NarayaPost – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Rabu (4/2/2026) meresmikan pangkalan baru rudal bawah tanah.
Kantor berita semi-resmi Fars melaporkan, pangkalan tersebut diresmikan saat kunjungan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Abdolrahim Mousavi dan Komandan Divisi Dirgantara IRGC Seyed Majid Mousavi.
Selama kunjungan tersebut, kemampuan dan kesiapan operasional unit rudal IRGC dinilai, dan para komandan senior angkatan bersenjata Iran diinformasikan mengenai kemajuan dan kesiapan unit strategis tersebut.
Di pangkalan rudal baru itu, Mousavi menyebut Iran berhasil memperkuat kemampuan pencegahan serangan musuh, dengan meningkatkan rudal balistik dalam semua dimensi teknis.
“Kami siap menghadapi tindakan apa pun dari musuh.”
“Selain itu, setelah perang 12 hari (dengan Israel pada Juni tahun lalu), kami telah mengubah doktrin militer kami dari defensif menjadi ofensif, berdasarkan pendekatan pelaksanaan operasi skala besar dan secepat kilat, sambil mengadopsi peperangan asimetris dan strategi militer yang menghancurkan,” paparnya.
Pada Minggu (1/2/2026), Mousavi memperingatkan, respons Iran terhadap kesalahan apa pun yang dilakukan AS akan memicu perang regional.
“Kesalahan sekecil apa pun akan memberi Iran kebebasan untuk bertindak.”
“Tidak akan ada warga Amerika yang aman, dan perang regional akan membakar AS bersama sekutunya,” cetus Mousavi.
Perundingan Terancam Batal
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, Iran berupaya memulai kembali program nuklirnya, setelah dibom AS tahun lalu.
“Mereka mencoba kembali ke lokasi itu.”
“Mereka bahkan tidak bisa mendekatinya, kehancurannya total.”
“Namun, mereka berpikir untuk memulai lokasi baru di bagian lain negara itu.”
“Kami mengetahuinya.”
“Saya berkata, jika kalian melakukan itu, kami akan melakukan hal-hal yang sangat buruk kepada kalian,” tutur Trump kepada NBC News, Rabu (4/2/2026), di tengah persiapan perundingan Iran dan AS terkait program nuklir Iran, pada Jumat di ibu kota Oman, Muscat.
BACA JUGA: Donald Trump: Iran Tidak Boleh Punya Nuklir!
Perundingan itu sempat diragukan kelangsungannya awal pada pekan ini, tetapi seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi kepada Anadolu, pembicaraan tersebut memang akan berlangsung.
Iran juga menyatakan perundingan akan tetap dilanjutkan.
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan, pembicaraan akan dimulai pada Jumat pagi.
Sebelumnya, Media AS Axios melaporkan, Washington telah memberi tahu Teheran, pihaknya tidak akan menyetujui tuntutan untuk mengubah lokasi atau format perundingan yang dijadwalkan pada Jumat.
“Kami mengatakan kepada mereka, pilihannya adalah ini atau tidak sama sekali, dan mereka berkata, Baik, kalau begitu tidak sama sekali,” ucap seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.
Sebelumnya, media Iran melaporkan, Iran dan AS dijadwalkan menggelar perundingan tidak langsung pada Jumat di Muscat, dengan fokus pada isu-isu terkait nuklir.
BACA JUGA: Iran Siap Tak Bikin Senjata Nuklir Asal Amerika Cabut Sanksi
Sebelum Muscat, Istanbul sempat diusulkan sebagai lokasi perundingan, menyusul keberhasilan Turki membantu meredakan ketegangan antara kedua negara.
Jika pihak Iran bersedia kembali ke format awal perundingan, AS siap bertemu pekan ini atau pekan depan.
Namun, kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, mengutip sebuah sumber yang mengatakan Washington berupaya mengangkat isu-isu di luar kerangka nuklir, termasuk masalah pertahanan.
Rencana perundingan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, yang dipicu oleh peningkatan kehadiran militer AS di Teluk Persia, serta ancaman aksi militer yang berulang kali dilontarkan oleh Trump.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah negara menawarkan diri sebagai mediator antara Teheran dan Washington untuk meredakan ketegangan.
AS dan sekutunya, Israel, menuduh Iran berupaya memproduksi senjata nuklir, sementara Teheran menegaskan program nuklirnya ditujukan untuk tujuan damai, termasuk pembangkit listrik.
Pangkalan Baru Rudal Bawah Tanah
(*)