NarayaPost – Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) membagikan pengalamannya saat mengunjungi berbagai Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Ia menceritakan bahwa di Sekolah Rakyat, anak-anak memiliki harapan besar untuk masa depan yang lebih baik.
“Kalau kita berkunjung ke Sekolah Rakyat, kita menemukan banyak keharuan di sana, memang beberapa anak kita yang istimewa, meskipun di tengah keterbatasan, mereka punya semangat, mereka punya cita-cita,” jelas Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Kamis (16/10/2025).
“Di situ orang tuanya haru, anaknya haru, kita sendiri bisa merasakan apa yang menjadi perasaan orang tua dan siswa-siswa Sekolah Rakyat ini,” sambungnya.
BACA JUGA: Respon Patrick Kluivert Usai Dicopot oleh PSSI
Sekolah Rakyat menjadi bagian penting dalam program pengentasan kemiskinan yang dilakukan secara terukur, terstruktur, dan berkelanjutan. Ribuan siswa telah merasakan manfaat langsung dari program ini. Tidak hanya berfokus pada pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, program ini juga memberdayakan orang tua siswa melalui berbagai bentuk dukungan.
“Sesuai arahan Presiden, anaknya sekolah, lantas orang tuanya diberdayakan dengan program-program pemerintah yang ada, tidak hanya di Kementerian Sosial, tapi juga di Kementerian lainnya juga Pemerintah Daerah,” kata Gus Ipul.
Sekolah Rakyat digambarkan sebagai miniatur pengentasan kemiskinan terpadu, di mana keluarga siswa mendapat manfaat dari berbagai program pemerintah seperti perbaikan rumah melalui Program 3 Juta Rumah, dukungan kesehatan lewat PBI-JKN dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), bantuan sosial lengkap, hingga keanggotaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Nah dengan begitu dalam kurun waktu paling lama lima tahun, keluarga siswa Sekolah Rakyat ini sudah menjadi keluarga yang lebih mandiri,” ujar Gus Ipul.
Gus Ipul juga menyebut bahwa melalui Sekolah Rakyat, Presiden Prabowo mengajak seluruh pihak untuk menaruh perhatian kepada masyarakat yang selama ini terpinggirkan.
“Ini sekali lagi saya anggap sebagai salah satu hal yang luar biasa dari Presiden Prabowo, mengajak kita untuk menoleh mereka-mereka yang selama ini mungkin terpinggirkan,” ungkapnya.
Saat ini telah beroperasi 165 Sekolah Rakyat Rintisan, dan ke depan direncanakan pembangunan 100 Sekolah Rakyat Permanen setiap tahunnya. Setiap sekolah dapat menampung hingga 1.000 siswa. Dalam lima tahun mendatang, diharapkan terdapat 500 Sekolah Rakyat Permanen dengan total 500 ribu siswa.
“Kalau sudah kapasitas penuh, maka setiap tahun itu akan ada 500 ribu siswa dan keluarganya yang naik kelas secara berkelanjutan gitu,” tutur Gus Ipul.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat juga mempersiapkan tahapan hilirisasi bagi para siswa setelah lulus, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
“Jadi kita sudah memikirkan hilirisasinya, jadi anak-anak lulus seperti apa, maka itu sejak awal kita menggunakan tes DNA Talent, yang menggunakan teknologi berbasis AI (kecerdasan buatan), untuk melihat minat, bakat, dan jeniusnya anak-anak kita ini,” urainya.
BACA JUGA: Patrick Kluivert Resmi Dipecat oleh PSSI
Hasil dari tes DNA Talent tersebut menjadi rekomendasi bagi guru dan kepala sekolah untuk membimbing serta mengarahkan siswa sesuai minat dan potensinya, baik yang ingin bekerja maupun melanjutkan pendidikan.
Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah berupaya membangun masa depan generasi muda dari keluarga kurang mampu secara menyeluruh tidak hanya melalui pendidikan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi keluarga. Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, program ini menjadi simbol perhatian terhadap kelompok yang selama ini terpinggirkan.
Dengan dukungan lintas kementerian dan pendekatan berbasis teknologi, Mensos Gus Ipul optimistis bahwa dalam lima tahun ke depan, Sekolah Rakyat mampu melahirkan keluarga yang lebih mandiri serta mencetak generasi penerus yang siap berkontribusi bagi Indonesia Emas 2045.