Kajian Pelaksanaan Program MBG Tengah Disusun oleh KPK

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tengah menyusun kajian terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kajian ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah memperbaiki tata kelola program tersebut.

“Ya, terkait dengan program MBG, salah satu bentuk dukungan KPK terhadap program pemerintah tersebut, saat ini KPK sedang melakukan kajian di Direktorat Monitoring Pencegahan KPK,” ujar juru bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan, Selasa (14/10/2025).

Proses Kajian Pelaksanaan Dilakukan Secara Rinci

Budi menjelaskan, proses kajian dilakukan dengan pengambilan sampel, observasi, dan analisis berbagai kendala di lapangan. Hasil dari pengumpulan data itu nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi untuk disampaikan kepada lembaga terkait. “Sehingga dari kajian itu KPK akan memberikan rekomendasi dan harapannya adalah untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

BACA JUGA: Rutin Jalan Kaki Sore Hari Ternyata Banyak Manfaat, Simak!

Ia menambahkan, tujuan akhir dari kajian ini adalah agar “tata kelola, mekanisme, prosesnya menjadi lebih efektif dan efisien, dan hasilnya pun ketika didistribusikan makanan-makanan itu kepada anak-anak kita itu juga mempunyai kualitas yang baik,” lanjut Budi.

Polemik Program Prioritas MBG Banyak Racuni Siswa-Siswi

Belakangan, program MBG memang menuai perhatian publik setelah muncul sejumlah kasus keracunan massal. Ombudsman RI mencatat sedikitnya 34 kejadian luar biasa (KLB) keracunan sejak awal program diluncurkan. Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, mengungkapkan bahwa insiden tersebut telah menyebabkan ribuan korban, sebagian besar siswa sekolah.

“Jika kita jumlahkan, sejak Januari hingga September 2025, telah terjadi sekitar 34 kejadian luar biasa keracunan dengan ribuan korban mayoritas anak sekolah,” kata Yeka dalam konferensi pers di kantor Ombudsman RI, Selasa (30/9/2025).

Yeka memaparkan beberapa contoh kejadian, seperti di Garut, di mana 657 siswa mengalami keracunan setelah mengonsumsi nasi kotak dari program MBG. “Di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat 497 siswa mengalami gejala serupa akibat menu yang diolah tanpa disiplin standar,” ujarnya.

Yeka menambahkan, terdapat pula kasus yang terbesar, kasus itu terjadi di Bandung Barat. “Kasus terbesar terjadi di Bandung Barat, di mana 1.333 siswa harus mendapatkan perawatan medis karena makanan yang terlambat didistribusikan dan tidak higienis,” sambung Yeka.

Kasus Baru Keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Kasus terbaru program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Bandung Barat pada Selasa, 14 Oktober 2025. Sebanyak 115 siswa SMP Negeri 1 Cisarua mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan yang dibagikan melalui program tersebut. Menurut informasi yang dihimpun, menu yang disajikan saat itu terdiri dari nasi, ayam kecap, capcay, tahu, dan buah melon.

BACA JUGA: BGN Kembalikan Dana Program MBG Senilai Rp70 T

Tak lama setelah makan siang, sekitar pukul 11.30 WIB, puluhan siswa mulai mengeluhkan mual, pusing, muntah, dan sakit perut. Pihak sekolah segera membuka posko darurat dan mengevakuasi siswa dengan gejala berat ke rumah sakit terdekat.

Dilansir dari berbagai sumber, polisi dari Polres Cimahi telah mengambil sampel makanan dari sisa nasi kotak untuk diuji di laboratorium. Dugaan sementara, lauk ayam menjadi penyebab utama karena ditemukan aroma tidak sedap dari menu tersebut. Kepala dapur SPPG Panyandaan, sebagai penyedia makanan MBG untuk wilayah itu, juga telah dimintai keterangan oleh aparat setempat.

Menyikapi insiden ini, DPR melalui meminta agar dapur SPPG dihentikan sementara dan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG. Kasus ini menjadi sorotan publik karena kembali menimbulkan pertanyaan tentang standar kebersihan dan pengawasan distribusi makanan dalam program nasional tersebut.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like