Kang Dedi Mulyadi Segera Cari Keluarga yang Turut Terdampak Bencana Banjir

Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi atau KDM, berencana bertolak ke Sumbar untuk menyalurkan bantuan bagi para korban banjir dan longsor yang melanda Sumbar, Sumut, dan Aceh. Selain itu, ia juga akan mencari salah satu anggota keluarganya yang hilang di Aceh akibat bencana tersebut.

Kang Dedi Mulyadi Jelaskan Saudara Masih Hilang Kontak

“Saudara saya sampai sekarang hilang kontak di Aceh,” ujar Dedi saat ditemui di Gedung Sate, Selasa (2/12/2025). Ia menjelaskan bahwa anggota keluarganya itu merupakan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Aceh.

“Saudara mantan anggota DPRD Aceh, tentara,” ucap Dedi.

BACA JUGA: Kepadatan Penduduk Jakarta Peringkat 30 Besar, Bukan Terpadat

“Kakak saya udah nangis-nangis, kamu tuh gubernur katanya. Masa gak bisa nolong saudara, gak bisa dihubungi,” lanjutnya.

Akan Berkunjung ke Sumatera

Dedi mengaku belum dapat memastikan berapa lama dirinya akan berada di Sumatera, mengingat situasi di lapangan masih sangat dinamis dan membutuhkan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi terbaru.

Ia menuturkan bahwa prioritas utamanya adalah menemukan keberadaan saudaranya yang hingga kini belum dapat dihubungi, sembari memastikan bantuan dari masyarakat Jawa Barat dapat tersalurkan dengan tepat kepada para korban bencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh. Menurutnya, kedua tugas tersebut memerlukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak di daerah terdampak, mulai dari pemerintah setempat, relawan, hingga tim pencarian dan penyelamatan.

“Ya tergantung situasinya, kalau situasinya harus ditungguin, harus terus mobilisasi ya mungkin bisa 2–3 hari. Tapi kalau sudah lancar sistemnya, barangnya sudah tersedia, nanti tinggal ngirim-ngirimin ya saya cukup 2 hari,” kata Dedi. Ia menjelaskan bahwa durasi kunjungan akan sangat bergantung pada perkembangan proses distribusi logistik serta efektivitas sistem pendataan korban yang sedang dijalankan di lapangan.

Dedi menambahkan bahwa apabila proses penyaluran bantuan memerlukan pendampingan lebih lama, ia siap memperpanjang masa kunjungannya demi memastikan seluruh bantuan dapat diterima oleh warga secara merata. Namun jika alur distribusi telah tertata dengan baik dan pencarian berjalan tanpa hambatan berarti, ia menilai kunjungan singkat selama dua hari sudah cukup untuk memenuhi seluruh agenda.

Sikap fleksibel tersebut menunjukkan bahwa langkah yang diambilnya bukan hanya bersifat simbolis, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan operasional dan situasi kemanusiaan yang sedang berlangsung di daerah terdampak bencana.

Langkah Nyata Respons Bencana Alam

Kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke wilayah Sumbar, Sumut, dan Aceh menandai langkah nyata pemerintah daerah dalam merespons bencana yang menimbulkan dampak luas bagi masyarakat di tiga provinsi tersebut. Selain membawa bantuan dari warga Jawa Barat, keberangkatan itu juga menjadi upaya pribadi Dedi untuk mencari saudaranya yang hingga kini belum dapat dihubungi setelah bencana melanda Aceh.

Dalam pernyataannya, Dedi menegaskan bahwa keluarga yang hilang kontak tersebut merupakan mantan anggota DPRD Aceh, sehingga pencarian ini tidak hanya menyangkut kepentingan pribadi, tetapi juga bagian dari memastikan kondisi para penyintas yang terdampak langsung.

Selama persiapan perjalanan, Dedi juga menceritakan kondisi emosional keluarga besarnya, terutama sang kakak yang mendesaknya untuk turun langsung ke lokasi. Di tengah tanggung jawab sebagai gubernur, ia menyampaikan bahwa dukungan keluarganya menjadi pendorong tambahan untuk memastikan pencarian dilakukan semaksimal mungkin.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana situasi bencana tidak hanya berdampak pada masyarakat umum, tetapi juga menjangkau keluarga para pejabat daerah yang turut mengalami kehilangan dan ketidakpastian.

BACA JUGA: Rezim Prabowo Dinilai Terang-terangan Abaikan HAM

Terkait durasi kunjungannya, Dedi menyatakan bahwa lama waktu yang dibutuhkan bergantung pada situasi di lapangan, khususnya terkait proses distribusi bantuan serta upaya pencarian. Ia memperkirakan berada di Sumatera selama dua hingga tiga hari apabila kondisi membutuhkan mobilisasi lebih lama. Namun, jika sistem distribusi bantuan sudah berjalan lancar, ia menilai dua hari sudah cukup untuk menuntaskan sejumlah agenda yang telah disiapkan.

Dengan demikian, keberangkatan Dedi tidak hanya mencerminkan komitmen pemerintah Jawa Barat dalam memberikan bantuan kepada daerah terdampak, tetapi juga menggambarkan keseriusan dalam memastikan anggota keluarganya yang hilang dapat segera ditemukan.

Langkah ini menjadi bagian dari rangkaian upaya lintas daerah yang terus dilakukan untuk memulihkan kondisi masyarakat pascabencana serta memastikan bantuan tersalurkan secara merata kepada mereka yang membutuhkan.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like