NarayaPost – Presiden Amerika Serikat Donald Trump meyakini fase kedua dari rencana gencatan senjata di Gaza bakal terjadi dalam waktu dekat, meski Israel kembali melakukan pelanggaran dengan melakukan serangan.
Ketika ditanya kapan fase kedua akan dimulai, Trump menghindari pertanyaan tersebut, dan hanya mengatakan semuanya berjalan baik.
“Mereka mengalami masalah hari ini dengan sebuah bom yang meledak, melukai beberapa orang cukup parah, mungkin menewaskan beberapa orang,” kata Trump di Gedung Putih, Rabu (3/12/2025).
Israel kembali melakukan serangan di Jalur Gaza selatan, yang menewaskan sedikitnya lima warga Palestina pada Rabu malam, yang merupakan pelanggaran baru terhadap perjanjian gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hamas.
“Mereka memberi tahu saya itu baru saja terjadi, tapi itu berjalan dengan sangat baik.”
“Kita punya perdamaian di Timur Tengah.”
BACA JUGA: Pasukan Perdamaian TNI di Gaza Dipimpin Jenderal Bintang Tiga
“Banyak orang tidak menyadarinya,” tutur Trump.
Serangan tersebut terjadi tak lama setelah kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu mengancam akan merespons sebagaimana mestinya, atas luka yang dialami para tentara Israel dalam bentrokan dengan pejuang Palestina di Rafah.
Sejak Oktober 2023, Israel telah menewaskan lebih dari 70.000 orang yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai hampir 171.000 lainnya dalam serangan di Gaza.
Tiga Fase
Ada tiga fase perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza.
Fase Pertama
Fase pertama akan berlangsung selama 42 hari:
Hamas membebaskan 33 sandera termasuk warga sipil dan tentara perempuan, anak-anak dan warga sipil berusia di atas 50 tahun.
Israel membebaskan 30 tahanan Palestina untuk setiap sandera sipil dan 50 untuk setiap tentara perempuan.
Penghentian pertempuran, pasukan Israel bergerak keluar dari daerah berpendudukan ke pinggiran Jalur Gaza.
Warga Palestina yang mengungsi mulai kembali ke rumah, lebih banyak bantuan memasuki Jalur Gaza.
Pasukan Israel akan mundur ke pinggiran Gaza, dan banyak warga Palestina akan kembali ke sisa-sisa rumah mereka saat bantuan masuk.
Fase Kedua
Fase kedua juga bakal berlangsung selama 42 hari:
Pengumuman kembalinya ketenangan yang berkelanjutan atau penghentian operasi militer dan permusuhan.
Hamas membebaskan sandera laki-laki yang tersisa (tentara dan warga sipil), dengan imbalan sejumlah tahanan Palestina yang belum dinegosiasikan dan penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza.
Fase Ketiga
Jenazah sandera Israel yang telah meninggal ditukar dengan jenazah pejuang Palestina yang telah meninggal.
Pelaksana rencana rekonstruksi di Gaza yang akan dilakukan di bawah pengawasan internasional
Penyeberangan perbatasan untuk pergerakan masuk dan keluar Gaza dibuka kembali.
Betlehem Rayakan Natal Lagi
Pejabat Kota Betlehem, Tepi Barat, Palestina, memulai persiapan perayaan Natal tahun ini, Rabu (3/12/2025), setelah dua tahun absen akibat genosida Israel di Gaza.
Wali Kota Betlehem Maher Nicola Canawati mengatakan, kota tersebut tetap menjadi simbol perdamaian dan harapan, terlepas dari tekanan yang dihadapi warga Palestina.
Ia mengatakan, ketangguhan Betlehem dan pesan kemanusiaannya terus menjadi teladan bagi yang lain.
Menurut Canawati, pohon Natal di Manger Square akan dinyalakan pada Sabtu (6/12/2025), dalam upacara yang dihadiri oleh para pejabat Palestina, diplomat yang ditugaskan sebagai perwakilan untuk Negara Palestina, dan perwakilan dari kota-kota kembar Betlehem di Eropa.
Lebih dari 3,5 juta wisatawan mengunjungi wilayah Palestina pada 2019 sebelum pandemi COVID-19, sebagian besar di Betlehem.
Menteri Pariwisata dan Kepurbakalaan Palestina Hani al-Hayek mengatakan, perayaan tahun ini berlangsung di salah satu masa paling sulit yang dihadapi warga Palestina.
BACA JUGA: Dua Jalan Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza
Menurutnya, pariwisata sangat penting untuk melestarikan warisan Palestina, serta mempertahankan posisi wilayah tersebut di peta pariwisata global.
Kepala Kepolisian Betlehem Murad Qandah mengatakan, semua persiapan keamanan untuk acara penyalaan pohon Natal dan acara terkait telah rampung.
Sebanyak 600 lebih petugas akan dikerahkan.
Unit dukungan dan penyelamatan baru telah dibentuk, untuk meningkatkan respons darurat dan memastikan keamanan pengunjung.
Betlehem, tempat berdirinya Gereja Kelahiran (Church of the Nativity) yang dibangun pada abad ke-4 di atas gua tempat umat Kristen meyakini Yesus dilahirkan, merupakan salah satu destinasi utama bagi peziarah dari seluruh dunia.
Berdasarkan Perjanjian Oslo 1993, otoritas sipil dan keamanan di Betlehem diserahkan kepada Otoritas Palestina pada 1995. (*)