Iran Siap Tak Bikin Senjata Nuklir Asal Amerika Cabut Sanksi

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, perundingan nuklir yang bermakna dengan Amerika Serikat masih mungkin dilakukan, jika rasa percaya Iran dapat dipulihkan. Foto: ft.com
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, perundingan nuklir yang bermakna dengan Amerika Serikat (AS) masih mungkin dilakukan, jika rasa percaya Iran dapat dipulihkan.

Namun, Abbas Araghchi memperingatkan, setiap konfrontasi militer dalam bentuk apa pun akan melebar dan menyeret kawasan yang lebih luas.

Dalam wawancara dengan CNN International, Araghchi mengaku tidak mengkhawatirkan perang, melainkan risiko salah perhitungan yang dipicu oleh informasi keliru serta upaya pihak luar yang mendorong Washington menuju konflik.

Araghchi menyatakan Iran telah kehilangan kepercayaan terhadap AS sebagai mitra perundingan.

Meski demikian, sejumlah negara di kawasan berperan sebagai perantara untuk menyampaikan pesan dan membantu membangun kembali kepercayaan tersebut.

“Sayangnya, kami telah kehilangan kepercayaan terhadap AS sebagai mitra perundingan.”

BACA JUGA: Siaga Hadapi AS, Jenderal Iran: Jari Kami Sudah di Pelatuk

“Kami perlu mengatasi ketidakpercayaan ini,” katanya, Minggu (1/2/2026).

Ia menilai, pertukaran komunikasi yang berlangsung saat ini bersifat produktif, dan dapat mempersiapkan landasan bagi perundingan yang lebih substansial.

Araghchi menekankan, fokus seharusnya ditempatkan pada substansi perundingan, bukan pada formatnya, dan tidak mempermasalahkan apakah kontak tersebut langsung atau tidak langsung.

Merujuk pada tujuan Presiden AS Donald Trump untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir, Araghchi mengatakan Teheran sependapat dengan tujuan tersebut.

“Karena itu, saya melihat adanya kemungkinan pembicaraan lanjutan jika tim perunding AS mengikuti apa yang disampaikan Presiden Trump.”

“Yakni, mencapai kesepakatan yang adil dan setara untuk memastikan tidak ada senjata nuklir.”

BACA JUGA: Arab Saudi Cemas Iran Makin Kuat Jika Amerika Tak Menyerang

“Namun tentu saja, sebagai imbalannya kami mengharapkan pencabutan sanksi,” tuturnya.

Araghchi menolak perluasan agenda perundingan yang mencakup program rudal balistik Iran atau kelompok-kelompok sekutu regionalnya.

Ia mengatakan, para perunding tidak seharusnya mengejar hal-hal yang tidak mungkin.

Terkait kemungkinan perang melawan AS, ia mengatakan konflik semacam itu akan menjadi bencana bagi semua pihak.

Menurutnya, karena pangkalan militer AS tersebar di berbagai negara di kawasan, pertempuran tidak terelakkan akan melibatkan banyak negara.

Araghchi mengatakan Iran telah mengambil pelajaran dari konflik sebelumnya dengan Israel, dan telah menguji kemampuan rudalnya dalam pertempuran nyata, sehingga meningkatkan pemahaman atas kekuatan dan kelemahannya.

“Saya kira kami kini sangat siap.”

“Namun, kesiapan tidak berarti kami menginginkan perang.”

“Kami ingin mencegah perang,” tegasnya.

Menanggapi kekhawatiran yang disampaikan Trump terkait para tahanan di Iran, Araghchi membantah adanya rencana pelaksanaan hukuman mati, terkait kerusuhan baru-baru ini.

Ia mengatakan, hak seluruh orang yang ditangkap dan ditahan, akan Teheran dan Washington dapat, segera segera mencapai kesepakatan nuklir yang adil, dan peluang untuk meraih kesepakatan tersebut tidak boleh disia-siakan.

Pada Sabtu, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani mengatakan, pembentukan struktur perundingan nuklir antara Teheran dan Washington terus mengalami kemajuan, meskipun menghadapi apa yang ia sebut sebagai perang media yang terkoordinasi.

“Jangan membicarakan hal-hal yang mustahil, dan jangan menyia-nyiakan kesempatan untuk mencapai kesepakatan nuklir yang adil dan setara, guna memastikan tidak ada senjata nuklir.”

“Seperti yang saya sampaikan, hal itu dapat dicapai bahkan dalam waktu yang singkat,” cetus Araghchi.

Perang Regional

Presiden AS mengatakan, jika Teheran gagal mencapai kesepakatan nuklir dengan Washington, dunia akan melihat apakah Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei benar dalam memperingatkan serangan AS dapat memicu perang regional.

Dalam sebuah pertemuan di Teheran pada Minggu pagi waktu setempat, Khamenei mengatakan jika AS memulai perang melawan Iran, perang itu akan menjadi perang regional.

“Tentu saja dia akan mengatakan itu.”

“Namun, kami memiliki kapal-kapal terbesar dan terkuat di dunia di sana, sangat dekat, hanya beberapa hari lagi, dan semoga kami bisa mencapai kesepakatan.”

“Kami gagal mencapai kesepakatan, lalu kita akan tahu apakah dia (Khamenei) benar atau tidak,” papar Trump, Minggu.

Turkiye, Mesir, dan Qatar sedang mengatur pertemuan di Ankara pada akhir pekan ini antara utusan khusus Trump, Steve Witkoff, dan sejumlah pejabat tinggi Iran.

Trump belum mengambil keputusan akhir mengenai peluncuran serangan militer terhadap Iran.

Pemerintahan Trump mengerahkan armada serangan kapal induk dan beberapa kapal perang ke Timur Tengah pada akhir bulan lalu.

Di tengah kerusuhan yang sedang berkecamuk di Iran serta meruncingnya ketegangan antara Teheran dan Washington, Trump mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Politico pada bulan lalu, dia meyakini sudah saatnya mencari kepemimpinan baru di Iran.

Khamenei pada Minggu mengatakan, Iran tidak akan memulai perang dan tidak berniat menyerang negara mana pun, tetapi rakyat Iran akan melancarkan pukulan keras terhadap siapa pun yang berupaya menyerang dan mengganggu mereka. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like