Menkeu Purbaya Sebut Tak Lakukan Open House, Penghematan!

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, Dok. AntaraNews
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa Kementerian Keuangan tidak akan menggelar tradisi open house pada Hari Raya Idul Fitri 2026. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari langkah penghematan yang tengah didorong pemerintah di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial.

Menkeu Purbaya Tak Gelar Open House, Turuti SK Pemerintah

Purbaya menyampaikan bahwa kebijakan tersebut juga sejalan dengan arahan pemerintah pusat agar perayaan Lebaran tidak dilakukan secara berlebihan. Ia menegaskan bahwa dirinya memilih untuk menjalankan perayaan secara sederhana tanpa mengadakan acara open house seperti yang biasa dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. “Enggak boleh katanya open house, enggak boleh. Enggak (open house) kayaknya. Saya ngirit. Ngirit,” ujarnya kepada wartawan di kawasan Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/3/2026).

Sebelumnya, Menteri Sekretariat Negara, Prasetyo Hadi telah menerbitkan surat edaran yang ditujukan kepada para menteri dan pejabat negara. Dalam edaran tersebut, seluruh pejabat diimbau untuk tidak menggelar open house secara berlebihan, terutama yang berpotensi menimbulkan kesan kemewahan. Imbauan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga kesederhanaan serta empati terhadap kondisi masyarakat.

BACA JUGA: Mana yang Lebih Sehat: Mentega atau Minyak Goreng? Ini Penjelasan Pakar

Meski tidak menggelar open house, Purbaya tetap akan menjalankan ibadah salat Idul Fitri. Ia mengungkapkan rencananya untuk melaksanakan salat Id di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang berada di Jakarta Selatan. Keputusan ini menunjukkan bahwa perayaan Lebaran tetap dilakukan, namun dalam bentuk yang lebih sederhana dan fokus pada aspek ibadah.

Arahan untuk menekan kemewahan dalam perayaan Lebaran juga datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, ia meminta seluruh pejabat negara agar memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dengan tidak menggelar acara yang berlebihan.

Sikap Sederhana Pejabat Penting Tunjukkan Empati

Prabowo menekankan bahwa sikap sederhana dari para pejabat penting untuk menunjukkan empati, terutama di tengah kondisi sebagian masyarakat yang masih menghadapi kesulitan. Ia menyinggung bahwa masih ada warga di sejumlah daerah, termasuk di Pulau Sumatra, yang tengah menghadapi situasi bencana. Oleh karena itu, perayaan yang terlalu mewah dinilai kurang tepat dalam situasi tersebut.

Namun demikian, Presiden juga mengingatkan agar pembatasan kegiatan tidak dilakukan secara ekstrem. Ia menilai aktivitas sosial dan ekonomi tetap perlu berjalan agar tidak menghambat perputaran ekonomi masyarakat. Menurutnya, keseimbangan antara kesederhanaan dan aktivitas ekonomi perlu dijaga dengan baik.

BACA JUGA: FIFA Secara Resmi Menjatuhkan Sanksi kepada Israel

Open House Cerminkan Perubahan Pendekatan Tradisi

Kebijakan pejabat pemerintah untuk tidak menggelar open house secara besar-besaran ini mencerminkan perubahan pendekatan dalam tradisi perayaan di kalangan pejabat negara. Jika sebelumnya open house menjadi ajang silaturahmi yang cukup meriah, kini pemerintah mendorong agar kegiatan tersebut dilakukan secara lebih sederhana dan efisien.

Langkah ini juga dapat dilihat sebagai upaya pemerintah dalam membangun citra kedekatan dengan masyarakat. Dengan menekan kesan kemewahan, diharapkan para pejabat dapat lebih menunjukkan solidaritas terhadap kondisi rakyat, terutama di tengah tekanan ekonomi dan situasi sosial yang belum sepenuhnya stabil.

Secara keseluruhan, keputusan Kementerian Keuangan untuk tidak menggelar open house menjadi bagian dari pesan yang lebih luas tentang pentingnya kesederhanaan, efisiensi, dan kepedulian sosial. Pemerintah ingin memastikan bahwa perayaan Idul Fitri tetap bermakna tanpa harus diwarnai dengan kemewahan yang berlebihan.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like