Gerhana Bulan Total Bakal Berlangsung Selama 5 Jam 41 Menit

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Gerhana bulan total (GBT) bakal terjadi pada Selasa (3/3/2026), dan dapat diamati dari Indonesia.

Gerhana bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya Matahari oleh Bumi, sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan.

Peristiwa yang merupakan salah satu akibat dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi, dan Bulan ini, hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya.

Gerhana Bulan Total terjadi saat posisi Matahari-Bumi-Bulan sejajar.

Hal ini membuat Bulan masuk ke bayangan inti (umbra) Bumi.

Saat puncak gerhana terjadi, Bulan akan terlihat berwarna merah jika langit cerah.

BACA JUGA: Jabar dan Jateng Bakal Hadapi Cuaca Ekstrem Saat Lebaran

Warna merah pada Bulan disebabkan oleh hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi.

Cahaya matahari yang melewati atmosfer Bumi akan terhambur, sehingga cahaya dengan panjang gelombang pendek seperti biru akan tersebar lebih banyak.

Sedangkan cahaya dengan panjang gelombang lebih panjang seperti merah, akan lolos dan mencapai permukaan Bulan, sehingga Bulan tampak merah.

Adapun Gerhana Matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bulan, sehingga tidak semua cahayanya sampai ke Bumi, dan selalu terjadi pada saat fase bulan baru.

Pada 2026 terjadi empat kali gerhana, yaitu dua kali gerhana Bulan dan dua kali gerhana Matahari. Rinciannya:

1. Gerhana Matahari Cincin (GMC) 17 Februari 2026 yang tidak dapat diamati dari Indonesia;
2. Gerhana Bulan Total (GBT) 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari Indonesia;
3. Gerhana Matahari Total (GMT) 12 Agustus 2026 yang tidak dapat diamati dari Indonesia; dan
4. Gerhana Bulan Sebagian (GBS) 28 Agustus 2026 yang tidak dapat diamati dari Indonesia.

Durasi gerhana dari fase Gerhana mulai hingga Gerhana berakhir, adalah 5 jam 41 menit 51 detik.

Adapun durasi parsialitas, yaitu lama waktu dari fase Gerhana Sebagian mulai hingga Gerhana Sebagian berakhir, terjadi selama 3 jam 27 menit 47 detik.

Durasi totalitas Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 akan berlangsung selama 59 menit 27 detik.

Ajak Salat

Kementerian Agama mengajak Umat Islam melaksanakan Salat Gerhana bulan (khusuf al-qamar), saat Gerhana Bulan Total pada 3 Maret 2026, bertepatan 13 Ramadan 1447 H.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag Arsad Hidayat mengatakan, gerhana bulan merupakan fenomena alam yang menjadi pengingat kebesaran Allah Swt.

“Gerhana bulan adalah tanda kebesaran Allah Swt.”

“Karena itu, kami mengimbau Umat Islam di wilayah yang mengalaminya, untuk melaksanakan salat gerhana sebagai bentuk ibadah dan muhasabah diri,” ujarnya saat dihubungi pada Minggu (1/3/2026).

Ia juga meminta jajaran Kementerian Agama di daerah, para tokoh agama, ulama, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, imam masjid, serta pemerintah daerah, dapat memfasilitasi pelaksanaan salat gerhana.

“Kami menginstruksikan agar pelaksanaan Salat Gerhana dapat dikoordinasikan dengan baik dan dilaksanakan sesuai dengan perkiraan waktu terjadinya gerhana di masing-masing daerah,” ucapnya.

BACA JUGA: Suhu di Indonesia Diprediksi Naik Hingga 1,6°C pada 2050

Berdasarkan data astronomi, gerhana dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia dengan waktu berbeda.

Wilayah Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan dapat mengamati sejak kontak Umbra I pukul 17.49 WITA atau 18.49 WIT, hingga berakhir pada kontak Umbra IV pukul 21.17 WITA atau 22.17 WIT.

Wilayah Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo dapat menyaksikan mulai kontak Umbra II pukul 18.03 WIB atau 19.03 WITA hingga berakhir pukul 20.17 WIB atau 21.17 WITA.

Sementara, Sumatra Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat dapat melihat gerhana pada puncaknya pukul 18.33 WIB hingga berakhir pukul 20.17 WIB.

Adapun Aceh dan Sumatra Utara dapat menyaksikan mulai kontak Umbra III pukul 19.03 WIB hingga berakhir pukul 20.17 WIB.

Arsad berharap, momentum gerhana bulan di Bulan Ramadan ini dapat memperkuat solidaritas dan menjadi ruang doa bersama bagi keselamatan bangsa.

“Selain melaksanakan salat sunah gerhana, umat Islam dianjurkan bertakbir dan bershalawat, memperbanyak zikir dan istigfar, bersedekah, serta memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa dan negara,” imbuhnya. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like