NarayaPost – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan siap melakukan kesepakatan yang akan membawa perdamaian nyata bagi negaranya, dan Eropa.
“Ukraina siap untuk kesepakatan yang akan membawa perdamaian nyata bagi kami, bagi Ukraina, bagi Eropa,” ujar Volodymyr Zelensky dalam sebuah pidato di Konferensi Keamanan Munich (Munich Security Conference), Sabtu (14/2/2026), seperti dilaporkan Kantor berita Ukrinform.
Ia mengatakan, krisis tersebut dapat diakhiri, terutama, dengan penuh martabat.
“Ini adalah hal yang paling penting bagi kami,” ujar Zelensky.
Menurut Volodymyr Zelensky, Eropa praktis tidak hadir di meja perundingan, yang dinilainya sebagai kesalahan besar.
Pihak Ukraina, lanjutnya, berupaya sepenuhnya melibatkan Eropa dalam proses negosiasi, agar kepentingan dan suara Eropa dipertimbangkan.
Ukraina, kata Zelensky, bakal melakukan apa pun untuk menyukseskan negosiasi ini, dan terus menjalin komunikasi dengan perwakilan Amerika Serikat (AS).
Jaminan Keamanan 30 Tahun
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan Kyiv sedang berupaya mendapatkan jaminan keamanan jangka panjang dari Amerika Serikat, yang dapat berlangsung setidaknya 30 tahun, untuk memberikan stabilitas bagi investor internasional.
Zelenskyy mengatakan, Washington telah mengusulkan jaminan yang berlaku selama 15 tahun, namun Ukraina menginginkan jangka waktu yang lebih lama.
“Hari ini kami mendapat usulan dari pihak Amerika untuk jangka waktu 15 tahun.”
“Tetapi kami ingin jangka waktu 20 tahun lebih, sekitar 30-50 tahun.”
“Itu tergantung pada apa yang diputuskan oleh pemerintah dan Kongres,” ungkapnya kepada wartawan, di sela Konferensi Keamanan Munich.
Zelenskyy mengatakan, jaminan lima hingga 10 tahun tidak akan cukup untuk meyakinkan investor, yang memerlukan jaminan keamanan yang lebih tahan lama.
BACA JUGA: Ukraina Siap Serahkan Sebagian Wilayah kepada Rusia
Dia juga berharap perang akan berakhir tahun ini, dan menyarankan Moskow menyesuaikan pendekatan diplomatiknya.
“Rusia mengganti ketua kelompok perundingan ke Medinsky.”
“Tampaknya mereka ingin menunda pengambilan keputusan,” cetus Zelenskyy.
Presiden Rusia Vladimir Putin, menurut Volodymyr Zelenskyy, berusaha menguasai seluruh wilayah Donbas untuk menjual kemenangan kepada publik Rusia.
Mengenai tawanan perang, Volodymyr Zelensky mengatakan ada kemungkinan pertukaran semua untuk semua, jika Moskow menyetujuinya.
Dia mengatakan, Rusia menahan sekitar 7.000 tentara Ukraina, sementara Ukraina menahan lebih dari 4.000 tentara Rusia.
Volodymyr Zelenskyy juga menegaskan kembali posisi Kiev mengenai integritas wilayah, khususnya di Ukraina Timur, dengan mengatakan pihaknya tidak akan pernah menarik pasukan.
Uni Eropa Belum Siap
Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengungkapkan, Uni Eropa belum siap memberikan tanggal yang pasti bagi Ukraina, untuk bergabung dengan blok tersebut.
“Saya kira negara-negara anggota belum siap memberikan tanggal yang pasti.”
“Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tetapi saya pikir prioritasnya, adalah perlunya kita untuk segera bergerak dan menunjukkan Ukraina adalah bagian dari Eropa,” katanya pada Konferensi Keamanan Munich, Minggu (15/2/2026), ketika ditanya tentang tanggal aksesi Ukraina dalam kemungkinan perjanjian damai.
BACA JUGA: Rusia Minta Ukraina Jadi Negara Netral dan Bersahabat
Pada Juni 2022, Uni Eropa memberikan status kandidat kepada Ukraina dan Moldova, dan menetapkan beberapa syarat untuk dimulainya pembicaraan aksesi.
Pada Juni 2025, konferensi antar-pemerintah Uni Eropa-Ukraina dan Uni Eropa-Moldova pertama diadakan di Luksemburg, menandai dimulainya negosiasi aksesi Uni Eropa.
Meski begitu, memperoleh status kandidat dan memulai negosiasi tidak menjamin keanggotaan Uni Eropa.
Turki telah menjadi kandidat sejak 1999, Makedonia Utara sejak 2005, Montenegro sejak 2010, dan Serbia sejak 2012.
Kroasia, negara terakhir yang bergabung dengan Uni Eropa, melakukannya pada 2013, setelah proses yang memakan waktu 10 tahun. (*)