Narayapost — Emas Antam Tembus Rp2,4 Juta/Gram, Rekor Baru. Emas batangan karya PT Aneka Tambang (Antam) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Hari ini, harga emas naik menjadi Rp 2.407.000 per gram, menembus batas psikologis Rp 2,4 juta. Kenaikan ini menjadi sorotan investor dan publik luas, sebab menunjukkan tren apresiasi logam mulia dalam kondisi ekonomi global yang tidak menentu.
Berdasarkan data resmi Logam Mulia Antam, harga emas 24 karat mengalami lonjakan sekitar Rp 24.000 per gram dibanding hari sebelumnya. Sebelumnya, harga telah bergerak naik berturut-turut dari Rp 2.360.000 per gram dan Rp 2.383.000 per gram. Lonjakan kali ini memantapkan posisi emas sebagai salah satu aset refug terbaik.
BACA JUGA : Trump Izinkan CIA Jalankan Operasi Rahasia di Venezuela
Tidak hanya emas baru, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga ikut naik. Saat ini buyback berada di kisaran Rp 2.256.000 per gram. Artinya, jika pemilik emas ingin menjual kembali ke Antam, mereka bisa mendapat nilai jual yang relatif tinggi. Emas Antam Tembus Rp2,4 Juta/Gram, Rekor Baru
Rincian harga menurut gramasi juga menarik. Untuk ukuran kecil seperti 0,5 gram, harga mencapai Rp 1.253.500. Sedangkan untuk ukuran besar, misalnya 1.000 gram (1 kg), dibanderol di angka Rp 2,347,600,000.
Berikut rincian Harga Emas Antam Hari Ini dari 1 Gram hingga 1.000 Gram, Kamis (16/10/2025).
Harga emas 0,5 gram: Rp 1.253.500
Harga emas 1 gram: Rp 2.407.000
Harga emas 2 gram: Rp 4.754.000
Harga emas 3 gram: Rp 7.106.000
Harga emas 5 gram: Rp 11.810.000
Harga emas 10 gram: Rp 23.565.000
Harga emas 25 gram: Rp 58.787.000
Harga emas 50 gram: Rp 117.495.000
Harga emas 100 gram: Rp 234.912.000
Harga emas 250 gram: Rp 587.015.000
Harga emas 500 gram: Rp 1.173.820.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 2.347.600.000
Demikian rincian harga emas hari ini keluaran Antam 1 gram hingga 1.000 gram, Kamis (16/10/2025).
Beberapa faktor mendorong harga emas cetak rekor:
Ketidakpastian ekonomi global : Gejolak pasar saham, tekanan inflasi, dan ekspektasi suku bunga dunia membuat investor lari ke aset safe haven seperti emas.
Penguatan harga emas dunia : Harga spot emas dunia yang terus menguat turut menarik permintaan atas emas fisik.
Permintaan domestik tinggi : Di Indonesia, emas batangan masih menjadi primadona investasi bagi masyarakat menengah ke atas dan kolektor logam mulia.
Pasokan dan rantai produksi : Biaya produksi, distribusi, dan aspek logistik ikut berkontribusi terhadap harga akhir yang melonjak tinggi.
Kenaikan harga emas ke level tertinggi ini membawa sejumlah konsekuensi nyata bagi investor, pemilik emas perhiasan, dan calon pembeli:
Investor emas fisik mendapat keuntungan jika sudah memiliki stok sebelumnya. Nilai modal mereka meningkat signifikan.
Investor pemula harus mempertimbangkan timing yang tepat membeli saat harga tinggi mengandung risiko koreksi.
Pembeli perhiasan emas mungkin merasakan dampak biaya lebih tinggi, karena harga emas bahan baku turut naik.
Ritel dan pedagang emas mendapat momentum untuk berjualan, namun harus menjaga kejujuran dan transparansi agar tidak menimbulkan spekulasi negatif.
Dalam konteks perpajakan, transaksi emas dengan nilai besar juga harus memperhatikan regulasi yang berlaku. Dalam aturan Peraturan Menteri Keuangan, transaksi buyback emas di atas ambang harga tertentu dapat dikenakan PPh Pasal 22. Investor dan pedagang harus waspada agar tidak terkena sangsi administratif.
Untuk merespons lonjakan emas ini, berikut strategi yang disarankan:
Diversifikasi portofolio : Jangan terlalu tergantung ke satu jenis aset; sisihkan juga di saham, properti, atau instrumen lain.
Ambil keuntungan sebagian : Jika sudah untung besar, sebagian bisa dijual untuk mendapatkan likuiditas.
Pantau tren jangka menengah dan koreksi pasar : Emas bisa naik tinggi, tapi juga bisa terkoreksi.
Pertimbangkan emas digital atau reksa emas : Bagi yang tidak ingin menyimpan fisik, instrumen tidak berdedak fisik bisa jadi alternatif.
Beberapa investor sudah mengambil langkah tersebut. Seorang kolektor emas di Jakarta, Andi, mengaku menjual sebagian koleksinya ketika harga melewati Rp 2,4 juta. “Saya tidak ingin terlambat mengambil keuntungan,” katanya.
Meski rekor harga mencengangkan, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah potensi bubble kenaikan yang terlalu cepat berisiko lampau batas wajar. Jika terjadi koreksi global atau kebijakan suku bunga agresif, harga emas bisa tertekan juga.
Selain itu, investor yang membeli emas secara besar untuk jangka panjang harus memperhatikan kondisi penyimpanan, keaslian sertifikat, dan karakteristik logam (kemurnian). Emas palsu atau sertifikat palsu bisa menjadi jebakan jika tidak hati-hati memilih penjual terpercaya.
Regulator juga punya peran penting. Pemerintah dan otoritas pasar harus memastikan transparansi harga dan perlindungan konsumen agar praktik spekulatif yang merugikan masyarakat kecil bisa dicegah.
BACA JUGA : Anggota DPR Ini Usul Bulog Naik Status Jadi Kementerian Pangan
Emas Antam Tembus Rp2,4 Juta/Gram, Rekor Baru. Dengan harga emas Antam kini menyentuh Rp 2,4 juta per gram, rekor baru ini menegaskan posisi emas sebagai aset aman dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti. Bagi investor lama, ini adalah momentum panen; bagi investor baru, ini adalah tantangan memilih timing dan strategi yang tepat.
Harga rekor ini bukan akhir kisah, melainkan bab baru dalam perjalanan emas di Indonesia. Bagaimana emas bergerak ke depan sangat tergantung pada dinamika global, kebijakan moneter, dan kepercayaan investor.
Semoga kabar ini membantu Anda menyikapi kondisi pasar emas dengan lebih jeli dan cermat.