NarayaPost – Bagi banyak orang, secangkir kopi bukan sekadar minuman, melainkan ritual pembangkit semangat di pagi hari. Selain dipercaya mampu membuat tubuh lebih segar, kopi juga kerap dikaitkan dengan manfaat bagi kesehatan mental. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: kapan sebenarnya waktu paling tepat untuk minum kopi agar suasana hati meningkat?
Mengutip Times of India, penelitian terbaru dari Bielefeld University dan Warwick University mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature itu menemukan bahwa waktu paling efektif untuk meningkatkan mood lewat kopi adalah di pagi hari.
Kopi memiliki efek stimulan pada sistem saraf pusat, yang mampu meningkatkan performa kognitif sekaligus memengaruhi kondisi emosional. Meski sudah lama menjadi bahan riset di laboratorium, pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari ternyata masih jarang dikaji secara mendalam.
BACA JUGA: Tarif Tiket Pesawat pada Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Turun Hingga 14 Persen
Untuk menggali hal tersebut, para peneliti memantau perilaku serta suasana hati 236 orang dewasa muda selama empat minggu. Melalui kuesioner di smartphone, para peserta diminta melaporkan kondisi mood mereka sebanyak tujuh kali dalam sehari, sekaligus mencatat apakah mereka baru saja mengonsumsi minuman berkafein dalam 90 menit terakhir.
“Kami agak terkejut karena tidak menemukan perbedaan antara individu dengan tingkat konsumsi kafein yang berbeda atau tingkat gejala depresi, kecemasan, maupun masalah tidur yang berbeda,” ungkap peneliti dari Bielefeld University, Jerman, Justin Hachenberger dalam rilis resminya.
Awalnya, tim peneliti menduga bahwa individu dengan tingkat kecemasan tinggi akan mengalami efek negatif setelah minum kopi, seperti meningkatnya rasa gugup. Namun hasilnya justru berlawanan. Mereka menemukan bahwa orang yang rutin mengonsumsi kafein cenderung memiliki suasana hati yang lebih positif setelah minum kopi, terutama saat pagi hari dibanding sore hari.
Efek peningkatan mood di pagi hari ini dijelaskan karena peran kafein dalam memblokir reseptor adenosin, zat yang memicu rasa kantuk. “Kafein bekerja dengan memblokir reseptor adenosin yang dapat meningkatkan aktivitas dopamin di area otak utama. Itu efek yang dikaitkan oleh penelitian dengan peningkatan suasana hati dan kewaspadaan yang lebih tinggi,” jelas Profesor Anu Realo dari Warwick University.
Ia menambahkan, “Namun masih belum jelas apakah efek ini berhubungan dengan berkurangnya gejala putus kafein setelah tidur malam. Bahkan, orang dengan konsumsi kafein sedang pun bisa mengalami gejala putus kafein ringan yang hilang setelah secangkir kopi atau teh pertama di pagi hari.”
BACA JUGA: Ini Kata Pramono Anung Soal Dana Pemprov DKI Rp14,6 Triliun Mengendap di Bank
Menurut Profesor Sakari Lemola dari Bielefeld University, kebiasaan minum kopi sebagai penyemangat sudah berlangsung selama berabad-abad. Ia menyebut sekitar 80 persen orang dewasa di dunia mengonsumsi minuman berkafein, yang sudah lama menjadi bagian dari sejarah manusia. “Bahkan, hewan liar pun mengonsumsi kafein, seperti lebah dan kumbang, yang lebih menyukai nektar dari tanaman berkafein,” tutur Lemola.
Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa kafein tetap harus dikonsumsi dengan bijak. Terlalu banyak kafein bisa menyebabkan ketergantungan serta menimbulkan gangguan tidur jika diminum di sore atau malam hari. Dengan kata lain, secangkir kopi di pagi hari memang bisa jadi kunci untuk memulai hari dengan lebih bahagia—asal tidak berlebihan.
Konsumsi kopi paling efektif dalam meningkatkan suasana hati terjadi pada pagi hari. Efek ini muncul karena kafein mampu memblokir reseptor adenosin dan meningkatkan aktivitas dopamin di otak. Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa konsumsi kafein sebaiknya tetap dibatasi untuk menghindari gangguan tidur dan risiko ketergantungan.