika kalian terus bertikai, saya akan mengenakan tarif 250 persen pada masing-masing pesawat.”

“Tidak, tidak, tidak, kalian tidak bisa melakukan itu. Saya berkata, saya akan melakukannya.”

“Baiklah, kita tidak akan bertikai lagi. Begitulah cara saya menghentikan mereka,” tutur Trump, yang pernyataannya dipublikasikan akun X@POTUS, Sabtu (28/3/2026).

Pakai Istilah Operasi Militer Alih-alih Perang

Donald  Trump menggambarkan Iran sebagai kekuatan yang telah lama membentuk ketidakstabilan di Timur Tengah, tetapi kini posisinya telah melemah di bawah operasi militer AS bertajuk Epic Fury.

“Selama 47 tahun, Iran dikenal sebagai pengganggu di Timur Tengah, tetapi mereka bukan lagi pengganggu.”

“Mereka sedang dalam pelarian,” imbuhnya.

Trump mengeklaim, kepemimpinan Iran, angkatan bersenjata, dan program nuklirnya telah mengalami kerusakan selama operasi tersebut.

Trump menolak menyebut serangan terhadap Iran sebagai perang, dan memilih menyebutnya sebagai operasi militer.

Trump menegaskan, jika AS tidak menghancurkan Iran, negara itu akan memiliki senjata nuklir dalam dua hingga empat minggu, meskipun dia bersikeras pengeboman situs nuklir Iran tahun lalu telah menghambat program-programnya selama bertahun-tahun.

“Mereka akan menggunakannya terhadap Anda, dan terhadap Israel, dan terhadap semua orang lain,” cetusnya.

Macan Kertas

Trump tak ketinggalan mengkritik Organisasi Pakta Atlantik Utara (NATO) karena tidak membantunya dalam perang melawan Iran.

“NATO adalah macan kertas.”

“Dan saya selalu mengatakan kita membantu NATO, tetapi mereka tidak pernah membantu kita.”

“Dan jika bencana besar itu terjadi, dan saya rasa tidak akan terjadi, tetapi jika bencana besar itu terjadi, saya jamin mereka tidak akan ada di sana,” ucap Trump.

Trump juga mengaku sedang merencanakan lebih banyak serangan terhadap Iran.

“Kita masih punya 3.554 target lagi, dan itu akan dilakukan dengan sangat bersih,” ungkapnya.

BACA JUGA: Bertempur di Banyak Front, IDF Terancam Kolaps

Trump tidak memberikan data spesifik untuk mengonfirmasi kata-katanya, juga tanpa merujuk pada laporan Pentagon atau informasi dari komunitas intelijen.

Semetara, Iran menuduh AS dan Israel sengaja menyerang banyak universitas dan pusat penelitian selama perang, termasuk Universitas Teknologi Isfahan dan Universitas Sains dan Teknologi di Teheran.

IRGC kini mengancam universitas-universitas Israel dan AS di kawasan tersebut adalah target yang sah. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like