Israel Serang Gaza Lagi, AS Bilang Gencatan Senjata Masih Berlaku

Anggota Dewan Perdamaian Gaza yang terdiri dari para pemimpin global, bakal diumumkan pada awal tahun 2026.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Perjanjian gencatan senjata di Gaza kembali ternoda.

Sedikitnya sembilan orang tewas dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Selasa (28/10/2025) malam waktu setempat.

Sebuah serangan menghantam sebuah rumah di kawasan permukiman Sabra di Kota Gaza yang berada di dalam ‘garis kuning’ dan menewaskan empat orang, dan beberapa lainnya hilang tertimbun reruntuhan.

BACA JUGA: TNI Siapkan Satgas Gabungan untuk Jaga Perdamaian di Gaza

‘Garis kuning’ membentang dari Kegubernuran Gaza Utara hingga pinggiran Rafah, di mana pasukan Israel telah menarik pasukannya berdasarkan perjanjian gencatan senjata.

Lima warga Palestina lainnya tewas ketika pasukan Israel menyerang sebuah kendaraan di Khan Younis, yang juga berada di dalam ‘garis kuning’ di Gaza selatan.

Tentara Israel melancarkan rentetan serangan udara dan artileri di Jalur Gaza pada Selasa, setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan ‘serangan segera dan kuat’ di wilayah kantong itu, karena dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh kelompok Hamas.

Serangan udara Israel menghantam kamp pengungsi Shati di sebelah barat Kota Gaza, sementara tembakan artileri menyasar wilayah timur Deir al-Balah di Gaza tengah.

Rudal juga menghantam sekitar Kompleks Medis Shifa di Kota Gaza.

Hamas Membantah

Kelompok Hamas menyangkal penembakan terhadap pasukan Israel di Rafah, Jalur Gaza, dan menuding Israel telah melanggar perjanjian gencatan senjata.

Kelompok perlawanan Palestina itu memastikan komitmen mereka terhadap perjanjian tersebut, yang telah ditandatangani di Mesir dengan dukungan Amerika Serikat (AS).

“Pengeboman kriminal yang dilakukan oleh tentara pendudukan fasis (Israel) di sebagian wilayah Jalur Gaza merupakan pelanggaran nyata terhadap perjanjian gencatan senjata,” kata pihak Hamas.

Media Israel mengatakan eskalasi terjadi setelah pasukan mereka diserang penembak jitu dan peluru anti-tank di Rafah.

Hamas meminta para mediator perjanjian segera bertindak menekan Israel, mencegah eskalasi brutal terhadap warga sipil, menghentikan pelanggaran serius terhadap gencatan senjata, dan memastikan kepatuhan penuh terhadap segala ketentuannya.

Gencatan Senjata Tetap Berlaku

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan, gencatan senjata di Jalur Gaza tetap berlaku, meski Israel melancarkan serangan udara di wilayah kantong Palestina itu.

“Presiden (Donald Trump) mencapai perdamaian bersejarah di Timur Tengah, gencatan senjata masih berlaku.”

“(Namun) ttu tidak berarti tak akan ada pertempuran kecil di sana-sini,” kata Vance, Selasa (28/10/2025).

BACA JUGA: Rentetan Pujian Donald Trump kepada Prabowo Upaya Rayu Indonesia Gabung Abraham Accords?

Hamas atau kelompok perlawanan lain di Gaza baru-baru ini, kata Vnce, menyerang seorang tentara Israel.

“Kami perkirakan Israel akan membalas, tetapi saya pikir perdamaian yang dijanjikan presiden akan bertahan,” tuturnya.

Sebelumnya, PM Israel Benjamin Netanyahu mengatakan, Israel tidak akan meminta izin untuk melancarkan serangan di Gaza atau Lebanon, bahkan setelah menyetujui kesepakatan gencatan senjata.

“Israel adalah negara merdeka. Kami akan mempertahankan diri dengan pasukan kami sendiri, dan kami akan terus mengendalikan takdir kami.”

“Kita tidak meminta persetujuan siapa pun untuk hal ini.”

“Kita mengendalikan keamanan kita,” tegas Netanyahu, Minggu (26/10/2025).

Perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah diberlakukan di Gaza sejak 10 Oktober, berdasarkan rencana perdamaian yang diusulkan Presiden AS Donald Trump.

Fase pertama kesepakatan itu mencakup pertukaran sandera dan tahanan.

Fase berikutnya adalah rekonstruksi Gaza dan pembentukan pemerintahan baru tanpa melibatkan Hamas.

Israel telah menewaskan lebih dari 68.500 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dan melukai lebih dari 170.000 lainnya, dalam gelombang serangan mematikan di Gaza sejak Oktober 2023. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like