Kukuh Lanjutkan MBG, Prabowo: Daripada Uangnya Dikorupsi

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Presiden Prabowo Subianto bersikukuh melanjutkan program andalannya, Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menyatakan lebih baik anggaran yang ada digunakan untuk memberi makan rakyat daripada dikorupsi.

Dalam sebuah wawancara, yang keterangan tertulisnya diterima  pada Minggu (23/3/2026), Prabowo mengatakan hal tersebut dilakukan sebagai bentuk keberpihakan nyata negara kepada rakyat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.

Menurutnya, Program MBG tak hanya ditujukan untuk mengatasi persoalan gizi dan gizi buruk, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia sekaligus penggerak ekonomi rakyat.

Di tengah berbagai kritik dan tantangan fiskal, Prabowo menekankan program ini tetap menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

“Saya akan bertahan sedapat mungkin.”

“Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan.”

“Anda enggak lihat anak-anak yang stunting? Saya lihat.”

“Saya kampanye sekian kali, saya di desa-desa, saya lihat.”

“Umurmu berapa? 11 tahun. Badannya anak 4 tahun.”

“Saya yakin saya berada di jalan yang benar.”

“Uang kita ada,” tutur Prabowo.

BACA JUGA: Banggakan MBG, Prabowo: Indonesia akan Jadi Negara Kuat

Selain dampak sosial, Prabowo menekankan program MBG juga memiliki dampak ekonomi yang luas melalui penciptaan lapangan kerja di berbagai sektor, mulai dari dapur produksi hingga rantai pasok pangan.

“MBG nanti di puncaknya kita akan punya 31 ribu dapur.”

“Katakanlah, untuk gampang, hitungnya 30 ribu dapur.”

“Tiap dapur mempekerjakan 50 orang, itu sudah 1,5 juta kerja.”

“Tiap dapur menciptakan vendor-vendor supplier antara 5-10 vendor tiap dapur yang jual telur, yang jual wortel, yang jual sayur, tiap vendor ini empiris mempekerjakan sekitar 5 petani.”

“Jadi itu sudah berapa? Sudah 50 lagi. Another 1,5 juta orang kerja,” urainya.

Terkait berbagai kritik dan temuan di lapangan, Prabowo mengakui masih terdapat kekurangan dalam implementasi program, namun pemerintah telah mengambil langkah tegas untuk melakukan penertiban.

“Ada seribu, lebih seribu (dapur) yang sudah kita tutup,” ungkapnya.

Prabowo juga menegaskan pembiayaan program ini tidak berasal dari utang baru, melainkan dari efisiensi dan pengurangan kebocoran anggaran negara.

“Uang kita ada. Tinggal kita organisir, kita kurangi kebocoran,” imbuhnya.

Menurut Presiden ke-8 RI itu, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya memastikan manfaat ekonomi benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya kelompok bawah yang selama ini belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan.

“Rakyat kita sebagian besar sudah terlalu lama tidak menikmati kebaikan daripada ekonomi kita,” ucapnya.

Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen, melalui penciptaan lapangan kerja dengan berbagai program strategis, mulai dari MBG hingga pembangunan perumahan rakyat.

Pemerintah juga menggulirkan sejumlah inisiatif untuk memperluas penyerapan tenaga kerja melalui Koperasi Desa Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, serta pembangunan satu juta rumah.

Koperasi Desa Merah Putih diandalkan sebagai penggerak ekonomi desa.

Dengan target pembentukan 80 ribu koperasi dan estimasi 18 pekerja di setiap unit, program itu berpotensi menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja baru.

Di sektor kelautan, Kampung Nelayan Merah Putih difokuskan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan, dengan target pembangunan hingga 1.100 kampung nelayan pada 2026.

“Kita bikin pilot project di Biak, penghasilannya nelayan itu naik rata-rata 60 persen sampai 80 persen,” beber Prabowo.

BACA JUGA: Prabowo: Saya Hasilkan Sejuta Lapangan Kerja Hanya dari MBG

Sementara, program pembangunan satu juta rumah disebut menjadi salah satu motor terbesar penciptaan lapangan kerja.

Setiap unit rumah diperkirakan melibatkan lima pekerja, sehingga total dapat menyerap hingga lima juta tenaga kerja, belum termasuk efek berantai dari sektor pendukung seperti bahan bangunan dan utilitas.

Prabowo optimistis keseluruhan program tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melampaui target yang ditetapkan.

“Saya yakin ketika ini berjalan, itu akan lebih dari 8 persen,” cetusnya. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like