Dua Jalan Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

TNI AD mulai menyiapkan personel untuk rencana pengiriman pasukan Board of Peace ke wilayah konflik Gaza, Palestina. Foto: Puspen TNI
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, Indonesia punya dua jalan untuk mendapatkan restu mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina.

Restu itu harus didapatkan pemerintah, guna memastikan pengiriman pasukan perdamaian bisa berjalan lancar.

“Ada dua alternatif.”

“Alternatif pertama adalah di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” kata Sjafrie di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Jumat (14/11/2025).

Indonesia dan PBB sudah lama bekerja sama dalam pengiriman pasukan perdamaian di beberapa daerah konflik seperti Afrika dan Lebanon.

“Alternatif kedua, yakni di bawah persetujuan organisasi internasional yang diinisiasikan oleh Presiden Amerika Serikat,” jelas Sjafrie.

BACA JUGA: TNI Siapkan 20 Ribu Prajurit untuk Misi Perdamaian di Gaza

Untuk mendapatkan restu dari organisasi internasional ini, Sjafrie mengatakan diperlukan pendekatan dan komunikasi antar kepala negara, agar tercipta sebuah kesepakatan tingkat internasional.

Indonesia juga harus mendapatkan dukungan dari negara-negara yang dinilai kompeten terkait persoalan konflik di Gaza.

“Bagi negara-negara Arab, yaitu Arab Saudi, Yordania, Mesir, Qatar dan Uni Emirat Arab, kalau itu menyatakan silakan, maka Indonesia dengan senang hati akan melibatkan.”

“Tentu saja (termasuk) Israel, karena Israel adalah bagian yang sangat kompeten di dalam persoalan ini,” tutur Sjafrie.

Siapkan 20 Ribu Prajurit

Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan 20.000 prajurit untuk misi perdamaian di Gaza, Palestina.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan, penyiapan pasukan dalam jumlah besar itu berdasarkan perintah Presiden Prabowo Subianto.

“Kita maksimalkan 20.000 prajurit kita siapkan, tetapi spesifikasinya kepada kesehatan dan juga konstruksi,” ungkap Sjafrie di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (14/11/2025).

Pasukan itu, lanjut Sjafrie, bakal menjalankan beberapa tugas kemanusiaan, seperti memberikan layanan kesehatan kepada warga yang jadi korban perang, hingga membangun infrastruktur untuk kebutuhan masyarakat setempat.

“Pasukan yang akan datang itu sifatnya untuk menjaga perdamaian itu bisa berlangsung lebih lama, menuju kepada perundingan politik,” jelasnya.

Sjafrie juga memastikan TNI AU akan terus memberikan bantuan rutin berupa logistik melalui metode airdrop, seperti yang telah dilakukan tahun ini.

Lalu, kapan pasukan perdamaian itu dikirim ke Gaza? Sjafrie belum bisa memberikan tenggat waktu secara rinci.

Dia hanya menegaskan, keputusan pengiriman pasukan akan diambil oleh Presiden Prabowo Subianto.

Banyak Pengalaman

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) siap menerjunkan personel sebagai pasukan perdamaian di Gaza, Palestina.

“Itu kan sudah ada declare-nya dari presiden, bahwa kita Indonesia akan siap untuk itu.”

“Ya kami sudah coba tata-tata sampai gimana kalau misalnya itu keputusan itu ada perintah untuk dilaksanakannya, kami siap,” kata Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak, saat ditemui di markas Batalyon Polisi Militer Angkatan Darat (Yonpomad) Jonggol, Kabupaten Bogor, Selasa (28/10/2025).

BACA JUGA: Airbus A400M Anyar Milik TNI AU Bisa Digunakan untuk Misi Kemanusiaan di Gaza

Menurut Maruli, TNI sudah memiliki pengalaman banyak dalam menjalankan misi perdamaian di negara lain.

Karakter prajurit TNI yang dinilai ramah oleh negara lain membuat prajurit mudah diterima oleh masyarakat setempat.

Hal itulah, kata Maruli, yang membuat TNI selaku sukses menjalankan misi kemanusiaan atau operasi militer selain perang (OMSP) di beberapa negara.

“Jadi kultur kita beda dengan kultur-kultur tentara lain, sehingga kita bisa cukup dipandang baik di luar,” jelas Maruli.

TNI AD masih menunggu keputusan dari Presiden dan Kementerian Pertahanan untuk menjalankan misi perdamaian di Gaza.

Siapkan Satgas Gabungan

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan, TNI sudah menyiapkan satgas gabungan yang mempunyai banyak kemampuan khusus, dari mulai membangun konstruksi hingga membuka layanan kesehatan, untuk menjalani misi kemanusiaan di Gaza.

“Pasukan yang kemungkinan akan dilibatkan, dapat terdiri dari unsur Satgas gabungan TNI yang memiliki kemampuan Zeni Konstruksi, kaitannya dengan pembenahan infrastruktur, dukungan kesehatan lapangan, rehabilitasi aspek psikologi,” ungkap Freddy, Senin (27/10/2025).

Menurut Freddy, pasukan dari satuan Zeni TNI AD sangat dibutuhkan untuk memulihkan infrastruktur yang rusak akibat perang di kawasan Gaza.

Kehadiran tenaga kesehatan dari TNI juga diperlukan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara fisik dan psikis para korban perang.

TNI juga akan menerjunkan pasukan pengamanan, guna memastikan operasi misi perdamaian yang dilakukan di Gaza berjalan aman.

Walau seluruhnya sudah disiapkan, Freddy mengatakan TNI akan tetap menunggu perintah pemerintah pusat untuk kepastian pengiriman pasukan perdamaian.

“Intinya, TNI siap melaksanakan setiap keputusan pemerintah dengan profesional, proporsional, dan tetap menjunjung tinggi prinsip perdamaian serta kepentingan nasional Indonesia, berdasarkan pada legal standing nasional dan internasional,” tegas Freddy. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like