NarayaPost – Tragedi penembakan massal yang terjadi di kawasan Pantai Bondi, Australia, kembali mengguncang rasa aman publik dan meninggalkan duka mendalam. Peristiwa kekerasan tersebut memicu kecaman luas dari berbagai kalangan, termasuk organisasi-organisasi Muslim di Australia yang secara tegas mengutuk tindakan brutal tersebut dan menyatakan solidaritas kepada para korban serta keluarga yang terdampak.
Dalam pernyataan sikapnya, organisasi Muslim Australia, Dewan Imam Nasional Australia, mengutuk penembakan massal “mengerikan” di Pantai Bondi, Sydney, yang menewaskan sedikitnya 16 orang. Puluhan orang lainnya luka-luka dalam penembakan itu, dengan salah satu pelaku tewas dan satu pelaku lainnya kini kritis di rumah sakit.
BACA JUGA : Soal MBG, Kepala Daerah Bisa Setop Bila Dapur Bermasalah
Pantai Bondi dikenal sebagai simbol keterbukaan, rekreasi, dan kebersamaan masyarakat multikultural Australia. Oleh karena itu, penembakan massal di kawasan ini dipandang sebagai serangan terhadap nilai-nilai kebersamaan dan rasa aman publik. Organisasi Muslim menilai bahwa tragedi ini tidak hanya melukai korban secara langsung, tetapi juga menciptakan trauma kolektif yang dirasakan oleh masyarakat luas.
Laporan Otoritas Kesehatan New South Wales, seperti dikutip Sydney Morning Herald, menyebut 27 orang masih menjalani perawatan medis di berbagai rumah sakit di kota Sydney. Sebelumnya dilaporkan bahwa ada sebanyak 42 orang yang dilarikan ke sejumlah rumah sakit usai penembakan massal terjadi.
Sementara itu, Kepolisian Australia mengidentifikasi kedua pelaku penembakan sebagai seorang ayah yang bernama Sajid Akram (50) dan anak laki-lakinya, Naveed Akram (24). Kepolisian meyakini tidak ada pelaku lainnya dalam penembakan massal itu.
Sajid tewas ditembak polisi dan tewas seketika di lokasi kejadian. Sedangkan Naveed mengalami luka kritis dan kini berada di bawah penjagaan kepolisian di sebuah rumah sakit setempat.
Otoritas Australia menyebut Sajid memiliki enam senjata api secara legal. Motif pasti di balik penembakan massal itu masih diselidiki lebih lanjut.
BACA JUGA : Menteri PU Sebut Jalan Lintas Timur Sumatera Bisa Dilalui
Diketahui bahwa penembakan itu terjadi selama acara tahunan “Hanukkah by the Sea” yang digelar oleh umat Yahudi setempat di Pantai Bondi. Kepolisian setempat menyebut acara itu dihadiri lebih dari 1.000 orang.
Kepolisian Australia telah menetapkan penembakan massal itu sebagai “insiden teroris” dan mengungkapkan bahwa pihaknya telah menemukan dugaan “peledak rakitan” di dalam sebuah kendaraan terkait pelaku yang ditemukan terparkir di dekat area pantai.
Ahmed el Ahmed, seorang warga sipil Australia menuai pujian atas aksi heroiknya merebut senjata api pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia. Pria itu sempat mengira dirinya akan tewas saat memutuskan untuk bertindak demi menyelamatkan nyawa banyak orang.
Ahmed bahkan telah memberikan pesan terakhir untuk keluarganya, jika dirinya tidak selamat saat melawan pelaku bersenjata dengan tangan kosong saat penembakan massal di area Pantai Bondi pada Minggu (14/12) waktu setempat.