Muncul Usulan Kata ‘Gratis’ pada Makan Bergizi Gratis Agar Dihilangkan

750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Secara tiba-tiba, muncul usulan dari Anggota Komisi IX DPR RI, Irma Chaniago agar kata ‘gratis’ pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihapus. Usulan tersebut akan segera dilaporkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana kepada Presiden Prabowo Subianto.

Dari informasi yang dihimpun, usulan ini disampaikan Irma dalam rapat kerja Komisi IX DPR RI bersama BGN, Menteri Kesehatan, dan BPOM di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2025). Dalam forum tersebut, Irma menyoroti persoalan MBG, khususnya mengenai Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). 

“Saya mau bicara sertifikasi. Ingat ya, sertifikasi ini banyak sekali disalahgunakan. Diperjualbelikan. Saya menangani tiga katering Pak sebelum saya masuk DPR. Tiga katering yang itu ribuan saya tangani dan saya tahu persis kenapa dan bagaimana agar tidak terjadi kasus-kasus yang seperti hari ini,” ujar Irma.

BACA JUGA: Monitoring KPK untuk Cegah Adanya Kasus Korupsi, Ada Dugaan Kebocoran Anggaran!

Selain Muncul Usulan Hapus Kata Gratis, Legislator NasDem Minta SPPG Orang yang Ahli

Legislator dari NasDem ini menekankan bahwa tiga orang yang dikontrak untuk menangani Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus benar-benar ahli di bidang katering, dengan pengawasan dari Kemenkes serta BPOM. 

“Makanya saya minta kepada BGN, untuk tiga orang, Bu Nanik, tiga orang yang dikontrak oleh BGN di SPPG itu harusnya, satu menangani keuangan dan administrasi. Dua, dia tahu persis soal nilai gizi. Yang ketiga tentang higienis, higienis itu nggak hanya menyangkut tentang makanan tapi menyangkut dengan SPPG di dapur,” jelasnya.

Irma juga menambahkan pentingnya standar penempatan pangan kering dan basah di dapur SPPG agar kualitas tetap terjaga. Dari sinilah Irma mengusulkan penghapusan kata ‘gratis’ dalam MBG. Menurutnya, istilah tersebut memberi kesan negatif, padahal tujuan program sangat mulia. 

“Makan Bergizi Gratis ini sebaiknya yang ‘gratis’-nya itu dihapus, Pak. Makan bergizi saja. Nggak usah pakai ‘gratis’ karena konotasinya negatif,” kata Irma. Ia kembali menambahkan, “Karena niat dari Presiden, niat dari pemerintah, memberikan ini kepada anak-anak bangsa ini adalah niat yang sangat baik. Yang sangat mulia untuk anak-anak bangsa ini punya IQ yang lebih tinggi dari yang ada sekarang,” imbuh dia.

Muncul Usulan Tersebut, Kepala BGN Akan Lapor ke Prabowo

Menanggapi hal itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan akan membawa usulan tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto. “Untuk program yang nanti gratisnya dihilangkan, coba nanti kami akan sampaikan,” ucap Dadan dalam rapat. Ia menambahkan bahwa keputusan akhir berada di tangan Presiden. “Apakah nanti Bapak Presiden setuju atau tidak supaya mungkin ada lebih edukatif,” pungkasnya.

BACA JUGA: FDA Temukan Cs-137 di Cengkih: Indonesia Waspada

Usulan Baru Terkait Program MBG

Usulan Irma Chaniago untuk menghapus kata “gratis” dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menambah dinamika baru dalam pembahasan kebijakan gizi nasional. Ia menilai istilah tersebut berpotensi menimbulkan konotasi negatif, padahal tujuan program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto sangat mulia, yaitu meningkatkan kualitas gizi dan kecerdasan anak bangsa.

Kepala BGN Dadan Hindayana pun merespons dengan menyatakan akan melaporkan usulan itu kepada Presiden untuk dipertimbangkan lebih lanjut. Keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden, apakah istilah tersebut dipertahankan atau diubah menjadi sekadar Makan Bergizi.

Polemik ini menunjukkan pentingnya ketepatan bahasa dalam program publik, agar pesan dan tujuan kebijakan dapat tersampaikan secara positif, tepat sasaran, serta lebih diterima masyarakat luas.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like