Menteri Agama Beri Bantuan ke Ponpes Al-Khoziny, Segini Besarannya!

Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Dok. Kementerian Agama.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyalurkan bantuan dana sebesar Rp 610 juta untuk proses rehabilitasi asrama Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur. Bantuan tersebut diberikan sebagai tindak lanjut atas insiden tragis runtuhnya musala di ponpes tersebut yang menewaskan puluhan santri saat sedang menunaikan salat.

Pernyataan itu disampaikan Nasaruddin dalam rapat kerja bersama Tim Pengawas Penanganan Bencana DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (5/11/2025). Ia menjelaskan bahwa begitu mendengar kabar musibah itu, dirinya langsung turun ke lokasi bersama sejumlah pejabat Kementerian Agama setelah berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

Menteri Agama Tinjau Langsung Usai Ponpes Runtuh

“Jadi, insiden runtuhnya bangunan pesantren Al-Khoziny. Begitu kami mendengarkan, maka kami sendiri yang langsung ke lapangannya bersama dengan teman-teman setelah berkoordinasi dengan Kanwil Jawa Timur,” ujar Nasaruddin.

BACA JUGA: MKD Hukum Ahmad Sahroni, Nafa Urbach, dan Eko Patrio, Uya Kuya dan Adies Kadir Tak Langgar Kode Etik

Ia menambahkan bahwa selain memberikan dukungan psikologis kepada para korban, Kemenag juga menyalurkan dana bantuan sebesar Rp 610 juta yang diperuntukkan bagi rehabilitasi asrama agar para santri memiliki tempat berteduh setelah bangunan mereka roboh.

“Dan kita juga selain memberikan bantuan stabilitas emosional tadi, kami juga memberikan bantuan dana Rp 610 juta untuk rehabilitasi asrama dan untuk memungkinkan anak-anak kita itu untuk berteduh di saat-saat bangunannya runtuh,” imbuhnya.

Menag Juga Turut Berikan Dukungan Emosional ke Santri

Selain bantuan fisik, Nasaruddin menuturkan bahwa pihaknya turut memberikan dukungan emosional kepada para santri dan keluarga korban melalui pendekatan keagamaan. Menurutnya, proses pemulihan psikologis sangat penting dilakukan dengan bahasa dan nilai-nilai spiritual agar memberikan ketenangan bagi mereka yang terdampak.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin juga menyampaikan sikap tabah yang ditunjukkan oleh para orang tua korban. Ia menyebut bahwa para orang tua tidak larut dalam kesedihan atas kepergian anak-anak mereka, melainkan merasa bersyukur karena para santri wafat dalam keadaan mulia.

Orang Tua Korban Harap Anak yang Terkena Runtuhan Bisa Masuk Surga

“Dan ada hal yang menarik, Bapak-Ibu sekalian. Kami tidak bersedih, Pak, dengan kematian anak kami. Rakaat kedua anak kami dijemput malaikat maut dan mudah-mudahan nanti menjemput kami di pintu surga,” tuturnya.

Selain itu, para keluarga bahkan merasa terhormat karena anak-anak mereka meninggal dalam keadaan beribadah. “Jadi, apa ya, mereka itu bukan bersedih tetapi malah bahkan alhamdulillah kami anak kami dijemput di rakaat kedua di tempat yang sangat mulia, bukan di tempat maksiat dan sedang bernakal-nakalan,” lanjutnya.

Menurut Nasaruddin, penerimaan dan rasa syukur tersebut menjadi bagian penting dari proses membangun ketenangan batin serta kestabilan emosi bagi para korban dan keluarga. Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama terus berupaya menjaga keteguhan mereka dengan pendekatan spiritual yang menenangkan.

BACA JUGA: Kereta Khusus Petani dan Pedagang Meluncur Bulan Ini, 60 Persen Tarif Disubsidi Pemerintah

“Jadi, ini satu bentuk penciptaan stabilitas emosional bagi para korban itu penting sekali dengan menggunakan bahasa agama,” pungkasnya.

Tanggung Jawab Menteri Agama Respons Bencana di Ponpes Al-Khoziny

Langkah cepat Kementerian Agama dalam memberikan bantuan kepada Pondok Pesantren Al Khoziny menjadi bentuk tanggung jawab negara dalam merespons bencana yang menimpa lembaga pendidikan keagamaan. Melalui bantuan dana rehabilitasi dan dukungan emosional bagi para korban serta keluarga, pemerintah berupaya memastikan proses pemulihan berjalan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi fisik tetapi juga psikologis.

Sikap tabah para orang tua santri yang memaknai peristiwa tragis tersebut sebagai ketentuan Tuhan turut menggambarkan kekuatan spiritual yang tumbuh di tengah duka. Pendekatan berbasis nilai agama yang dilakukan Kementerian Agama menjadi bagian penting dari upaya menciptakan ketenangan dan keteguhan hati bagi mereka yang kehilangan. Melalui langkah ini, pemerintah berharap kegiatan pendidikan di pesantren dapat segera pulih, sementara para santri dan pengasuhnya dapat kembali menata kehidupan dalam suasana yang lebih stabil dan penuh keikhlasan.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like