NarayaPost – Lonjakan Kasus Amoeba Pemakan Otak di India: 19 Orang Tewas. India sedang menghadapi situasi serius dengan meningkatnya jumlah kasus penyakit langka namun mematikan, yaitu infeksi amoeba pemakan otak. Hingga kini, setidaknya 19 orang telah dilaporkan meninggal akibat penyakit ini. Penyakit yang secara medis dikenal sebagai Primary Amoebic Meningoencephalitis (PAM) ini disebabkan oleh mikroorganisme Naegleria fowleri.
Meskipun kasusnya jarang terjadi, tingkat fatalitas infeksi ini sangat tinggi, sehingga menimbulkan kekhawatiran besar di tengah masyarakat. Artikel ini akan membahas secara mendalam mengenai situasi terkini di India, karakteristik penyakit, faktor risiko, hingga langkah pencegahan yang bisa dilakukan.
BACA JUGA : Shell Super di Jabodetabek Langka, SPBU Depok Sampai Kosong
Lonjakan kasus amoeba pemakan otak terutama dilaporkan di negara bagian Kerala. Otoritas kesehatan setempat mencatat puluhan kasus, dengan korban meninggal mencapai 19 orang. Pasien datang dari berbagai kelompok usia, mulai dari bayi hingga lanjut usia. Hal ini menunjukkan bahwa penyakit ini tidak mengenal batas usia atau kondisi tertentu.
Lebih mengkhawatirkan, kasus tidak lagi terkonsentrasi pada satu wilayah. Sebelumnya, penyebaran banyak terjadi di distrik tertentu, tetapi kini muncul secara sporadis di berbagai daerah. Kondisi ini menyulitkan otoritas kesehatan dalam melakukan pelacakan dan pengendalian sumber infeksi.
Naegleria fowleri adalah amoeba yang biasanya hidup bebas di air tawar hangat seperti kolam, danau, dan sungai, juga di tanah lembap. Mikroorganisme ini bisa masuk ke tubuh manusia melalui saluran hidung saat seseorang berenang, menyelam, atau menggunakan air yang tidak terjamin kebersihannya.
Setelah masuk melalui hidung, amoeba akan bergerak menuju otak melalui saraf penciuman. Di sana, ia menyerang jaringan otak dan menyebabkan infeksi PAM. Proses ini berkembang sangat cepat, dan dalam banyak kasus berujung pada kematian hanya dalam hitungan hari.
Infeksi amoeba pemakan otak sering disalahartikan sebagai meningitis bakteri atau virus karena gejalanya mirip. Beberapa gejala yang paling umum antara lain:
Karena kemiripannya dengan meningitis, banyak pasien baru terdeteksi setelah penyakit sudah parah. Inilah yang membuat angka kematian akibat PAM sangat tinggi.
Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap lonjakan kasus amoeba pemakan otak di India meliputi:
Saat ini, penanganan kasus amoeba pemakan otak masih menjadi tantangan besar bagi dunia medis. Pengobatan dilakukan dengan kombinasi obat antimikroba, tetapi keberhasilannya sangat terbatas jika infeksi sudah parah. Deteksi dini merupakan kunci utama untuk meningkatkan peluang hidup pasien.
Pemerintah India, khususnya di Kerala, telah meningkatkan pemantauan terhadap sumber air dan memperketat uji laboratorium. Namun karena kasus terjadi secara acak di berbagai tempat, pengendalian penuh masih sulit dilakukan.
Pencegahan adalah langkah paling efektif untuk menghindari infeksi amoeba pemakan otak. Beberapa cara yang dianjurkan antara lain:
BACA JUGA : Trump Ingin Kembalikan Pangkalan Udara Bagram Demi Hadapi China
Lonjakan kasus amoeba pemakan otak di India merupakan peringatan keras bahwa penyakit langka sekalipun bisa menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Meskipun kasusnya tidak sebanyak penyakit menular lain, tingkat kematiannya yang sangat tinggi menjadikannya ancaman yang tidak boleh diabaikan.
Kewaspadaan masyarakat, deteksi dini oleh tenaga medis, dan langkah pencegahan sederhana bisa menyelamatkan banyak nyawa. Semua orang, tanpa memandang usia atau kondisi, berpotensi terpapar jika tidak berhati-hati. Oleh karena itu, edukasi dan kesadaran publik menjadi kunci utama dalam melawan penyakit mematikan ini.