NarayaPost – Perang Amerika Serikat (AS)-Israel versus Iran berpeluang berlangsung hingga empat minggu.
“Prosesnya selalu empat minggu.”
“Sekuat apa pun negara itu, ini negara besar, akan memakan waktu empat minggu, atau kurang,” ujar Presiden AS Donald Trump kepada Daily Mail, dikutip dari Anadolu.
AS dan Israel mulai menyerang Iran pada Sabtu (28/3/2026).
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan ke Israel, dan menghancurkan sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Trump yakin AS bisa membuat Iran menyerah dalam 4-5 minggu ke depan, karena AS dan Israel punya senjata perang yang lebih besar.
BACA JUGA: Iran Takkan Berhenti Balas Serangan Sampai Musuh Kalah Telak
“Ya, kami berencana (perang) empat hingga lima minggu.”
“Tidak akan sulit.”
“Kami memiliki amunisi dalam jumlah besar.”
“Anda tahu, kami memiliki amunisi yang disimpan di seluruh dunia di berbagai negara,” tutur Trump.
Trump menilai hingga kini serangan yang dilancarkan AS dan Israel berjalan lancar.
Trump bahkan menganggap hasil serangan ke Iran melebihi harapan.
“Saya pikir semuanya berjalan sesuai rencana, kecuali kita telah melenyapkan seluruh kepemimpinan mereka.”
“Jauh, jauh lebih banyak dari yang kita duga,” imbuh Trump, seraya mengeklaim serangan telah menewaskan 48 pemimpin Iran.
Trump juga menyatakan harapan demokrasi dapat muncul di Iran setelah serangan berakhir.
Pasukan AS-Israel menyerang pusat komando Iran, lokasi rudal balistik, kapal angkatan laut, dan sistem pertahanan udara dalam 24 jam pertama sejak serangan dimulai.
Menurut Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), AS mengerahkan pesawat pengebom siluman B-2, jet tempur, kapal induk bertenaga nuklir, dan kapal perusak rudal berpemandu, di antara aset lainnya.
Bunuh Pengganti Khamenei
Donald Trump mengeklaim AS membunuh para kandidat potensial pengganti Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada Sabtu.
Dalam wawancara dengan ABC News pada Minggu (1/3/2026), Trump menuturkan sejumlah kandidat potensial yang telah diidentifikasi AS sebagai penerus Khamenei, tewas dalam serangan gabungan yang sama.
“Serangan itu begitu berhasil, hingga menyingkirkan sebagian besar kandidat (pemimpin Iran).”
“Yang akan menggantikan bukanlah orang-orang yang sebelumnya kami perkirakan, karena mereka semua sudah tewas.”
“Kandidat urutan kedua atau ketiga pun sudah tewas,” ungkap Trump
Pernyataan Trump muncul di tengah ketidakpastian mengenai bagaimana transisi kekuasaan di Iran akan berlangsung setelah kematian Khamenei.
BACA JUGA: Bahrain Hingga Arab Saudi Jadi Sasaran Serangan Balasan Iran
Trump sebelumnya menyatakan telah mengantongi tiga nama sebagai pengganti Khamenei.
Namun, dia enggan memberi rinciannya.
“Saya tidak akan menyebutkan namanya.”
“Mari kita selesaikan ini dulu,” cetus Trump kepada New York Times yang dikutip AFP, Senin (1/3/2026).
Dalam wawancaranya dengan ABC News, Trump juga memamerkan keberhasilan AS membunuh Khamenei dalam wawancara tersebut.
Trump telah lama membidik Khamenei dan menginginkan pergantian rezim di Iran.
“Saya menghabisinya (Khamenei) sebelum dia menghabisi saya.”
“Mereka (Iran) mencoba dua kali.”
“Nah, saya lebih dulu,” ucap Trump.
Pada 2024, Kementerian Kehakiman AS mengumumkan dakwaan federal terkait rencana yang berhasil digagalkan untuk membunuh Trump sebelum pemilihan presiden.
Menurut dokumen pengadilan, pejabat Iran meminta salah satu tersangka, Farhad Shakeri, untuk memusatkan perhatian pada pengintaian dan pada akhirnya membunuh Trump.
Kekuatan Penuh
Donald Trump menyebut operasi tempur AS akan terus berlanjut dengan kekuatan penuh.
“Operasi militer berlanjut dengan kekuatan penuh, dan akan terus dilakukan hingga semua tujuan kami tercapai.”
“Kami memiliki tujuan-tujuan yang sangat kuat,” tutur Trump dalam sebuah pesan video berdurasi enam menit di Truth Social, tanpa menjelaskan apa saja tujuan-tujuan tersebut.
Namun, dia juga memprediksi akan ada banyak korban dari pihak AS akibat operasi tersebut.
“Sayangnya, kemungkinan besar akan ada lebih banyak (korban) sebelum operasi ini berakhir.”
“Seperti itulah kenyataannya,” imbuh Trump mengenai potensi bertambahnya korban dari pihak AS.
Trump kembali menyerukan kepada para anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran untuk meletakkan senjata demi mendapatkan kekebalan penuh. (*)