Gagas Proyek Gentingisasi, Prabowo: Karat Lambang Degenerasi

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah menangani persoalan sampah nasional secara serius dan terintegrasi. Foto: BPMI Setpres
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan gagasan proyek gentingisasi, untuk memperindah lingkungan permukiman.

Prabowo menilai penggunaan atap seng yang meluas membuat kawasan menjadi panas dan kurang estetis.

“Seng ini panas untuk penghuni.”

“Seng ini juga berkarat.”

“Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genting dari seng.”

“Saya berharap dalam 2-3 tahun, Indonesia tidak akan kelihatan karat.

“Karat lambang degenerasi, bukan lambang kebangkitan.”

“Indonesia bangkit.”

“Indonesia harus kuat.”

“Indonesia harus indah.”

“Rakyat kita harus bahagia,” tuturnya, pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

ASRI

Prabowo menegaskan komitmen pemerintah menangani persoalan sampah nasional secara serius dan terintegrasi.

Prabowo menyampaikan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, indah), sebagai gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata.

“Resik saya tanya artinya apa?”

“Artinya bersih, tertib, dan sebagainya.”

“Ini hanya suatu, katakanlah, nama, tapi wujudnya tadi, semua instansi pemerintahan harus memimpin korve.”

“Anak sekolah enggak apa-apa.”

BACA JUGA: Prabowo: Saya Hasilkan Sejuta Lapangan Kerja Hanya dari MBG

“Pagi-pagi 10 menit, 15 menit, setengah jam.”

“Kalau ratusan ribuan itu, cepat itu,” ucapnya.

Persoalan sampah, kata Ketua Umum Partai Gerindra itu, menjadi masalah krusial di berbagai daerah.

Ia memaparkan, hampir seluruh tempat pembuangan akhir (TPA) di Indonesia diproyeksikan mengalami kelebihan kapasitas, paling lambat pada 2028.

“Sampah ini menjadi masalah, diproyeksi hampir semua TPA sampah akan mengalami overcapacity pada tahun 2028, bahkan lebih cepat,” ungkapnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah akan segera memulai pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota pada tahun ini.

Selain pembangunan proyek, Prabowo menekankan pentingnya sinergitas seluruh pemangku kepentingan, baik di pusat maupun daerah, untuk mengatasi permasalahan sampah.

“Sampah itu bencana, sampah itu penyakit.”

“Kita akan berbuat, kita akan dukung, saudara-saudara.”

“Ini 34, kita segera mulai.”

“Begitu ada uang, kita arahkan ke sini juga.”

“Bagaimana kita mau jual, kita mau harapkan pariwisata, kalau lingkungan kita enggak benar, jorok, kotor,” imbuhnya.

Bali So Dirty

Prabowo menegur jajaran pemerintah daerah Bali, termasuk gubernur dan para bupati, terkait persoalan sampah yang dinilai sudah mencemari lingkungan dan mengancam keberlanjutan pariwisata nasional.

Ia menegaskan, persoalan sampah tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, dan tidak dapat diselesaikan dengan saling menyalahkan, melainkan harus dihadapi dengan kerja nyata dan kepemimpinan yang tegas.

“Penyelesaian masalah sampah, kita perlu kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.”

“Tapi, kita tidak boleh menunggu.”

“Karena itu, bila perlu, demi kepentingan rakyat, pemerintah pusat yang akan memimpin,” tegas Prabowo.

Mantan Menteri Pertahanan itu menyoroti kondisi pantai-pantai di Bali yang ia nilai telah mencoreng citra pariwisata Indonesia.

Prabowo mengaku menerima langsung keluhan dari tokoh-tokoh luar negeri mengenai kondisi Bali yang makin kotor.

“Dia ngomong ke saya.”

“Dia bilang, ‘Your Excellency, I just came from Bali. Oh, Bali so dirty now. Bali not nice.

“Wah, tapi saya terima itu sebagai koreksi.”

“Ini kita harus atasi bersama,” bebernya.

Pariwisata, lanjut Prabowo, merupakan sektor yang paling cepat menciptakan lapangan kerja dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

BACA JUGA: Prabowo Subianto: Indonesia Tak Pernah Gagal Bayar Utang!

Namun, sektor tersebut tidak akan bertahan apabila lingkungan, khususnya destinasi wisata unggulan seperti Bali, dibiarkan kumuh dan kotor.

“Ini maaf ya, gubernur, bupati-bupati dari Bali.”

“Ini real, lho. Bali bulan Desember 2025.”

“Ini Pantai Bali.”

“Bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah?” Ucapnya.

Prabowo meminta gubernur dan para kepala daerah di Bali mengambil tanggung jawab penuh atas kebersihan lingkungan, termasuk melibatkan sekolah-sekolah dan masyarakat dalam kegiatan kerja bakti secara rutin.

“Kalau bupati dan gubernur tidak bisa, saya perintah Dandim, Danrem, saya perintahkan kau gerakan anak buahmu korve.”

“Setiap hari atau setiap berapa hari, korve, korve, korve.”

“Kepolisian, gerakkan korve, korve, korve.”

“Nanti dia bisa selamatkan,” cetusnya. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like