NarayaPost – Majelis Ahli Iran menunjuk Mojtaba Khamenei, menggantikan mendiang ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi negara tersebut, Senin (9/3/2026).
Penunjukan ini berlangsung setelah Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari lalu.
Meski mengeliminasi Ali Khamenei, serangan koalisi Amis (Amerika-Israel) dinilai tak banyak menguntungkan Negeri Paman Sam dan Tel Aviv.
Alex Vatanka, peneliti senior di Middle East Institute, menilai penunjukan Mojtaba merupakan penghinaan besar bagi AS dan Israel.
Sebab, kedua negara sudah susah payah membunuh Khamenei dan membakar triliunan rupiah selama 10 hari terakhir demi membunuh Khamenei dan para petinggi Iran, dengan harapan memicu perubahan rezim di Republik Islam itu.
Namun, Iran malah tetap berdiri kukuh hingga berani mengumumkan pengganti Khamenei yang merupakan putra keduanya sendiri, dan notabene sama-sama ulama garis keras.
BACA JUGA: Amerika Tiru Taktik Iran Pakai Drone Murah di Palagan
“Merupakan penghinaan besar bagi Amerika Serikat untuk melakukan operasi sebesar ini, mengambil risiko sebesar itu, dan akhirnya menewaskan seorang pria berusia 86 tahun, hanya untuk kemudian digantikan oleh putranya yang juga berhaluan keras,” ulas Vatanka, seperti dikutip Reuters.
Pada 28 Februari, Amis menyerang Iran hingga menewaskan Khamenei.
Serangan itu dibalas Iran, hingga perang besar meletus di Timur Tengah.
AS menggunakan dua kapal induk dalam operasi militernya ke Iran.
Bahkan, AS berencana mengirim kapal induk ketiga untuk memperkuat pertahanannya.
Penggunaan kapal induk, serta aset-aset militer lainnya, tentu bukan hal murah bagi AS.
Apalagi, aset-aset itu dipakai cuma untuk mencegat drone Iran yang harganya tak seberapa.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya sempat mengejek Mojtaba Khamenei sebagai sosok yang ‘enteng,’ dan memamerkan ia seharusnya memiliki peran dalam penunjukan pemimpin baru Iran.
“Jika dia tidak mendapat persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama,” katanya kepada ABC News sebelum pengumuman itu dibuat.
Militer Israel juga memperingatkan setiap penerus Khamenei, Tel Aviv “tidak akan ragu untuk menargetkan Anda.”
Rakyat Diminta Bersatu
Iran menembakkan rentetan rudal ke arah Israel pada Senin (9/3/2026), tak lama setelah menunjuk Ayatollah Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru.
“Iran menembakkan gelombang pertama rudal di bawah kepemimpinan Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei menuju wilayah pendudukan,” lapor lembaga penyiaran negara Iran IRIB, di kanal Telegramnya.
Dikutip AFP, media tersebut menayangkan gambar sebuah proyektil rudal yang bertuliskan slogan “At Your Command, Sayyid Mojtaba,” sebelum diluncurkan oleh pelontar.
Ledakan juga terdengar pada Senin dini hari di Qatar, yang menjadi lokasi pangkalan udara besar milik AS, meski belum jelas asal muasal ledakan tersebut.
Seorang penyiar televisi pemerintah dengan khidmat membacakan pernyataan dari Majelis Ahli yang beranggotakan 88 orang, saat mengumumkan penunjukan Mojtaba Khamenei.
Sang penyiar terlihat membacakan pernyataan di samping foto pemimpin berusia 56 tahun tersebut, yang dicap memiliki kemiripan mencolok dengan ayahnya.
BACA JUGA: Diminta Trump Menyerah Tanpa Syarat, Presiden Iran Bilang Begini
“Mojtaba Khamenei ditunjuk dan diperkenalkan sebagai pemimpin ketiga sistem suci Republik Islam Iran, berdasarkan suara menentukan dari para perwakilan terhormat Majelis Ahli,” bunyi pernyataan tersebut.
Pernyataan itu juga mengatakan badan ulama tersebut “tidak ragu sedetik pun” memilih pemimpin baru, meskipun ada “agresi brutal Amerika yang kriminal dan rezim Zionis yang jahat.”
Korps Garda Revolusi Islam Iran juga dengan cepat menyatakan dukungan kepada Mojtaba, yang mengambil peran dengan pengalaman jauh lebih sedikit dibanding ayahnya.
Korps Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan mengatakan pihaknya “siap untuk ketaatan penuh dan pengorbanan diri dalam melaksanakan perintah ilahi” dari Khamenei muda.
Dilansir Al Jazeera, Majelis Ahli Iran sebagai badan ulama yang menetapkan pemimpin tertinggi Iran, menyerukan rakyat Iran menjaga persatuan dan menyatakan dukungan kepada Khamenei.
Majelis itu juga mendesak seluruh rakyat Iran, “terutama kalangan elite dan intelektual dari seminari serta universitas,” untuk “menyatakan kesetiaan kepada kepemimpinan dan menjaga persatuan.”
Sejumlah tokoh penting Iran lainnya juga secara terbuka menyatakan dukungan mereka kepada Mojtaba Khamenei, dan menyerukan kepada rakyat Iran untuk melakukan hal yang sama.
Ketua parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menyebut keputusan Majelis Ahli menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai keputusan yang tepat.
Qalibaf mengatakan, mengikuti Mojtaba Khamenei merupakan “kewajiban agama dan nasional yang pasti” bagi Iran.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Larijani juga menyerukan persatuan, menyusul penunjukan Mojtaba Khamenei, dan berterima kasih kepada Majelis Ahli atas keputusan mereka yang “jelas.” (*)