Menteri Pigai: HAM Jadi Aset Termahal di Dunia

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, menegaskan bahwa HAM merupakan aset tak berwujud paling bernilai bagi seluruh umat manusia. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam Peringatan Hari HAM Sedunia ke-77 yang berlangsung di Tennis Indoor Stadium Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (10/12/2025).

“Hak Asasi Manusia itu adalah aset, intangible asset termahal di planet ini. Yang hari ini kita punyai. HAM ini adalah aset termahal. Ada tangible asset, ada intangible asset. Salah satu aset paling termahal di dunia itu adalah Hak Asasi Manusia,” kata Pigai.

Menteri Pigai Beri Penghargaan Tokoh HAM

Dalam peringatan tersebut, Kementerian HAM juga memberikan Penghargaan Tokoh HAM kepada sejumlah figur nasional, yaitu Jimly Asshiddiqie, Makarim Wibisono, Haris Azhar, Hariman Siregar, Yan Christian Warinussy, serta almarhum K.H. Muhammad Imam Aziz. Mereka dianggap memiliki peran signifikan dalam memperjuangkan dan memperkukuh nilai-nilai HAM di Indonesia.

BACA JUGA: Eks Menkeu Sri Mulyani Akan Jadi Pengajar di Oxford

Pigai menyebut pemerintah tengah menyiapkan Indonesia untuk mengambil posisi lebih menonjol dalam kepemimpinan HAM di tingkat internasional. Menurutnya, Indonesia menargetkan jabatan Presiden Dewan HAM PBB di masa mendatang. “Hari ini, Kementerian HAM dengan Kementerian Luar Negeri, dengan Bappenas, telah mengambil posisi hari ini, kami akan rebut Presiden Dewan HAM PBB,” ujarnya.

Ajak Ubah Pemikiran dalam Memandang HAM

Ia juga menyoroti pentingnya membangun peradaban HAM melalui perubahan cara pandang hingga praktik kebijakan. “Mari kita mengubah mindset, cara pikir, cara tutur, cara tindak. Kalau kita kurangi aja yang kata-kata yang sifatnya haters, membenci, yang menyerang kehormatan dan martabat. Bangsa Indonesia sudah memimpin dunia,” tutur Pigai.

“Jangan takut. Jangan mundur seberapa pun untuk memperjuangkan keadilan bagi mereka yang membutuhkan keadilan. Tapi dalam kontrol, on the line of democracy dan human rights,” lanjutnya.

Wakil Menteri HAM Sebut Peringatan Akan Libatkan Pemerintah

Di sisi lain, Wakil Menteri HAM Mugiyanto menjelaskan bahwa peringatan tahun ini disertai penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan HAM (Musrenbang HAM) pertama di level nasional, yang melibatkan berbagai unsur pemerintah dan masyarakat sipil.

“Peringatan Hari HAM Sedunia ke-77 sebagai ajang menguatkan persatuan bangsa dan menghormati hak asasi manusia. Sebagai cermin peradaban, tanggal 10 Desember bukan sekadar kalender, tetapi ukuran kualitas peradaban bangsa dalam menghormati martabat manusia,” katanya.

Ia menambahkan Musrenbang HAM akan dilaksanakan berjenjang mulai tahun depan, dari tingkat desa hingga nasional setiap Desember. Hasil Musrenbang HAM 2025 akan diserahkan kepada Kementerian Dalam Negeri dan Bappenas sebagai dasar penyusunan rencana kerja pemerintah.

BACA JUGA: Volodymyr Zelenskyy: Ukraina Takkan Serahkan Wilayah ke Rusia!

Momentum Pemerintah Komitmen Perkuat Martabat Manusia

Peringatan Hari HAM Sedunia ke-77 menjadi momentum bagi pemerintah untuk menegaskan kembali komitmen dalam memperkuat penghormatan terhadap martabat manusia sekaligus meningkatkan posisi Indonesia di kancah global.

Dalam acara tersebut, Menteri HAM Natalius Pigai menempatkan HAM sebagai aset tak berwujud paling bernilai, sejalan dengan dorongan pemerintah untuk mengambil peran lebih besar, termasuk target meraih posisi Presiden Dewan HAM PBB. Penghargaan kepada para tokoh yang berjasa dalam perjuangan HAM juga mencerminkan upaya untuk mengapresiasi kontribusi nyata di tingkat nasional.

Sementara itu, penyelenggaraan Musrenbang HAM pertama menjadi langkah awal penyusunan agenda pembangunan HAM secara lebih terstruktur dari desa hingga nasional. Pernyataan Wakil Menteri HAM yang menekankan pentingnya hari peringatan ini sebagai ukuran kualitas peradaban bangsa memperlihatkan arah kebijakan yang ingin ditempuh pemerintah. Dengan rangkaian agenda tersebut, pemerintah menegaskan upaya untuk memperkuat fondasi HAM dalam kebijakan publik ke depan.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like