Iran dan AS Gencatan Senjata, IRGC: Kami Tidak Percaya Janji

NarayaPost – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) bakal menanggapi setiap potensi serangan, meskipun sudah ada pengumuman gencatan senjata oleh Teheran dan Washington.

“Para pelindung Bangsa Iran yang tanpa pamrih kini telah melaksanakan perintah Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei.”

“Kami tidak percaya pada janji.”

“Kami akan menanggapi setiap agresi, bahkan di tingkat yang lebih tinggi,” bunyi pernyataan IRGC.

IRGC menambahkan, Teheran akan selalu waspada dan siap sedia membalas jika diserang.

IRGC juga telah melancarkan gelombang ke-100 Operasi True Promise 4 semalam, dengan lebih dari 25 sasaran strategis telah diserang, termasuk 13 fasilitas energi di seluruh Timur Tengah.

BACA JUGA: Gencatan Senjata Dua Minggu, Trump Penuhi 10 Tuntutan Iran

Fasilitas-fasilitas tersebut termasuk pabrik petrokimia milik perusahaan Amerika Serikat (AS) ExxonMobil dan Dow Chemical di Arab Saudi, fasilitas minyak perusahaan AS di pelabuhan minyak utama Saudi di Yanbu, serta fasilitas milik ExxonMobil di Qatar.

Mereka juga menyerang fasilitas perusahaan Bapco Bahrain, kilang minyak milik AS di Uni Emirat Arab (UEA), fasilitas minyak di Pelabuhan Fujairah UEA, kilang Al-Ahmadi di Kuwait, fasilitas Dolphin Gas Company di Qatar, “pulau minyak” Zirku di UEA, serta beberapa sasaran lainnya.

Pilih Gencatan Senjata Atau Perang Berkelanjutan

Iran mengingatkan AS untuk memilih antara gencatan senjata atau perang berkelanjutan melalui Israel.

“Syarat-syarat gencatan senjata Iran-AS jelas dan eksplisit, Amerika harus memilih antara gencatan senjata atau perang berkelanjutan melalui Israel.”

“AS tidak dapat memiliki keduanya,” tulis Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di X, Rabu (8/4/2026).

Araghchi menambahkan, dunia melihat pembantaian di Lebanon.

“Bola ada di tangan Amerika dan dunia, sedang mengamati apakah AS akan bertindak sesuai komitmennya,” katanya.

Mengutip sumber terpercaya, kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan, Teheran akan menarik diri dari kesepakatan gencatan senjata dengan AS, jika Israel terus melanggarnya melalui serangan terhadap Lebanon.

BACA JUGA: Trump dan Iran Saling Ancam Bawa-bawa Neraka

Israel mengeklaim menyerang lebih dari 100 lokasi dalam waktu 10 menit di berbagai wilayah di Beirut, Lembah Beqaa, dan Lebanon selatan, dalam serangan terkoordinasi terbesar sejak dimulainya serangan terbaru di Lebanon.

Sambil secara bersamaan menyerang Iran sejak 28 Februari lalu, Israel melancarkan serangan udara dan serangan darat di Lebanon selatan, sejak serangan lintas batas oleh kelompok pejuang Hizbullah pada 2 Maret.

Agresi itu tetap dilakukan, meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak November 2024.

Setelah mediasi Pakistan, Presiden AS Donald Trump pada Selasa (7/4/2026) mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran, dan mengatakan Teheran mengajukan proposal 10 poin yang dapat diterapkan untuk negosiasi.

Pengumuman itu disampaikan kurang dari dua jam, sebelum berakhirnya tenggat waktu yang ditetapkan Trump bagi Iran, untuk membuka kembali Selat Hormuz dan bernegosiasi, atau Teheran akan menghadapi kehancuran seluruh peradaban.

Mengancam Lagi

Presiden AS Donald Trump kembal mengeluarkan ancaman, di tengah gencatan senjata.

Ia mengatakan, seluruh kapal, pesawat, dan personel militer AS, bersama tambahan amunisi dan persenjataan, akan tetap berada di dalam dan di sekitar Iran, hingga kesepakatan nyata yang dicapai sepenuhnya dipatuhi.

“Jika karena alasan apa pun hal itu tidak terjadi, yang sangat kecil kemungkinannya, maka penembakan akan dimulai dengan skala yang lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat dari yang pernah dilihat sebelumnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesepakatan mengenai tidak ada senjata nuklir sebenarnya telah dicapai sejak lama, meski terdapat retorika palsu yang menyatakan sebaliknya.

“Tidak ada senjata nuklir dan Selat Hormuz akan terbuka serta aman.”

“Untuk sementara, militer besar kami sedang mempersiapkan diri dan beristirahat, serta menantikan langkah berikutnya,” beber Trump. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like