Indikator Pertumbuhan Ekonomi RI Sedang Disusun!

Ilustrasi Ekonomi. Dok. Bapedda.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir menegaskan pentingnya penyusunan indikator bersama dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, serta memperkuat tata kelola pemerintahan daerah. Menurutnya, tanpa ukuran yang sama dan disepakati lintas sektor, berbagai program yang dijalankan berpotensi berjalan sendiri-sendiri dan tidak menghasilkan dampak yang optimal.

Penegasan tersebut disampaikan Tomsi saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penurunan Kemiskinan, Pengangguran, Pengelolaan Lingkungan yang ASRI, dan Penguatan Tata Kelola Penyelenggaraan Pemerintahan di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat (27/2/2026). Forum ini mempertemukan sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga guna menyamakan langkah dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.

Terbangun Komitmen Melalui Penyusunan Indikator Pertumbuhan Ekonomi

Melalui rakor tersebut, Tomsi berharap terbangun komitmen bersama lintas kementerian/lembaga untuk menghadirkan kebijakan berbasis data yang terukur dan berkelanjutan. Ia menilai, pendekatan berbasis data menjadi kunci agar intervensi pemerintah tepat sasaran dan tidak sekadar bersifat administratif. Dengan indikator yang jelas dan disepakati bersama, upaya penurunan angka kemiskinan dan pengangguran diyakini akan lebih efektif serta berdampak nyata bagi masyarakat.

BACA JUGA: Bahrain Hingga Arab Saudi Jadi Sasaran Serangan Balasan Iran

Ia menjelaskan, langkah awal yang perlu dilakukan adalah memastikan ketersediaan data dasar di setiap kabupaten/kota. Data tersebut harus mutakhir, terverifikasi, dan dapat diakses oleh seluruh pemangku kepentingan. Setelah itu, seluruh pihak perlu menyamakan persepsi terhadap indikator yang digunakan sebelum melakukan pembahasan lebih lanjut, sebagaimana mekanisme pengendalian inflasi yang selama ini rutin dilakukan pemerintah pusat dan daerah. “Persepsi kita perlu sama, baru kita mencoba untuk mengurai masalah,” ujarnya.

Tomsi juga mengusulkan agar rakor terkait pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, dan pengangguran dapat dilaksanakan secara berkala, minimal satu kali dalam sebulan. Dengan pola pertemuan rutin, perkembangan di setiap daerah dapat terukur dan dievaluasi secara konsisten dari waktu ke waktu. Evaluasi berkala tersebut diharapkan mampu mengidentifikasi hambatan secara dini sekaligus merumuskan solusi yang lebih responsif.

Konsistensi Agar Inflasi Tetap Terjaga

“Mudah-mudahan pertemuan sore hari ini kita membawa suatu keberkahan, dan tindak lanjutnya kita bisa konsisten setiap bulan, seperti menangani masalah inflasi,” tegasnya. Ia menekankan, konsistensi dan kedisiplinan dalam memantau indikator menjadi faktor penting agar kebijakan tidak berhenti pada tataran wacana.

Dalam kesempatan itu, Tomsi juga berharap dukungan penuh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dalam penyediaan dan penguatan data. Ia secara khusus meminta kontribusi dari jajaran BPS agar data yang digunakan benar-benar akurat, reliabel, dan dapat dipertanggungjawabkan secara metodologis. Menurutnya, kualitas data sangat menentukan kualitas kebijakan yang diambil pemerintah.

BACA JUGA: Iran Hadapi Operasi Singa Mengaum, Khamenei Diungsikan

“Tentunya, kalau untuk data ini, kami mohon dari Pak Waka BPS nantinya, yang tentunya banyak sekali untuk memberikan kontribusi terhadap data-data tersebut,” ungkapnya. Ia menilai sinergi antara Kemendagri dan BPS menjadi fondasi penting dalam merumuskan indikator bersama yang komprehensif.

Sederet Pejabat yang Turut Hadir

Rakor ini turut dihadiri Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi, Sekjen Kementerian Sosial Robben Rico, Inspektur Jenderal Kemendagri Sang Made Mahendra Jaya, serta Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kemendagri Muhamad Valiandra. Kehadiran para pejabat lintas lembaga tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat koordinasi dan integrasi kebijakan.

Menutup sambutannya, Tomsi menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh peserta dan berharap forum tersebut menjadi ruang diskusi yang produktif. “Sore hari ini, kita harapkan, sambil menunggu berbuka, ada hal-hal yang mungkin bisa kita sharing bersama,” katanya. Ia optimistis, dengan indikator yang selaras dan komitmen bersama, agenda penurunan kemiskinan dan pengangguran dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan di seluruh daerah.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like