NarayaPost – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan sejumlah alasan yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menembus level 10.000 pada 2026.
Keyakinan tersebut disampaikan Purbaya menanggapi kinerja positif IHSG pada awal perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2026, Jumat (2/1/2026). Pada pembukaan perdagangan, IHSG tercatat menguat 37,130 poin atau 0,43 persen ke posisi 8.684,069.
“Kan tadi naik. Saya pikir memang itu ada optimisme di pasar atau pelaku pasar bahwa kita akan membaik terus ke depan,” ujar Purbaya kepada wartawan usai menghadiri acara pembukaan perdagangan BEI 2026 di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/1/2026).
BACA JUGA: Indonesia Berambisi Luncurkan Satelit dan Roket Sebelum 2040
Menurutnya, penguatan pasar saham menjadi cerminan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia. Ia menilai kondisi fundamental ekonomi nasional saat ini jauh lebih kuat dan memiliki ruang untuk terus tumbuh sepanjang tahun.
“Kalau saya lihat fondasi ekonominya yang sudah ada membaik sekarang tahun ini akan lebih baik lagi karena kebijakan kita dengan BI sudah amat sinkron,” jelasnya.
Purbaya menekankan, keselarasan antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi faktor kunci yang mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Dengan koordinasi tersebut, ia menilai target pertumbuhan ekonomi di kisaran 6 persen bukan sesuatu yang sulit dicapai.
“Harusnya ekonomi akan tumbuh lebih cepat, 6 bukan mustahil dicapai tahun ini jadi pelaku pasar siap-siap saja,” tuturnya. Ia juga menegaskan bahwa peluang IHSG menembus level psikologis baru pada tahun ini sangat terbuka dan bukan sekadar spekulasi.
“Tahun ini 10.000 [IHSG]. Itu bukan angka yang mustahil dicapai,” tegas Bendahara Negara tersebut.
Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa saat ini pengelolaan ekonomi nasional berada dalam koordinasi penuh antara dirinya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, serta para pemangku kebijakan lain. Menurutnya, kondisi ini membuat perumusan dan pelaksanaan kebijakan ekonomi jauh lebih solid dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dari pertumbuhan ekonomi yang baik, lebih baik dibanding tahun lalu, sekarang setahun penuh ini saya sudah pegang ekonominya lah sama gubernur BI dan lain-lain, kalau [tahun] kemarin saya masih separuh-separuh,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya juga mengingatkan para investor agar mampu membaca peluang dan tidak melewatkan momentum penguatan pasar saham.
“Investor-investor yang jeli, jangan sampai ketinggalan,” ucapnya.
BACA JUGA: Negara yang Naikkan Pajak Turis: Dampak & Daftar Terbaru
Menanggapi isu penertiban saham-saham yang kerap memicu distorsi harga atau dikenal sebagai saham “gorengan”, Purbaya menyebut pemerintah masih mencermati langkah pengawasan yang disiapkan oleh BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sementara terkait kemungkinan pemberian insentif kepada BEI untuk mendukung penertiban praktik saham gorengan, ia menyatakan hingga kini belum ada permintaan resmi yang diajukan.
“Belum. Mereka [BEI] belum minta insentif. Kalau mereka minta insentif, saya akan tanya apa prestasinya, berapa orang [saham gorengan] yang ditangkap,” pungkas Purbaya.