“Aparat menduga keterlibatan kelompok bersenjata yang mengatasnamakan diri sebagai KKB Yahukimo, termasuk kelompok yang dikenal dengan sebutan Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah yang dipimpin Elkius Kobak,” kata Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya, Kamis (12/2/2026).
Yusuf mengatakan, penyelidikan dan penegakan hukum terus berjalan secara terukur dan profesional. Aparat berkomitmen untuk melindungi dan memulihkan rasa aman masyarakat
Sebanyak 20 personel Ops Damai Cartenz diterjunkan ke lokasi dan diperkuat 12 personel Kopasgat TNI AU. Koordinasi lanjutan juga dilakukan dengan jajaran TNI AD untuk penguatan pengamanan karena wilayah itu merupakan bandara perintis yang melayani akses vital masyarakat pedalaman.
Yusuf menambahkan aparat berupaya mensterilkan lokasi agar masyarakat dapat kembali beraktivitas normal. Dia juga memastikan pengamanan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan di wilayah tersebut.
“Setelah area kami amankan dan situasi dinyatakan kondusif, kami berharap warga yang mengungsi dapat kembali dan pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan seperti biasa,” tambah Yusuf.
“(pesawat dari) Tanah Merah tujuan Korowai yang mengangkut 13 penumpang termasuk pilot dan kopilot itu ditembak di Bandara Korowai,” kata Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana kepada detikcom, Rabu (11/2).
Wisnu menuturkan pilot dan kopilot sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke arah hutan. Sementara seluruh penumpang dipastikan dalam kondisi selamat.
“Seketika sampai di Bandara Korowai pilot dan kopilot ini melarikan diri ke hutan, untuk penumpang seluruhnya aman,” ujarnya.
Pilot dan kopilot kemudian dikejar sejumlah OTK ke arah hutan. Tak berselang lama, keduanya dilaporkan meninggal dunia.
“Lalu dikejar oleh sekelompok OTK, nah pada pukul 13.17 WIT, kami terima konfirmasi bahwa pilot dan kopilot ini kondisinya meninggal dunia,” jelas Wisnu.
“Pagi ini kedua korban sudah dievakuasi dari Bandara Korowai ke RSUD Mimika. Sekarang jenazah di RSUD Mimika,” kata Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo kepada detikcom, Kamis (12/2/2026).
“Kedua jenazah selanjutnya dilakukan proses identifikasi dan autopsi. Setelah itu dilakukan pemulasaran jenazah baru nanti diterbangkan ke Jakarta,” bebernya.