Iran Kasih Syarat Ini Jika Amerika Ingin Gencatan Senjata

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Iran membuka peluang melakukan gencatan senjata.

Namun, Negeri Para Mullah itu punya satu syarat sebelum melakukannya.

Iran meminta Amerika Serikat (AS) lebih dulu menjelaskan alasan mereka melakukan agresi bersama Israel.

“Mereka harus menjelaskan mengapa mereka memulai agresi ini, sebelum kami sampai ke titik untuk mempertimbangkan gencatan senjata.”

“Tentu saja tidak ada yang ingin melanjutkan perang ini.”

“Kami dipaksa oleh Amerika Serikat, Israel.”

BACA JUGA: Amerika Tiru Taktik Iran Pakai Drone Murah di Palagan

“Mereka, Anda tahu, telah memulai perang ini tanpa provokasi, tanpa alasan, dan secara ilegal.”

“Dan apa yang kami lakukan saat ini adalah tindakan sah membela diri, dan kami memiliki hak penuh untuk melakukan itu,” tutur Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kepada NBC News, Minggu (8/3/2026).

Araghchi membantah Iran sengaja menyerang negara-negara tetangganya di Timur Tengah.

Menurutnya, Iran melakukan serangan balasan terhadap pangkalan dan aset milik militer AS yang berada di kawasan tersebut.

“Salah jika Anda menganggap Iran menyerang negara-negara tetangganya.”

“Tidak, kami tidak menyerang negara-negara tetangga kami.”

BACA JUGA: Galau Politik Tak Bebas Aktif Prabowo

“Kami menyerang pangkalan-pangkalan Amerika, instalasi Amerika, aset Amerika, yang sayangnya berlokasi di wilayah negara-negara tetangga kami.”

“Jadi, kami tidak menyerang negara-negara tetangga kami.”

“Kami menyerang orang-orang Amerika yang menyerang kami,” tegas Araghchi.

Aset Ekonomi AS Masuk Daftar Target

Iran kini memasukkan aset ekonomi AS ke dalam daftar target serangan.

Mengutip seorang pejabat Iran yang berbicara secara anonim, Fars News Agency pada Minggu (8/3/2026) menyebut Teheran telah merevisi strategi penargetannya, sehingga tidak lagi hanya fokus pada target militer AS dan Israel.

Menurut pejabat itu, Iran telah memperluas daftar target dengan memasukkan modal dan kepentingan Amerika.

Ia mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah muncul berbagai pernyataan dari para pejabat AS dan Israel yang ia sebut sebagai ancaman langsung terhadap rakyat Iran.

Pada Minggu malam, AS dan Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan fasilitas penyimpanan minyak Iran di Teheran dan sekitarnya.

Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah fasilitas penyimpanan, termasuk Depo Minyak Shahran.

Keputusan Bersama

Presiden AS Donald Trump mengatakan, keputusan mengakhiri penyerbuan akan dibuat bersama Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu.

“Saya pikir itu bersifat bersama, sedikit banyak.”

“Kami sudah berbicara.”

“Saya akan membuat keputusan pada waktu yang tepat, tetapi semuanya akan dipertimbangkan,” ungkap Trump kepada surat kabar The Times of Israel.

Trump menyampaikan hal itu ketika ditanya apakah akan menjadi satu-satunya pengambil keputusan untuk mengakhiri penyerangan terhadap negara kaya minyak tersebut, atau apakah Netanyahu juga akan memiliki peran dalam keputusan tersebut.

Takan Bertahan Lama

Presiden AS Donald Trump mengancam pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei tidak akan bertahan lama tanpa persetujuannya.

“Dia harus mendapatkan persetujuan dari kami.”

“Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama.”

“Saya tidak ingin orang-orang harus (mengalami situasi ini) kembali dalam lima tahun, dan melakukan hal yang sama lagi, atau lebih buruk lagi, membiarkan mereka memiliki senjata nuklir,” papar Trump kepada ABC News, Minggu.

Trump sebelumnya mengatakan dirinya harus dilibatkan secara pribadi dalam memilih pemimpin Republik Islam berikutnya.

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan beberapa kota Iran lainnya, yang menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, puluhan pejabat senior dan komandan militer, serta ribuan warga sipil. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like