Indonesia Kawal Gencatan Senjata Israel-Hamas di Gaza Palestina

Peserta Aksi Indonesia Lawan Genosida di Monas, Jakarta Pusat, Minggu ,(12/10/2025).
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost, Jakarta – Ribuan orang menggelar aksi bertajuk ‘Indonesia Lawan  Genosida,’ di kawasan Patung Kuda, Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (12/10/2025).

Aksi Indonesia Lawan  Genosida yang digelar untuk memperingati dua tahun genosida terhadap warga Gaza, Palestina oleh Israel ini, dimulai sejak subuh hingga berakhir sekitar pukul 09.45 WIB.

Aksi diisi dengan orasi dukungan proses gencatan senjata antara  Hamas dan Israel.

Jalan Merdeka Barat menuju MH Thamrin dibuka usai peserta aksi meninggalkan lokasi.

Peserta  aksi yang mayoritas berpakaian putih dan membawa bendera, syal, serta ikat kepala Palestina itu, sebelumnya memadati ruas jalan protokol tersebut.

BACA JUGA: Serangan Israel Berlanjut Setelah Gencatan Senjata

 Peserta aksi juga banyak yang membantu memunguti sampah di lokasi aksi damai tersebut.

“Saya sudah sejak subuh di Monas, sekitar jam 10 massa bubar,” kata Nia, salah satu peserta aksi asal Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

“Hari ini tidak ada penggalangan dana untuk rakyat Palestina, cuma seruan damai aja,” imbuh Nia.”Hari ini tidak ada penggalangan dana untuk rakyat Palestina, cuma seruan damai aja,” imbuh Nia.

Polisi Kerahkan 1.722 Personel

Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan 1.722 personel gabungan untuk mengamankan aksi damai ini.

“Seluruh personel pengamanan  diinstruksikan tidak membawa senjata api,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro di lokasi aksi.

Polisi juga menyiapkan posko kesehatan bagi peserta yang kelelahan atau membutuhkan bantuan medis.

Untuk kendaraan peserta aksi, kantong parkir resmi  disediakan di area IRTI dan gedung di kawasan Monas.

Fase Pertama

Israel dan Hamas sepakat melakukan gencatan fase pertama pada Rabu (8/10/2025) lalu, dan mulai berlaku pada Kamis (9/20/2025) pukul 12.00 waktu setempat.

Kesepakatan gencatan senjata termasuk pertukaran tahanan dan sandera, penarikan sebagian pasukan Israel dari Gaza, dan bantuan kemanusiaan dibolehkan masuk Gaza.

Hamas diperkirakan akan menyerahkan sandera sebelum 13 Oktober pukul 12.00 waktu setempat.

Sebanyak 2.000 tahanan Palestina di Israel juga akan dibebaskan.

Hamas juga meminta Israel mengembalikan jenazah pemimpin mereka, Yahya Sinwar dan Mohammed Sinwar, yang diduga disembunyikan.

Sementara, Amerika Serikat mengirimkan sekitar 200 tentara ke Israel, untuk memastikan gencatan senjata di Gaza terwujud.

Dukungan Indonesia

Indonesia menyambut gencatan senjata antara Hamas dan Israel di Gaza, dan menyatakan siap mendukung proses rekonstruksi di wilayah yang hancur lebur akibat agresi Zionis selama dua tahun.

Indonesia memandang gencatan senjata fase pertama tersebut sebagai langkah penting menghentikan kekerasan secara permanen di Gaza.

“Diharapkan akses bantuan kemanusiaan segera dibuka secara luas, dan Indonesia siap berpartisipasi aktif dalam mendukung proses rekonstruksi Gaza,” tutur pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI,  Jumat (10/10/2025).

BACA JUGA: AS Salurkan Bantuan Militer Bernilai Miliaran ke Israel

Atas tercapainya gencatan senjata tersebut, Indonesia menegaskan pentingnya setiap butir kesepakatan dilaksanakan oleh semua pihak dengan penuh iktikad baik.

Indonesia turut mendorong masyarakat internasional memanfaatkan momentum gencatan senjata ini untuk menghidupkan kembali proses perdamaian di Palestina, dan upaya implementasi solusi dua negara berdasarkan kesepakatan internasional.

Langkah ini  harus bermuara pada berdirinya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, sesuai resolusi dan hukum internasional yang disepakati.

Pemerintah Indonesia juga menyampaikan penghargaan kepada Amerika Serikat, Mesir, Qatar, dan Turki, yang berperan sebagai mediator dalam upaya mencapai gencatan senjata untuk mengakhiri agresi Israel di Gaza.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan, Hamas dan Israel telah menandatangani tahap pertama kesepakatan Gaza yang diusulkan AS, Rabu (8/10/2025).

Terpisah, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyambut baik pengumuman gencatan senjata, dan perjanjian pembebasan sandera untuk mengatasi konflik di Gaza.

Jumlah korban jiwa akibat genosida Israel di Gaza mencapai 67,173 orang,  dan  169,780 orang  mengalami luka. Sebagian besar korban tewas adalah anak-anak, perempuan, lansia, petugas medis, relawan kemanusiaan, hingga wartawan. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like