NarayaPost – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengimbau mahasiswa dari generasi Z agar tidak bermalas-malasan serta menjalani perkuliahan dengan serius. Menurutnya, sikap tersebut menjadi kunci penting untuk dorong pertumbuhan ekonomi nasional yang diproyeksikan menembus angka di atas 8%.
Pesan itu disampaikan Purbaya saat memberikan kuliah umum di Graha Widya Wisuda, Kampus IPB University Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/11/2025).
Ia menilai peran generasi muda sangat krusial dalam menjaga keberlanjutan Indonesia di masa mendatang. Oleh karena itu, keberadaan sumber daya manusia yang unggul dinilai menjadi faktor utama dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.
BACA JUGA: YLBHI Desak Prabowo Terbitkan Perppu Batalkan KUHAP Baru
“Kita perlu orang-orang pintar lebih banyak lagi. Jadi teman-teman Gen Z yang lagi kuliah kuliah sungguh-sungguh, jangan malas-malasan. Kita perlu Anda untuk mendukung 8% terus-terusan ke depan nanti,” kata Purbaya dikutip dari keterangan pada laman resmi IPB, Sabtu (22/11/2025).
Ia kembali menekankan agar mahasiswa lebih fokus dan bersungguh-sungguh dalam menempuh pendidikan, mengingat kualitas SDM menjadi fondasi utama dalam memperkuat perekonomian serta ketahanan bangsa.
“Belajar memang tidak gampang, tetapi kalau Anda berhasil, buah manis menunggu Anda di depan. Yang lebih penting, negara menunggu kontribusi Anda,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya turut menjelaskan pandangannya mengenai konsep ‘Sumitro Economics’ atau Sumitronics yang kerap ia sampaikan di berbagai forum.
“Konsep ini menekankan pertumbuhan ekonomi cepat, pemerataan manfaat pembangunan, dan stabilitas nasional sebagai tiga pilar utama,” ucapnya.
Selain itu, ia juga memaparkan bagaimana pengelolaan APBN #UangKita diarahkan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, mempercepat laju pertumbuhan ekonomi, serta memastikan pemerataan hasil pembangunan.
Pernyataan yang disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di hadapan mahasiswa IPB University menegaskan urgensi peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan pembangunan nasional, khususnya dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi di atas 8 persen yang tengah diupayakan pemerintah.
Seruan agar mahasiswa Gen Z lebih disiplin, tidak bermalas-malasan, serta fokus menuntaskan studi dengan sungguh-sungguh diposisikan sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.
BACA JUGA: Trump: Zelenskyy Harus Setujui Rencana Perdamaian Usulan AS
Melalui paparan tersebut, Purbaya mengaitkan keseriusan mahasiswa dalam menempuh pendidikan dengan kebutuhan negara akan lebih banyak individu cerdas yang mampu berkontribusi bagi perekonomian dan stabilitas nasional. Penekanan terhadap pentingnya SDM unggul juga diperkuat dengan penjelasan mengenai konsep Sumitro Economics atau Sumitronics, yang berfokus pada percepatan pertumbuhan ekonomi, pemerataan manfaat pembangunan, serta stabilitas sebagai pilar utama pembangunan nasional.
Dalam konteks ini, arah pengelolaan APBN #UangKita turut dijelaskan sebagai instrumen strategis untuk mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Pesan tersebut memperlihatkan keterkaitan antara kebijakan fiskal negara, kualitas pendidikan, dan peran aktif generasi muda dalam mendukung visi pembangunan jangka panjang.
Dengan ini, kuliah umum yang disampaikan Purbaya tidak hanya menjadi ruang motivasi bagi mahasiswa, tetapi juga menegaskan posisi strategis generasi Z sebagai elemen penting dalam ekosistem pembangunan nasional. Melalui dorongan untuk meningkatkan kedisiplinan belajar dan kesiapan berkontribusi, pemerintah menempatkan mahasiswa sebagai salah satu aktor kunci dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan bangsa di masa mendatang, sejalan dengan arah kebijakan yang tengah dijalankan negara.