Makan Bergizi Gratis Tak Diantar ke Rumah Saat Libur Sekolah

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menegaskan, makan bergizi gratis (MBG) tidak diantarkan ke rumah-rumah siswa saat libur sekolah. Foto: BPMI Setpres/Citra
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost –Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menegaskan, makan bergizi gratis (MBG) tidak diantarkan ke rumah-rumah siswa saat libur sekolah.

“MBG untuk siswa tidak diantarkan ke rumah-rumah.”

“Saya ulang, MBG tidak diantar ke rumah-rumah,” ujar Nanik kepada wartawan, Senin (22/12/2025).

Kata Nanik, MBG yang diantar ke rumah hanya untuk tiga kategori, yakni untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan untuk balita.

Sedangkan MBG untuk siswa hanya diantar ke sekolah.

“Yang untuk siswa diantar ke sekolah, dengan catatan sekolah memang mau menerima MBG,” terang Nanik.

Menurut Nanik, penyaluran MBG di masa libur sekolah tak berkaitan dengan permintaan siswa ataupun orang tua siswa.

“Ini masalah tanggung jawab BGN, gizi adalah hak anak Indonesia, sehingga kita terus menyediakan meski libur.”

“Nah, berapa (sekolah) yang mau ambil (MBG di masa libur sekolah), beda-beda masing-masing sekolah,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, program MBG tetap berjalan selama masa libur panjang sekolah menyambut Natal dan tahun baru, pada Desember hingga awal Januari 2026.

BGN menyiapkan sejumlah skema penyaluran MBG, agar anak-anak tetap memperoleh asupan gizi, meski kegiatan belajar mengajar diliburkan.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, penyaluran MBG untuk ibu hamil dan menyusui serta anak balita, berlangsung seperti biasa.

BACA JUGA: MBG Dibagikan di Sekolah Atau Diantar Saat Libur Panjang

Sedangkan untuk anak sekolah, penyaluran dilakukan secara fleksibel dengan mempertimbangkan kesiapan dan kesediaan siswa.

“Masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) perlu melakukan inventarisasi,” ujarnya, Minggu (21/12/2025).

Misalnya, berapa banyak makanan yang harus disediakan, dan berapa sering anak-anak bersedia ke sekolah.

Pada awal masa libur, BGN akan membagikan menu siap santap yang dapat dikonsumsi hingga empat hari.

Isinya antara lain telur, buah, susu, abon, atau dendeng.

Sedangkan untuk hari-hari berikutnya, BGN menyiapkan dua opsi penyaluran.

Pertama, dibagikan di sekolah atau jika siswa bersedia datang ke sana.

Kedua, diantar langsung ke rumah jika siswa tidak berkenan datang ke sekolah.

“Kami sedang merancang sistem pengiriman setelah empat hari libur,” jelas Dadan.

Serap Anggaran Rp52,9 Triliun

Kementerian Keuangan melaporkan realisasi penyerapan anggaran program MBG mencapai Rp52,9 triliun.

Serapan program MBG telah mencapai 74,6 persen dari total pagu APBN sebesar Rp71 triliun.

Dengan realisasi anggaran tersebut, program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini telah menjangkau 50,7 juta penerima.

Angka tersebut tercatat dari target 82,9 juta penerima di seluruh Indonesia hingga 15 Desember 2025.

Penerima manfaat MBG mencakup kelompok rentan, seperti anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, capaian penyerapan anggaran dan jumlah penerima manfaat menunjukkan pelaksanaan program berjalan baik, serta memberikan dampak luas bagi masyarakat.

BACA JUGA: Prabowo Subianto: Kasus Keracunan MBG Cuma 0,0007 Persen

“Sampai dengan 15 Desember sudah Rp 52,9 triliun, atau 74,6 persen dari anggaran di APBN Rp 71 triliun.”

“Saat ini penerima 50,7 juta penerima dari 82,9 juta target,” beber Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTa di Kantor Kemenkeu, Kamis (18/12/2025).

“Ini luar biasa memberikan makan kepada 50,7 juta anak siswa dan ibu hamil,” cetusnya.

Suahasil menambahkan, Program Makan Bergizi Gratis saat ini telah dilaksanakan oleh 17.555 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah.

Selain meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, program ini juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja.

“Program ini telah menyerap tenaga kerja sebanyak 741.985 pekerja,” ungkap Suahasil.

Realisasi anggaran MBG tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan per 18 November 2025.

Pada periode tersebut, serapan anggaran tercatat Rp 41,3 triliun atau sekitar 58 persen dari total alokasi APBN, dan jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 41,9 juta orang.

“Sudah direalisasikan anggaran ini Rp 41,3 triliun.”

“Artinya sekitar 58 persen dari alokasi APBN sebesar Rp 71 triliun,” bebernya.

Pemerintah menargetkan penyaluran program MBG dapat terus diakselerasi hingga akhir tahun, untuk menjangkau seluruh penerima sasaran sesuai target yang telah ditetapkan. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like