NarayaPost – Kepala Badan Ekonomi Syariah Kadin Indonesia, Titi Khoiriah, kembali menunjukkan kiprah aktif Indonesia di panggung global dengan tampil sebagai pembicara dalam sesi panel internasional. Titi menjadi panelis pada ajang bergengsi Makkah Halal Forum yang digelar pada 14 Februari 2026 di Makkah, Arab Saudi.
Forum ini mempertemukan para pemimpin industri halal, regulator, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan global untuk membahas arah dan masa depan industri halal dunia. Dalam kesempatan tersebut, Titi menegaskan pentingnya positioning strategis Indonesia dalam membangun, memperkuat, dan memimpin ekosistem halal global yang semakin kompetitif dan terintegrasi lintas negara.
Dalam paparannya yang berjudul “Potensi dan Peran Indonesia pada Global Halal Ecosystem”, Titi menekankan bahwa Indonesia memiliki modal struktural dan demografis yang sangat kuat untuk menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi halal dunia. Dengan populasi muslim terbesar di dunia, pasar domestik yang luas, serta kapasitas industri yang terus berkembang, Indonesia dinilai tidak hanya berperan sebagai pasar konsumen, tetapi juga sebagai produsen dan mitra strategis dalam rantai nilai halal global.
BACA JUGA: Kilau Emas Menguat di Tengah Krisis Stok
Menurut Titi, kekuatan Indonesia terletak pada kombinasi antara potensi permintaan domestik yang besar dan kesiapan sektor industri yang semakin matang. Hal ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk mendorong peningkatan nilai tambah produk halal nasional, mulai dari sektor makanan dan minuman, fesyen muslim, farmasi, kosmetik, hingga jasa keuangan syariah dan pariwisata halal.
Lebih lanjut, Titi menggarisbawahi sejumlah faktor kunci yang dinilai mampu mengakselerasi peran Indonesia dalam ekosistem halal global. Faktor-faktor tersebut meliputi penguatan Mutual Recognition Agreement (MRA) antarnegara, kerja sama bilateral yang strategis, diplomasi perdagangan halal yang proaktif, serta integrasi kawasan untuk memperlancar arus produk dan sertifikasi halal. Melalui pendekatan ini, Indonesia diharapkan mampu memperkuat daya saing sekaligus memperluas akses pasar produk halal nasional di tingkat internasional.
Titi juga menyoroti peran strategis Kadin Indonesia sebagai jembatan antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra global. Menurutnya, Kadin Indonesia memiliki posisi kunci dalam mengintegrasikan halal supply chain dari hulu ke hilir, meningkatkan kapasitas pelaku usaha nasional, khususnya UMKM, serta membuka akses pasar global bagi produk halal Indonesia. “Kadin Indonesia menjadi katalis sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan mitra internasional, sehingga Indonesia dapat bertransformasi menjadi engine of growth dalam Global Halal Economy,” ujar Titi dalam keterangan tertulis, Senin (16/2).
BACA JUGA: Dapur Haji Dipastikan Memiliki Standar yang Berkualitas
Partisipasi aktif Titi Khoiriah sebagai pembicara internasional dinilai sebagai wujud nyata komitmen Kadin Indonesia dalam mendorong peran strategis Indonesia di panggung ekonomi halal dunia. Kehadiran Indonesia dalam forum global seperti Makkah Halal Forum juga mencerminkan meningkatnya pengakuan internasional terhadap potensi dan kontribusi Indonesia dalam industri halal.
Selain itu, Titi mendorong penguatan kolaborasi lintas negara, lintas sektor, dan lintas pemangku kepentingan guna membangun ekosistem ekonomi syariah dan industri halal yang inklusif, berkelanjutan, serta berdaya saing tinggi. Sinergi yang kuat dinilai menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya mengikuti arus perkembangan global, tetapi mampu mengambil peran kepemimpinan.
Momentum Makkah Halal Forum 2026 pun dipandang sebagai panggung strategis untuk menegaskan kesiapan Indonesia menjadi pemain utama dan pemimpin masa depan industri halal dunia, seiring dengan meningkatnya kebutuhan global terhadap produk dan layanan halal yang berkualitas dan terpercaya.