Jokowi Kerahkan Relawan Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Mantan Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan telah memerintahkan kepada relawan Bara JP untuk mendukung Prabowo-Gibran dua periode. Tidak dikira-kira, arahan itu telah disampaikan oleh pria kelahiran asli Solo itu sejak awal.

“Sejak awal saya sampaikan kepada seluruh relawan untuk itu (dukung Prabowo-Gibran dua periode),” ujar Jokowi saat ditanya mengenai pernyataan relawan Bara JP mendapat arahan untuk mendukung Prabowo-Gibran dua periode, Jumat, (19/9/2025).

Tidak berhenti sampai disitu, Jokowi menegaskan lagi bahwa ia memerintahkan relawan untuk mendukung Pemerintahan Prabowo-Gibran dua periode. “Ya memang sejak apa saya perintahkan itu untuk mendukung pemerintahan Prak Presiden Prabowo-Gibran dua periode,” ungkap dia.

BACA JUGA: Lonjakan Kasus Amoeba Pemakan Otak di India: 19 Orang Tewas

Jokowi Enggan Jawab Soal Prabowo-Gibran Kembali Maju 2029

Saat ditanya apakah Prabowo-Gibran akan kembali maju di Pilpres 2029, Jokowi enggan memberikan jawaban. Tapi, Jokowi menjawab bahwa ia telah menyampaikan hal itu kepada relawan. Entah apa yang disampaikan Jokowi, apakah terkait dengan pencalonan dua periode, ataupun perintah-perintah lainnya.

Yang pasti, Jokowi telah mengaku bahwa ia memang memberikan perintah kepada relawan Bara JP itu, untuk mendukung pasangan calon presiden-wakil presiden. Termasuk putra sulungnya yang kini menjabat sebagai wakil presiden.

“Saya sampaikan itu ke relawan (soal dukungan). Karena ada yang bertanya mereka (relawan),” pungkas Jokowi.

Ikut Campur Sejak Awal

Dalam konteks politik, istilah ikut campur diartikan dalam narasi cawe-cawe. Itu berarti keterlibatan pejabat/presiden dalam urusan yang menurut aturan seharusnya dijalankan oleh pihak lain (misalnya partai politik atau lembaga independen).

Tuduhan Jokowi ‘cawe-cawe’ mengacu pada klaim Presiden Joko Widodo (dulu) ikut menentukan atau mempengaruhi proses demokratis seperti pemilihan umum, pilkada, pencalonan dan pengusungan kandidat. Yang padahal, itu termasuk pada bukan peranan resminya sebagai presiden.

Isu cawe-cawe pertama kali terbit dalam Majalah Tempo edisi Oktober 2023, menyebut ada peranan presiden dalam mengusung putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden. Ini dianggap oleh sebagian pihak sebagai bentuk campur tangan. Sebab, meski bukan jabatan formal, keterlibatan presiden melampaui batas.

Campur Tangan Mantan Presiden pada Pilkada 2024

Tidak hanya itu, terdapat pula tuduhan bahwa Jokowi ikut campur dalam Pilkada 2024. Tapi, ia membantah itu, ia mengatakan bahwa urusan Pilkada 2024 merupakan urusan/kewenangan dari partai politik. “Urusan Pilkada 2024 merupakan kewenangan partai politik,” kata Jokowi saat itu.

BACA JUGA: Shell Super di Jabodetabek Langka, SPBU Depok Sampai Kosong

Akan tetapi, terkait dengan banyak tuduhan yang mengarah padanya, Jokowi menyatakan bahwa ia telah pada batasnya, dan banyak tuduhan campur tangan itu tidak benar, bahkan dilebih-lebihkan. Di dalam sengketa Pilpres 2024, Mahkamah Konstitusi (MK) disebut tidak ada bukti cukup untuk menetapkan cawe-cawe Jokowi.

Cawe-Cawe Jokowi Akan Terus Berlanjut?

Isu cawe-cawe mantan presiden pada dasarnya telah muncul sejak beberapa tahun sebelum atau sekitar masa akhir ia menjabat sebagai kepala negara, terutama menjelang Pemilu dan Pilkada 2024. Tuduhan itu, bahkan, tercurah pada beberapa titik pengusungan kandidat, termasuk anaknya, intervensi Pilkada dan peran politik partai.

Namun, banyak tuduhan sendiri belum dibuktikan secara hukum atau melalui lembaga resmi, dan ia telah menyatakan bahwa banyak tuduhan tidak benar serta berada di luar kewenangannya. Tapi, kini pria kelahiran Solo itu justru memerintah relawan Bara JP untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran. Bahkan ia memerintahkan relawan pula untuk mendukung pasangan calon tersebut maju kembali, untuk periode kedua.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like