NarayaPost – Habib Rizieq Disambut Sholawat di Tarakan. Suasana Pelabuhan SDF Tengkayu 1, Tarakan, Kalimantan Utara, pada Sabtu siang 20 September 2025 berubah menjadi lautan manusia. Ribuan warga berpakaian putih tampak antusias menunggu kedatangan ulama ternama, Habib Rizieq Shihab. Lantunan sholawat menggema di udara, berpadu dengan alunan hadrah yang dimainkan oleh kelompok-kelompok pengiring. Momentum itu seolah menjadi bukti eratnya hubungan tokoh agama dengan masyarakat setempat yang penuh semangat spiritual.
Sejak siang hari, massa sudah mulai memadati area dermaga. Mereka berdiri berdesakan di sepanjang jalur kedatangan, membawa atribut religius seperti sorban, peci, dan bendera bertuliskan kalimat tauhid. Kehadiran mereka tidak hanya dari Tarakan, tetapi juga dari berbagai daerah lain di Kalimantan Utara. Banyak yang datang secara rombongan menggunakan mobil maupun kapal kecil demi ikut serta menyambut langsung.
BACA JUGA : Mengapa KPK Belum Tetapkan Tersangka Soal Kasus Kuota Haji Sampai Sekarang?
Sekitar pukul 15.40 WITA, speedboat yang membawa Habib Rizieq mulai merapat ke dermaga utama. Saat sosoknya terlihat menuruni tangga kapal, suara selawat langsung bergema makin keras. Hadrah mengiringi langkah beliau, menciptakan suasana penuh kekhusyukan. Beberapa orang bahkan terlihat meneteskan air mata haru saat bisa melihat langsung tokoh yang mereka nantikan. Habib Rizieq Disambut Sholawat di Tarakan.
Habib Rizieq tampak mengenakan jubah putih lengkap dengan sorban. Beliau berjalan perlahan di antara kerumunan, sambil sesekali melambaikan tangan. Jalur khusus yang dijaga panitia dan aparat keamanan pun seakan sulit menahan arus massa yang berusaha mendekat. Namun, dengan sigap panitia membuat barikade manusia sepanjang hampir 100 meter agar tokoh yang datang tetap bisa melintas menuju mobil yang telah disediakan.
Kepadatan massa yang luar biasa tentu menuntut pengamanan ekstra. Aparat kepolisian bersama panitia penyelenggara bekerja keras mengatur jalannya penyambutan. Polres Tarakan sebelumnya sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar pelabuhan. Jalan utama menuju pusat kota ditutup sebagian untuk memberi ruang konvoi pengawalan.
Rute perjalanan Habib Rizieq diarahkan menuju kediaman Habib Zubair, tokoh agama di Tarakan. Jalur yang dilalui antara lain Jalan Yos Sudarso, Simpang Sebengkok, hingga Simpang Selumit Dalam. Sepanjang perjalanan, masyarakat yang berdiri di pinggir jalan juga melambaikan tangan sambil melantunkan doa.
Kedatangan Habib Rizieq di Tarakan tidak hanya disambut oleh masyarakat muslim setempat, tetapi juga mendapat dukungan dari lembaga-lembaga budaya lokal. Sejumlah tokoh adat menegaskan bahwa penyambutan ini adalah bagian dari penghormatan terhadap ulama sekaligus bentuk menjaga kerukunan.
Beberapa perwakilan masyarakat Melayu dan Tidung bahkan mengenakan pakaian adat saat hadir di pelabuhan. Mereka menilai bahwa kehadiran tokoh agama di Tarakan harus dipandang sebagai momentum untuk memperkuat identitas religius sekaligus kebersamaan masyarakat. Sikap ini menunjukkan bahwa acara tersebut bukan hanya sekadar agenda keagamaan, melainkan juga ajang kebudayaan dan silaturahmi.
Meski suasana penuh kegembiraan, kerumunan padat tentu menimbulkan tantangan tersendiri. Beberapa kali sempat terjadi dorong-dorongan karena massa ingin mendekat. Kondisi ini bisa berisiko bagi keselamatan, terutama anak-anak dan orang tua yang juga hadir dalam acara penyambutan.
Petugas medis disiagakan di beberapa titik untuk mengantisipasi jika ada jamaah yang kelelahan atau pingsan akibat berdesakan. Panitia juga berulang kali mengingatkan agar masyarakat menjaga jarak dan mendahulukan keselamatan. Namun, antusiasme massa membuat situasi tetap penuh sesak hingga tokoh yang dinanti berhasil masuk ke dalam kendaraan.
Di balik kemeriahan, acara penyambutan ini sarat makna spiritual. Lantunan selawat yang mengiringi kedatangan Habib Rizieq menjadi pengingat pentingnya menjaga kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Para pendukung menilai momen tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap ulama sekaligus simbol persatuan umat.
Tokoh masyarakat setempat berharap agar kehadiran Habib Rizieq dapat membawa pesan damai, menyejukkan, dan mempererat persaudaraan lintas kalangan. Masyarakat Tarakan dikenal sebagai komunitas yang multietnis dan multikultural. Oleh karena itu, penyambutan akbar ini juga diharapkan tidak menimbulkan perpecahan, melainkan memperkokoh semangat kebersamaan.
BACA JUGA : Ragam Kritik Program Makan Bergizi Gratis dari Berbagai Pihak
Kedatangan Habib Rizieq Disambut Selawat di Tarakan menjadi sebuah peristiwa besar yang menarik perhatian publik. Dari suasana dermaga yang dipenuhi massa berpakaian putih, alunan selawat dan hadrah, hingga dukungan budaya lokal yang ikut serta, semua menggambarkan kehangatan penyambutan seorang ulama di tengah masyarakat.
Meski kerumunan yang padat menimbulkan tantangan pengamanan, acara tetap berlangsung khidmat. Hal ini menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap tokoh agama yang mereka hormati. Lebih dari sekadar penyambutan, peristiwa ini mencerminkan semangat religius, kebudayaan, dan harapan akan persatuan serta kedamaian di Tarakan dan Kalimantan Utara.