NarayaPost – Presiden Amerika Serikat Donald Trump sampaikan rasa duka usai menerima laporan terkait insiden penembakan yang terjadi di lingkungan Universitas Brown, Amerika Serikat. Peristiwa penembakan tersebut berlangsung pada Sabtu (13/12/2025) waktu setempat dan mengakibatkan dua mahasiswa meninggal dunia serta sembilan mahasiswa lainnya mengalami luka-luka. Aparat keamanan setempat masih melakukan penanganan dan penyelidikan intensif atas insiden tersebut.
Dalam pernyataannya kepada awak media di Gedung Putih, Trump menggambarkan kejadian tersebut sebagai peristiwa yang sangat mengerikan. Ia menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa serta menyebut bahwa perhatian utama saat ini tertuju pada kondisi para korban dan keluarga mereka.
“Yang bisa kita lakukan saat ini hanyalah berdoa untuk para korban dan untuk mereka yang terluka parah,” ujar Trump, sebagaimana dikutip dari Reuters, Minggu (14/12/2025).
BACA JUGA: Harga Kebutuhan Pokok Menurun Jelang Akhir Tahun
Trump juga menekankan bahwa pemerintah federal telah mengambil langkah awal untuk menangani kasus tersebut. Melalui unggahan di media sosial Truth Social sebelumnya, ia memastikan bahwa Biro Investigasi Federal (FBI) telah berada di lokasi kejadian guna membantu proses penyelidikan.
Kehadiran FBI disebut sebagai bagian dari koordinasi dengan aparat penegak hukum setempat dalam mengungkap pelaku dan motif penembakan. “Mengatakan FBI berada di lokasi kejadian. Semoga Tuhan memberkati para korban dan keluarga para korban!” tulis Trump.
Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung. Aparat keamanan masih memburu pelaku penembakan yang belum berhasil ditangkap. Pihak berwenang belum merilis identitas pelaku maupun detail mengenai motif di balik aksi tersebut.
Area kampus Universitas Brown dilaporkan berada dalam pengamanan ketat pasca-insiden, sementara aktivitas akademik dihentikan sementara waktu guna memastikan keselamatan sivitas akademika.
Insiden ini menambah daftar panjang kasus penembakan yang terjadi di lingkungan pendidikan di Amerika Serikat. Dalam beberapa tahun terakhir, isu keamanan kampus kembali menjadi perhatian publik seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap kekerasan bersenjata.
Meski demikian, otoritas setempat belum memberikan keterangan lebih lanjut apakah kasus di Universitas Brown memiliki keterkaitan dengan insiden serupa sebelumnya atau berdiri sebagai peristiwa terpisah.
Pihak universitas, melalui pernyataan resmi, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan dukungan bagi mahasiswa yang terdampak. Layanan konseling dan bantuan psikologis disediakan bagi mahasiswa dan staf kampus yang membutuhkan pendampingan pascakejadian. Universitas juga menyatakan akan bekerja sama sepenuhnya dengan aparat penegak hukum dalam proses penyelidikan.
BACA JUGA: Sejarah Kemerdekaan RI Akan Ditulis Ulang Oleh Menteri
Sementara itu, kondisi para korban luka dilaporkan masih dalam penanganan medis di sejumlah rumah sakit setempat. Belum ada keterangan rinci mengenai tingkat keparahan luka yang dialami masing-masing korban. Aparat kesehatan terus memantau perkembangan kondisi mereka.
Dengan penyelidikan yang masih berjalan, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi yang disampaikan aparat keamanan. Pemerintah federal dan otoritas lokal menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus penembakan ini, sekaligus memastikan langkah-langkah pengamanan tambahan guna mencegah terulangnya kejadian serupa di lingkungan pendidikan.
Hingga saat ini, penyelidikan atas penembakan di Universitas Brown masih terus berlangsung dengan keterlibatan aparat keamanan federal dan setempat. Pelaku penembakan belum berhasil ditangkap, sementara proses pencarian dan pengamanan di lingkungan kampus tetap dilakukan. Pemerintah Amerika Serikat menyatakan perhatian terhadap penanganan korban dan keluarga, sembari menunggu perkembangan lebih lanjut dari hasil penyelidikan yang sedang berjalan.