NarayaPost – Empat Negara Barat Resmi Dukung Kemerdekaan Palestina. Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina kembali menguat setelah empat negara secara resmi menyatakan pengakuan atas negara Palestina. Negara-negara tersebut adalah Inggris, Kanada, Australia, dan Portugal. Pernyataan resmi diumumkan serentak pada Minggu (21/9) waktu setempat dan disambut luas oleh masyarakat internasional.
Pengakuan ini dinilai sebagai langkah penting dalam mendorong solusi dua negara atas konflik Israel Palestina yang telah berlangsung puluhan tahun. Pemerintah Palestina menyambut hangat langkah tersebut dan menyebutnya sebagai kemenangan diplomasi serta harapan baru menuju kedaulatan penuh.
BACA JUGA : Pengusaha Respon soal Menkeu Purbaya Tolak Adanya Tax Amnesty
Perdana Menteri Inggris, Keir Stramer menyatakan bahwa, ” Hari ini, demi menghidupkan kembali harapan perdamaian bagi Palestina dan Israel, serta solusi dua negara, Inggris secara resmi mengakui Negara Palestina.”
“Kematian serta kehancuran yang tidak bisa lagi ditoleransi. Dunia internasional tidak bisa terus diam. Serangan dari Israel harus benar-benar berakhir, begitu pula dengan kekerasan dari pihak manapun. Saatnya solusi damai diupayakan dengan sungguh-sungguh,” pungkasnya.
Sedangkan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menegaskan bahwa keputusan negaranya untuk mengakui Palestina merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Kanada dalam mendukung perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah. Ia menyebut bahwa langkah tersebut bukan hanya bentuk pengakuan politik, tetapi juga ajakan kerja sama untuk membangun masa depan yang adil dan damai bagi rakyat Palestina dan Israel.
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menegaskan bahwa keputusan negaranya untuk mengakui Palestina merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Kanada dalam mendukung perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah. Ia menyebut bahwa langkah tersebut bukan hanya bentuk pengakuan politik, tetapi juga ajakan kerja sama untuk membangun masa depan yang adil dan damai bagi rakyat Palestina dan Israel.
Selanjutnya Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menegaskan bahwa keputusan negaranya untuk mengakui Palestina merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Kanada dalam mendukung perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah. Ia menyebut bahwa langkah tersebut bukan hanya bentuk pengakuan politik, tetapi juga ajakan kerja sama untuk membangun masa depan yang adil dan damai bagi rakyat Palestina dan Israel.
Sementara itu, Portugal melalui Menteri Luar Negeri Paulo Rangel menegaskan bahwa pengakuan terhadap Negara Palestina merupakan bentuk konsistensi dari prinsip dan arah kebijakan luar negeri negaranya yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dan perdamaian dunia.
Australia secara tidak langsung juga mengakui dan turut bersama negara barat dalam memberikan dukungan Palestina menjadi negara berdaulat
“Kanada secara resmi mengakui Negara Palestina dan menawarkan kemitraan kami dalam mewujudkan janji masa depan yang damai dan penuh harapan,” tulis Carney dalam pernyataannya.
Melalui empat negara tersebut diharapkan dapat mengajak negara lain di Eropa dan dunia untuk mengikuti langkah serupa sebagai bentuk solidaritas dan dorongan kolektif menuju solusi dua negara yang telah lama diadvokasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengecam langkah ini dan menyamakan dengan memberi hadiah kepada terorisme. “Saya memiliki pesan yang jelas kepada para pemimpin yang mengakui negara Palestina setelah pembantaian mengerikan pada 7 Oktober: Anda memberikan hadiah besar bagi terorisme,” ungkapnya, memgacu pada serangan kelompok Hamas pada Israel tahun 2023 lalu.
Pernyataan Netanyahu tersebut merujuk pada serangan besar yang dilakukan oleh kelompok Hamas pada Oktober 2023 lalu, yang menewaskan ratusan warga sipil di wilayah Israel. Ia menilai bahwa keputusan ini justru melemahkan upaya memerangi terorisme dan dapat memperburuk situasi keamanan di kawasan. Israel tetap bersikukuh bahwa pengakuan negara Palestina tanpa perjanjian damai terlebih dahulu adalah langkah sepihak yang mengancam stabilitas regional.
PBB dan berbagai organisasi kemanusiaan menyebut langkah ini sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap hak-hak rakyat Palestina untuk mendapat kemerdekaan. Hingga sampai saat ini, lebih dari 140 negara telah mengakui Palestina sebagai negara yang berdaulat.
Langkah dari empat negara Eropa ini diharapkan dapat membuka jalan bagi lebih banyak negara untuk mengambil sikap serupa dan memperkuat tekanan internasional agar konflik di Timur Tengah segera menemukan solusi damai yang adil.
BACA JUGA : Manfaat Jalan Kaki Setiap Menit Berbeda-beda, Ini Penjelasannya
Kemudian, Menteri Luar Negeri Palestina, Varsen Aghabekian Shahin juga memberikan pernyataan yang tegas jika pengakuan dari berbagai negara bukan sekadar tindakan simbolis, melainkan pesan kuat bagi Israel bahwa pendudukan tidak dapat berlangsung tanpa akhir.
Dukungan internasional yang terus meningkat dapat menjadi harapan baru bagi perdamaian. Oleh karena itu, melalui dukungan dari empat negara barat ini agar dapat mendorong negosiasi yang lebih konstruktif bagi masa depan yang stabil dan sejahtera untuk Palestina.