“Nggak ada (dampak), saya untung kalau dia mundur, bukan saya yang bayar juga gajinya, nggak ada (dampak) ke fiskal. Kalau saya pikir ini sinyal yang positif,” kata Purbaya kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
BACA JUGA : Venezuela Harus Izin Amerika Jika Pakai Uang Hasil Jual Minyak
Dengan pengunduran diri Dirut BEI, kata Purbaya, investor akan melihat bahwa pemerintah merespons keruntuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan cepat dan sungguh-sungguh. Ke depan, investor diklaim akan lebih yakin untuk berinvestasi di pasar modal.
“Artinya investor di pasar modal maupun di riil sektor lihat bahwa kita meng-handle masalah dengan cepat dan sungguh-sungguh. Jadi yang tadinya ragu-ragu, mestinya akan lebih yakin, bahwa arah ke depan agak lebih baik. Jadi mereka akan investasi di pasar modal maupun di riil sektor, di FDI,” ujar Purbaya dengan optimis.
Lebih lanjut, Purbaya kembali menekankan bahwa pengunduran diri Dirut BEI sebagai sinyal positif bagi orang yang mengerti pasar modal.
“Wah ini positif kalau orang yang ngerti mah. Kalau yang ngerti mah, buy, serok-serok,” imbuh Purbaya.
BACA JUGA : Ubah Rezim Iran Lebih Susah Daripada Gulingkan Nicolas Maduro
Purbaya menganggap pengunduran diri Dirut BEI sebagai bentuk tanggung jawab menyusul IHSG rontok dua hari terakhir. Iman Rachman dianggap memiliki kesalahan fatal yakni tidak menindaklanjuti laporan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) hingga membuat runtuhnya IHSG.
“Karena dia kan tidak mem-follow-up masukan atau pertanyaan dari MSCI. Itu kesalahan yang fatal di situ sehingga kita mengalami koreksi yang dalam kemarin, yang kalau nggak cepat dibetulin kan bisa mengganggu yang lain-lain, dianggapnya ekonominya nggak stabil padahal kan saya perbaiki ekonomi dengan sungguh-sungguh,” ujar Purbaya.
Peristiwa ini, pasca IHSG rontok menunjukkan bahwa dalam kondisi volatilitas tinggi sekalipun, pemerintah dan otoritas pasar modal tetap memiliki roadmap dan strategi untuk menjaga kepercayaan investor serta menavigasi risiko pasar secara proporsional. Analisis pasar juga menunjukkan bahwa langkah semacam ini diharapkan mampu meminimalkan efek jangka pendek dan memperkuat landasan bagi pemulihan indeks saham ke depannya.