Donald Trump Tegaskan Hamas Akan Hancur Jika Tidak Menyerahkan Senjata

Presiden AS, Donald Trump. Dok. Antara News.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan keras terhadap kelompok Hamas di tengah berlangsungnya gencatan senjata di Gaza. Ia menegaskan bahwa Hamas akan “dilenyapkan” jika tidak segera melucuti seluruh persenjataan mereka.

Ancaman tersebut disampaikan Trump dalam wawancara dengan program 60 Minutes di stasiun televisi CBS, seperti dikutip dari Al Arabiya, Senin (3/11/2025). Dalam kesempatan itu, Trump juga menegaskan bahwa gencatan senjata di Gaza yang telah berlangsung sejak 10 Oktober masih “sangat solid” meski situasi di lapangan menunjukkan ketegangan meningkat.

Pernyataan Donald Trump Muncul Usai Israel-Hamas Saling Tuduh

Pernyataan tersebut muncul setelah kedua pihak, Israel dan Hamas, saling menuduh telah melakukan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata. Beberapa hari terakhir, rentetan serangan mematikan kembali mengguncang Jalur Gaza dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kelanjutan kesepakatan damai.

BACA JUGA: Tarif Cukai Khusus Rokok Ilegal Akan Ada Mulai Desember 2025

Kesepakatan gencatan senjata Gaza sendiri disusun berdasarkan 20 poin rencana perdamaian yang diinisiasi Trump. Salah satu poin penting dalam kesepakatan itu adalah tuntutan agar para pejuang Hamas melucuti seluruh senjata mereka untuk memastikan berlanjutnya proses perdamaian.

“Anda mendengar tentang Hamas, tetapi Hamas bisa langsung disingkirkan jika mereka tidak berperilaku baik mereka mengetahui hal itu,” ujar Trump dalam wawancara yang ditayangkan pada Minggu (2/11/2025) waktu setempat.

Jawaban Tegas Trump

Saat ditanya mengenai cara dirinya memaksa Hamas melucuti senjata, Trump menjawab dengan nada tegas. “Jika saya ingin mereka melucuti senjata saya akan membuat mereka melucuti senjata dengan sangat cepat mereka akan dilenyapkan,” ucapnya.

Hingga kini, kemajuan menuju tahap lanjutan dari kesepakatan gencatan senjata untuk mengakhiri perang Gaza secara permanen masih minim. Berbagai hambatan masih menghadang, mulai dari persoalan perlucutan senjata Hamas hingga penetapan batas waktu penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza.

Dalam laporan terbaru yang dikutip AFP, Israel menyebut telah menerima tiga jenazah sandera dari Hamas sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata, yang juga mencakup pertukaran antara sandera dan tahanan. Berdasarkan perjanjian itu, Hamas diwajibkan menyerahkan total 48 sandera dari Gaza yang terdiri atas 20 orang yang masih hidup dan 28 orang yang tewas selama konflik berlangsung.

Hamas Telah Serangkan 20 Sandera pada Israel

Hamas telah menyerahkan seluruh 20 sandera yang masih hidup kepada Israel melalui Komite Palang Merah Internasional (ICRC) pada awal masa gencatan senjata. Sebagai imbalannya, Tel Aviv membebaskan ribuan tahanan Palestina dari berbagai penjara. Namun, untuk jenazah sandera, hingga saat ini baru 17 jenazah yang telah dikembalikan—terdiri atas 15 warga Israel, satu warga Thailand, dan satu warga Nepal.

Israel menuding Hamas memperlambat proses pemulangan jenazah, sementara Hamas menegaskan keterlambatan itu disebabkan banyaknya jasad yang masih tertimbun reruntuhan akibat serangan militer Israel. Hamas berulang kali meminta bantuan mediator dan Komite Palang Merah Internasional untuk menyediakan alat berat serta tenaga tambahan agar proses evakuasi jenazah dapat dilakukan dengan aman.

BACA JUGA: Soal Asmara, Polisi di Jambi Bunuh-Perkosa Dosen

Pernyataan Keras Trump Tambah Tekanan Situasi di Gaza

Pernyataan keras Donald Trump terhadap Hamas menambah tekanan di tengah rapuhnya situasi gencatan senjata di Gaza. Ancaman pelucutan senjata yang ia lontarkan menjadi sinyal bahwa komitmen Amerika Serikat terhadap keamanan Israel masih sangat kuat, sekaligus menunjukkan bahwa proses perdamaian di kawasan tersebut belum sepenuhnya stabil.

Sementara itu, pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata masih diwarnai berbagai kendala, termasuk lambatnya proses pemulangan jenazah sandera dan belum tuntasnya upaya perlucutan senjata Hamas. Israel terus mendesak agar seluruh poin kesepakatan dijalankan secara penuh, sementara Hamas menilai kondisi lapangan di Gaza yang hancur akibat serangan militer membuat proses tersebut berjalan lambat.

Berbagai hambatan yang masih mengemuka, masa depan gencatan senjata Gaza bergantung pada sejauh mana kedua pihak mematuhi kesepakatan serta bagaimana pihak-pihak internasional, termasuk Amerika Serikat, memainkan perannya dalam menjaga stabilitas dan memastikan proses perdamaian berjalan sesuai rencana.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like