NarayaPost – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Sugiono menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon, yang tengah menjalankan tugas dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon. Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin (30/3), saat Sugiono sedang mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan resmi ke Tokyo, Jepang. Tak hanya itu, Sugiono juga memberikan kecaman keras atas insiden tersebut.
Dalam keterangannya, Sugiono menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak hanya berduka atas kehilangan prajurit terbaiknya, tetapi juga mengecam keras insiden yang menyebabkan gugurnya Praka Farizal. Ia secara tegas menyampaikan kecaman terhadap serangan yang terjadi di wilayah Lebanon selatan, yang dinilai memperburuk situasi keamanan di kawasan tersebut.
“Kami mengecam keras insiden ini dan juga mengecam keras serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel di wilayah Lebanon selatan, serta kembali meminta kepada semua pihak untuk melakukan deeskalasi dan kembali ke meja perundingan,” ujar Sugiono.
BACA JUGA: Menkomdigi Panggil Meta-Google Usai Diduga Tak Patuh PP Tunas
Insiden tersebut tidak hanya menelan satu korban jiwa, tetapi juga menyebabkan tiga prajurit Indonesia lainnya mengalami luka-luka. Sugiono menjelaskan bahwa satu di antaranya mengalami luka berat dan saat ini masih dalam kondisi koma, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka ringan.
“Beliau (Praka Farizal Rhomadhon) gugur kemudian ada juga tiga rekannya yang luka, satu luka berat saat ini masih koma, kemudian dua mengalami luka ringan,” katanya.
Sugiono pun menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban serta seluruh jajaran TNI. Ia menegaskan bahwa pengorbanan Praka Farizal merupakan bentuk dedikasi luar biasa dalam menjaga perdamaian dunia di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa.
“Kami menyampaikan ungkapan duka dan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugurnya seorang prajurit kita,” sambungnya.
Lebih lanjut, Sugiono menyoroti meningkatnya eskalasi konflik di kawasan dalam kurun waktu sekitar satu bulan terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut telah memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas regional, sehingga upaya untuk menghentikan kekerasan menjadi sangat mendesak. Ia menekankan pentingnya langkah deeskalasi yang melibatkan seluruh pihak guna mencegah jatuhnya korban lebih lanjut, baik dari kalangan militer maupun sipil.
Dalam konteks tersebut, Presiden Prabowo Subianto disebut telah menawarkan peran Indonesia sebagai mediator untuk membantu mendorong tercapainya deeskalasi konflik dan gencatan senjata. Langkah ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mendukung perdamaian dunia serta peran aktifnya dalam berbagai misi kemanusiaan internasional.
BACA JUGA: Prabowo di Forum Pengusaha RI-Jepang: RI Tak Pernah Gagal Bayar Utang
Selain upaya diplomatik, pemerintah Indonesia juga mengambil langkah konkret melalui perwakilan diplomatik di lapangan. Sugiono mengungkapkan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beirut telah ditugaskan untuk terus memantau kondisi para prajurit Indonesia yang bertugas di Lebanon. KBRI juga bertanggung jawab dalam mengoordinasikan proses pemulangan jenazah Praka Farizal ke tanah air.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh prosedur berjalan dengan baik serta memberikan penghormatan yang layak bagi prajurit yang gugur dalam tugas negara. Pemerintah berkomitmen untuk memberikan perhatian penuh tidak hanya kepada korban, tetapi juga kepada keluarga yang ditinggalkan.
Di akhir pernyataannya, Sugiono memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Praka Farizal Rhomadhon atas dedikasi dan pengabdiannya. Ia menegaskan bahwa pengorbanan tersebut menjadi simbol komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia dan menjalankan misi kemanusiaan di berbagai belahan dunia yang dilanda konflik.