Makan Bergizi Gratis Tetap Ada Saat Ramadan, Begini Sistemnya

Makan Bergizi Gratis atau MBG, akan dilakukan sistem penyesuaian saat bulan Ramadan.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berlanjut selama bulan Ramadan. Menurutnya, Ramadan tidak menjadi alasan untuk menghentikan pemenuhan gizi anak-anak, melainkan mendorong penyesuaian pola konsumsi dan mekanisme distribusi agar selaras dengan kebutuhan selama menjalankan ibadah puasa.

Penegasan tersebut disampaikan Sony dalam sambutannya pada acara peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, Senin (16/2). Ia menekankan bahwa pemenuhan gizi merupakan proses berkelanjutan yang tidak boleh terputus, terutama bagi anak-anak yang berada pada fase pertumbuhan dan perkembangan.

Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan

“MBG tetap berjalan. Ramadan tidak jadi alasan untuk program MBG berhenti. Karena asupan gizi itu tidak boleh berhenti, harus terus menerus dilakukan, hanya polanya yang berbeda,” ujar Sony. Ia menjelaskan bahwa perubahan pola tersebut dirancang agar makanan tetap aman, bergizi, dan praktis dikonsumsi di tengah keterbatasan waktu makan selama Ramadan.

BACA JUGA: Sungai Cisadane Tercemar Pestisida, Ini Bahayanya

Sony memaparkan, salah satu penyesuaian utama adalah bentuk makanan yang dibagikan kepada peserta didik. Selama Ramadan, MBG akan diberikan dalam bentuk makanan kering yang lebih tahan lama dan dapat dikonsumsi saat waktu yang sesuai. Untuk sumber protein, misalnya, makanan dapat disajikan dalam bentuk telur rebus, telur asin, dendeng, atau abon. Pilihan ini dinilai tetap memenuhi kebutuhan protein harian anak tanpa harus dikonsumsi secara langsung di siang hari.

Sumber Karbohidrat MBG Akan Disesuaikan

Sementara itu, untuk sumber karbohidrat, MBG akan disesuaikan dalam bentuk kue-kue yang dibuat dari bahan olahan yang aman dan bernilai gizi. Sony menambahkan bahwa bahan baku kue tersebut diupayakan berasal dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan demikian, program MBG tidak hanya berkontribusi pada peningkatan gizi anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.

“Karbohidratnya bisa dari kue-kue yang dibuat, yang tentu saja diutamakan berasal dari hasil UMKM,” jelasnya. Selain karbohidrat dan protein, asupan vitamin dan mineral juga tetap diperhatikan melalui pemberian buah-buahan. Namun, jenis buah yang dipilih adalah buah berkulit seperti pisang, jeruk, dan salak, terutama untuk porsi besar. Menurut Sony, pemilihan buah berkulit bertujuan menjaga kebersihan dan keamanan pangan, sekaligus memudahkan penyimpanan.

Ia juga mengingatkan agar pembagian buah disesuaikan dengan usia penerima. “Jangan sampai yang balita dikasih salak,” ujarnya, menegaskan pentingnya aspek keamanan dan kenyamanan konsumsi bagi anak-anak usia dini.

BACA JUGA: Sepanjang 2025, Ekspor Perikanan Indonesia Capai USD 6 M

Distribusi MBG Diatur Secara Khusus

Untuk lembaga pendidikan berbasis asrama, seperti pondok pesantren, mekanisme distribusi MBG juga diatur secara khusus. Sony menjelaskan bahwa MBG dapat dibagikan menjelang waktu berbuka puasa, sehingga dapat langsung dikonsumsi oleh para santri. Pola ini dinilai lebih efektif dan relevan dengan aktivitas harian santri selama Ramadan.

“Jadi untuk pondok pesantren, kalau seandainya ada yang boarding school, itu bisa diberikan menjelang sore, menjelang berbuka puasa,” kata Sony. Dengan pengaturan tersebut, kebutuhan gizi santri tetap terpenuhi tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah puasa.

Di akhir keterangannya, Sony kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan program MBG tetap berjalan selama Ramadan. Menurutnya, fleksibilitas dalam pola dan mekanisme pelaksanaan justru menunjukkan bahwa program ini dirancang adaptif terhadap kondisi sosial dan keagamaan masyarakat. “Sekali lagi, program MBG pada bulan Ramadan tetap jalan, tentu dengan perubahan yang disesuaikan dengan kebutuhan,” pungkasnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like