Korban Penipuan WO Ayu Puspita Menjerit: Paket Nikah Gagal

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Korban Penipuan WO Ayu Puspita. Puluhan pasangan calon pengantin kini menanggung duka setelah modus penipuan atas nama sebuah wedding organizer mencuat ke permukaan. Dugaan penipuan oleh Wedding Organizer Ayu Puspita berhasil diungkap aparat puluhan sampai ratusan korban melapor bahwa paket pernikahan yang sudah dibayar lunas tidak terealisasi, bahkan vendor pendukung gagal dibayar.

Modus yang dilakukan tergolong klasik namun ampuh: iming-iming paket pernikahan dengan harga miring dan fasilitas lengkap. Banyak calon pengantin tertarik karena melihat promosi yang tampak “menggiurkan” mulai dari dekorasi elegan, dokumentasi lengkap, hingga katering dan hiburan. Namun setelah klien membayar DP atau pelunasan, kenyataan pahit muncul. Saat hari-H, vendor tidak muncul, dekorasi tidak terpasang, katering gagal hadir resepsi pernikahan berubah jadi kekecewaan massal.

“Ya, itu promo-promo itu yang juga merupakan salah satu modus yang dilakukan oleh Tersangka juga,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara (Jakut) Kompol Onkoseno Sukahar, Selasa (9/12/2025).

BACA JUGA : Pemeriksaan Polisi Terhadap Ibu Pelaku Bom SMAN 72 Jakarta Rampung

Menurut data yang diterima polisi dari pelaporan korban, sudah ada 87 pasangan yang menjadi korban penipuan dan penggelapan ini. Jumlah korban diperkirakan bisa terus bertambah karena banyak orang enggan melapor sesaat setelah kecewa, atau sempat berharap paket bisa “diselamatkan” hingga detik terakhir.

Salah satu korban menceritakan betapa ia dan pasangannya sudah bekerja keras: mengurus undangan, calon vendor tambahan, dan detail acara. Uang telah dibayarkan penuh, sesuai kesepakatan. Namun pada hari pelaksanaan, ketika tamu datang, tidak ada katering, tidak ada dekorasi, bahkan tidak ada petugas WO yang mengurusi acara. “Acara seharusnya sakral, tapi malah jadi mimpi buruk,” tutur korban dengan nada kecewa.

Tak hanya pengantin vendor yang seharusnya dibayar juga ikut menjadi korban. Banyak penyedia jasa seperti katering, dekorasi, dokumentasi, hingga penyewaan venue mengaku belum dibayar, meskipun layanan mereka sempat dijadwalkan. Hal ini menunjukkan bahwa kasus ini bukan sekadar gagal layanan, tetapi dugaan penggelapan dana yang melibatkan banyak pihak.

Pihak kepolisian telah menetapkan pemilik Wedding Organizer Ayu Puspita sebagai tersangka utama. Selain itu, terdapat juga staf atau oknum pendukung yang diduga ikut membantu operasional penipuan mulai dari bagian pemasaran, pengutipan DP, hingga pengaturan jadwal acara. Proses penyidikan masih berlangsung, dan polisi membuka ruang bagi korban lain untuk melapor jika merasa dirugikan.

Ayu Puspita telah melakukan penipuannya sejak 2024. Ayu melanjutkan aksinya sepanjang tahun ini.

“Paling tidak dari pemeriksaan kami yang ada ini dari tahun 2024 dan sepanjang 2025 ya,” kata Kompol Onkoseno.

Berdasarkan laporan korban, pelaku diduga melakukan penipuan terkait paket pernikahan.

“Sampai ratusan (juta rupiah) kalau total dari semuanya. Dia menawarkan paket pernikahan. Pada kenyataannya, dia tidak memenuhi ketentuan itu,” ujarnya.

Sebagai efek dari peristiwa ini, masyarakat diminta lebih waspada dalam memilih jasa pernikahan atau vendor acara. Beberapa organisasi konsumen dan pihak berwenang mengingatkan agar calon pengantin memastikan legalitas vendor/Wedding Organizer: alamat kantor jelas, rekening terdaftar, kontrak resmi, dan bukti kerja sebelumnya. Pembayaran disarankan dilakukan secara bertahap (DP dahulu, pelunasan mendekati hari-H setelah ada jaminan). Mereka juga menyarankan untuk tidak mudah tergiur harga promo yang terlalu murah dibanding standar pasar.

BACA JUGA : Menkeu Purbaya Ungkap Isu Usul MBG Jadi Uang Hoaks

Kasus Wedding Organizer penipu seperti ini juga bukan kali pertama terjadi. Dari berbagai laporan media massa sebelumnya, sudah banyak korban penipuan WO seperti Ayu Puspita yang bermodus serupa: menawarkan paket murah, menerima DP/pelunasan, lalu menghilang menjelang hari-H. Kerugian tak hanya dialami pengantin, tapi juga vendor, keluarga, dan tamu undangan. Hal ini menegaskan bahwa regulasi dan pengawasan terhadap jasa event pernikahan masih sangat lemah.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like