Minat Investor terhadap Emas Meningkat Seiring Kenaikan Harga Global

Lantakan Emas.
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Harga emas dunia mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan hebat akibat aksi jual besar-besaran yang dipicu oleh konflik di Iran. Berdasarkan laporan Bloomberg, pada perdagangan Jumat (27/3) di New York, harga emas sempat menguat hingga menyentuh level USD 4.949,09 per troy ounce pada pukul 16.59 waktu setempat. Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 2,70 persen dibandingkan hari sebelumnya. Dari kenaikan harga emas dunia, investor berencana ramai-ramai memborong emas.

Kenaikan ini menjadi angin segar setelah sepanjang bulan berjalan harga emas tercatat turun sekitar 15 persen. Penurunan tajam tersebut menjadi ujian serius bagi kepercayaan pelaku pasar yang selama ini memandang emas sebagai aset lindung nilai atau safe haven. Dalam situasi perang Iran yang berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi global, sebagian investor bahkan mulai mempertanyakan kembali peran emas sebagai instrumen perlindungan.

Aksi Jual Besar Faktor Harga Emas Alami Tekanan

Tekanan terhadap harga emas sebelumnya tidak lepas dari aksi jual besar yang terjadi secara luas di berbagai instrumen keuangan, termasuk saham, obligasi, dan mata uang. Dalam kondisi pasar yang tertekan, banyak investor memilih melepas emas untuk menutup kerugian di aset lain. Selain itu, langkah Turki yang menjual cadangan emasnya untuk menopang mata uang domestik turut memperburuk tekanan harga. Meski bukan satu-satunya faktor, muncul kekhawatiran bahwa eskalasi konflik dapat mendorong lebih banyak bank sentral melakukan langkah serupa.

BACA JUGA: Ekonomi India Terancam Akibat Perang Iran

Secara keseluruhan, harga emas sempat merosot hingga 19 persen dari puncak penutupan pada Januari hingga akhir perdagangan Kamis (26/3). Penurunan ini mendekati ambang 20 persen yang secara umum dianggap sebagai awal fase pasar bearish. Namun, situasi berbalik pada Jumat (27/3), ketika investor kembali masuk ke pasar dan mendorong harga naik sekitar 3 persen.

Kembalinya minat investor ini didorong oleh keyakinan bahwa faktor fundamental jangka panjang masih mendukung harga emas. Sejumlah manajer investasi dan bank melihat tingginya utang pemerintah global serta kondisi geopolitik yang semakin terfragmentasi sebagai pendorong utama.

Harga Emas Terbaru Jadi Peluang Investor Membeli

Manajer investasi Fidelity International, George Efstathopoulos, bahkan menilai koreksi harga yang terjadi baru-baru ini sebagai peluang untuk kembali membeli emas, terutama setelah ketegangan di Timur Tengah sedikit mereda. Ia menekankan bahwa tekanan inflasi, risiko fiskal, dan kredibilitas obligasi tetap menjadi faktor struktural yang menguntungkan emas.

Di sisi lain, reli panjang emas sejak awal 2023 juga menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan. Kenaikan harga yang mencapai hampir 150 persen selama periode tersebut sebagian besar dipicu oleh aksi beli besar-besaran dari bank sentral. Tren ini menguat setelah pembekuan cadangan devisa Rusia, yang menyoroti risiko ketergantungan pada dolar Amerika Serikat. Setelah bank sentral, hedge fund dan investor ritel pun turut meramaikan pasar emas.

Namun, tingginya minat tersebut juga memiliki konsekuensi. Peneliti senior Brookings Institution, Robin Brooks, menilai bahwa lonjakan partisipasi investor dalam waktu singkat justru memperbesar potensi aksi jual saat pasar berbalik arah.

BACA JUGA: Konten Negatif di Media Sosial Ancam Potensi Bonus Demografi

Dinamika Perang Iran Potensi Ubah Strategi Bank Sentral

Tekanan tambahan juga datang dari dinamika perang Iran yang berpotensi mengubah strategi bank sentral. Konflik ini dapat mendorong negara-negara untuk menjual emas atau setidaknya memperlambat akumulasi cadangan. Hal ini terutama berlaku bagi negara-negara importir energi, yang harus mengalokasikan lebih banyak devisa untuk memenuhi kebutuhan minyak dan gas di tengah kenaikan harga energi.

Salah satu contoh nyata adalah Turki, yang dilaporkan telah menjual dan menukar lebih dari USD 8 miliar emas dalam dua pekan setelah konflik dimulai. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar lira. Dalam praktiknya, bank biasanya melakukan transaksi swap emas dengan mata uang lain, disertai kesepakatan pembelian kembali di masa mendatang, dan skema ini mencakup sebagian besar aktivitas tersebut.

Dengan berbagai dinamika tersebut, pergerakan harga emas ke depan masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan respons kebijakan ekonomi global.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like