Kunjungan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke wilayah Sumbar, Sumut, dan Aceh menandai langkah nyata pemerintah daerah dalam merespons bencana yang menimbulkan dampak luas bagi masyarakat di tiga provinsi tersebut. Selain membawa bantuan dari warga Jawa Barat, keberangkatan itu juga menjadi upaya pribadi Dedi untuk mencari saudaranya yang hingga kini belum dapat dihubungi setelah bencana melanda Aceh.
Dalam pernyataannya, Dedi menegaskan bahwa keluarga yang hilang kontak tersebut merupakan mantan anggota DPRD Aceh, sehingga pencarian ini tidak hanya menyangkut kepentingan pribadi, tetapi juga bagian dari memastikan kondisi para penyintas yang terdampak langsung.
Selama persiapan perjalanan, Dedi juga menceritakan kondisi emosional keluarga besarnya, terutama sang kakak yang mendesaknya untuk turun langsung ke lokasi. Di tengah tanggung jawab sebagai gubernur, ia menyampaikan bahwa dukungan keluarganya menjadi pendorong tambahan untuk memastikan pencarian dilakukan semaksimal mungkin.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana situasi bencana tidak hanya berdampak pada masyarakat umum, tetapi juga menjangkau keluarga para pejabat daerah yang turut mengalami kehilangan dan ketidakpastian.
BACA JUGA: Rezim Prabowo Dinilai Terang-terangan Abaikan HAM
Terkait durasi kunjungannya, Dedi menyatakan bahwa lama waktu yang dibutuhkan bergantung pada situasi di lapangan, khususnya terkait proses distribusi bantuan serta upaya pencarian. Ia memperkirakan berada di Sumatera selama dua hingga tiga hari apabila kondisi membutuhkan mobilisasi lebih lama. Namun, jika sistem distribusi bantuan sudah berjalan lancar, ia menilai dua hari sudah cukup untuk menuntaskan sejumlah agenda yang telah disiapkan.
Dengan demikian, keberangkatan Dedi tidak hanya mencerminkan komitmen pemerintah Jawa Barat dalam memberikan bantuan kepada daerah terdampak, tetapi juga menggambarkan keseriusan dalam memastikan anggota keluarganya yang hilang dapat segera ditemukan.
Langkah ini menjadi bagian dari rangkaian upaya lintas daerah yang terus dilakukan untuk memulihkan kondisi masyarakat pascabencana serta memastikan bantuan tersalurkan secara merata kepada mereka yang membutuhkan.








