NarayaPost – FIFA resmi merilis pembaruan ranking terbarunya. Di kawasan Asia Tenggara, Thailand berhasil kembali menembus 100 besar setelah sebelumnya terlempar, sementara Timnas Indonesia harus turun ke posisi 122. Pembaruan peringkat tersebut diumumkan pada Jumat (17/10), usai berakhirnya rangkaian laga FIFA Matchday.
Dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Timnas Indonesia sudah memasuki ronde keempat. Sayangnya, Garuda harus menelan dua kekalahan, yakni dari Arab Saudi dengan skor 2-3 dan dari Irak 0-1.
Sementara itu, negara-negara Asia Tenggara lainnya mengikuti Kualifikasi Piala Asia 2027. Thailand dan Malaysia tampil impresif dengan hasil kemenangan beruntun.
BACA JUGA: Venezuela Ajukan Gugatan ke PBB soal Serangan AS
Dampak dari hasil di FIFA Matchday membuat posisi Indonesia merosot tiga peringkat, kini berada di urutan ke-122 dunia. Sebaliknya, Thailand berhasil melesat naik lima peringkat ke posisi ke-96 setelah menaklukkan Taiwan dua kali dengan skor 6-1 dan 2-0.
Malaysia juga menunjukkan performa gemilang dengan dua kemenangan besar atas Laos, 5-1 dan 3-0, yang mengantar mereka naik lima strip ke peringkat 118, melewati Indonesia. Sementara itu, Vietnam menang atas Nepal dengan skor 1-0 dan 3-2, membuat mereka naik tiga posisi ke peringkat 111.
FIFA Matchday selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada pertengahan November. Hingga kini belum ada informasi mengenai siapa lawan Timnas Indonesia pada laga uji coba mendatang. Namun sebelum itu, PSSI perlu lebih dulu mencari pengganti Patrick Kluivert.
Perubahan peringkat FIFA terbaru menjadi refleksi nyata dari dinamika sepak bola Asia Tenggara yang semakin kompetitif. Timnas Indonesia yang harus turun tiga peringkat ke posisi 122 menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah besar dalam meningkatkan konsistensi dan performa di level internasional. Kekalahan tipis dari Arab Saudi dan Irak memperlihatkan bahwa skuad Garuda memiliki potensi, namun masih perlu pembenahan dalam strategi dan mental bertanding.
Di sisi lain, kebangkitan Thailand dan Malaysia menjadi bukti bahwa kontinuitas program, kestabilan pelatih, serta dukungan federasi yang solid mampu memberikan hasil positif. Thailand berhasil kembali ke 100 besar dunia berkat kemenangan meyakinkan atas Taiwan, sedangkan Malaysia melesat ke peringkat 118 setelah dua kali mengalahkan Laos dengan skor besar.
Capaian ini tidak hanya menegaskan dominasi mereka di kawasan, tetapi juga menjadi cermin bagi Indonesia bahwa perencanaan jangka panjang dan kejelasan arah pembinaan menjadi kunci keberhasilan.
BACA JUGA: Koalisi Masyarakat Sipil Nilai Rezim Prabowo-Gibran Tuna Etika
Vietnam yang kini duduk di posisi 111 pun menegaskan tren positif sepak bola ASEAN. Mereka menunjukkan bahwa peningkatan performa di ajang regional dan internasional bisa dicapai dengan sistem yang matang serta regenerasi pemain yang berkelanjutan.
Harapan besar tetap tertuju pada Garuda agar mampu bangkit, bukan hanya untuk memperbaiki posisi di ranking FIFA, tetapi juga untuk membuktikan bahwa Indonesia mampu bersaing sejajar dengan negara-negara kuat di kawasan Asia Tenggara.
Thailand menempati posisi tertinggi di kawasan dengan berada di peringkat ke-96 dunia, naik lima peringkat dengan total 1.235 poin. Di bawahnya, Vietnam menempati posisi ke-111 setelah naik tiga peringkat dengan raihan 1.183,62 poin.
Malaysia menunjukkan peningkatan signifikan dengan naik lima posisi ke peringkat 118 dan mengantongi 1.161,53 poin. Sementara itu, Indonesia harus turun tiga peringkat dan kini berada di urutan ke-122 dengan total 1.144,73 poin.
Filipina berada di posisi ke-141 setelah naik dua peringkat dengan 1.081,44 poin, disusul Singapura yang juga naik dua posisi ke peringkat 155 dengan 1.030,49 poin. Myanmar justru mengalami penurunan tiga peringkat dan kini menempati posisi ke-163 dengan 990,81 poin.
Kamboja mengalami sedikit kenaikan, naik satu peringkat ke posisi 179 dengan 910,21 poin. Namun, Brunei turun dua peringkat ke posisi 185 dengan 881,74 poin, diikuti Laos yang merosot tiga peringkat ke posisi 188 dengan 877,05 poin. Timor Leste menjadi tim dengan peringkat terendah di kawasan, menempati posisi 197 dunia setelah turun tiga strip dengan 840,27 poin.