NarayaPost – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero mencatatkan penjualan sebanyak 2.948.025 tiket selama periode Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), yang berlangsung dari 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, per Kamis (25/12) pukul 08.00 WIB. Angka ini setara dengan 84,08 persen dari total 3.506.104 tempat duduk yang disediakan untuk kereta api jarak jauh dan lokal.
Penjualan tiket kereta api jarak jauh tercatat mencapai 2.525.134 tiket, atau 91,5 persen dari kapasitas 2.761.048 tempat duduk, sementara penjualan tiket kereta api lokal mencapai 422.891 tiket, yang setara dengan 56,8 persen dari total kapasitas 745.056 tempat duduk.
Selain itu, KAI juga memberikan diskon tarif sebesar 30 persen untuk 1.509.080 tempat duduk yang berlaku dari 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Data harian menunjukkan jumlah pelanggan kereta api jarak jauh dan lokal, dengan puncaknya pada 24 Desember 2025 yang mencatatkan 259.239 pelanggan.
BACA JUGA: Purbaya: Penanganan Bencana Takkan Ganggu Anggaran MBG
Angka ini kemudian menurun pada tanggal-tanggal berikutnya, seperti pada 25 Desember 2025 yang tercatat 207.720 pelanggan dan terus turun hingga 4 Januari 2026 dengan 96.006 pelanggan.
Secara keseluruhan, capaian penjualan tiket PT Kereta Api Indonesia (Persero) selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api sebagai pilihan utama perjalanan libur akhir tahun.
Dengan tingkat okupansi yang mencapai lebih dari 84 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan, KAI berhasil mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat secara optimal, baik pada layanan kereta api jarak jauh maupun kereta api lokal.
Tingginya penjualan tiket kereta api jarak jauh yang menembus lebih dari 91 persen dari kapasitas menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi moda favorit untuk perjalanan antarkota yang mengutamakan kenyamanan, ketepatan waktu, dan keamanan.
Selain itu, kebijakan pemberian diskon tarif sebesar 30 persen untuk lebih dari 1,5 juta tempat duduk turut memberikan dampak positif dalam mendorong minat masyarakat untuk menggunakan transportasi kereta api.
Program ini tidak hanya meringankan beban biaya perjalanan, tetapi juga menjadi strategi efektif dalam pemerataan penumpang selama periode libur panjang, sehingga kepadatan pada tanggal-tanggal tertentu dapat ditekan.
Data harian jumlah pelanggan yang fluktuatif mencerminkan dinamika arus perjalanan masyarakat, dengan puncak keberangkatan terjadi menjelang Hari Natal dan penurunan bertahap setelahnya hingga awal Januari 2026.
Keberhasilan pengelolaan angkutan Nataru ini tidak terlepas dari kesiapan operasional KAI dalam menyediakan sarana, prasarana, serta layanan yang andal di tengah meningkatnya volume penumpang. KAI juga menunjukkan komitmennya dalam menjaga kualitas pelayanan, mulai dari ketersediaan tiket, ketepatan jadwal perjalanan, hingga kenyamanan dan keselamatan pelanggan selama perjalanan.
BACA JUGA: Prabowo Sebut Satgas PKH Patriot Sejati
Hal ini menjadi indikator penting bahwa transportasi kereta api semakin mampu bersaing dan menjadi tulang punggung mobilitas nasional, khususnya pada momen-momen krusial seperti libur Natal dan Tahun Baru. Masyarakat menaruh kepercayaan tinggi kepada moda transportasi kereta api, sehingga banyak yang memilih menggunakan moda tersebut.
Ke depan, capaian positif yang telah dipercaya oleh khalayak umum ini diharapkan dapat menjadi evaluasi sekaligus pijakan bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan, memperluas jangkauan, serta menghadirkan inovasi yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
Melalui perencanaan yang matang dan dukungan kebijakan yang tepat, kereta api diharapkan semakin berperan dalam mendukung mobilitas masyarakat yang aman, nyaman, dan berkelanjutan di masa mendatang.