Pasukan Perdamaian TNI di Gaza Dipimpin Jenderal Bintang Tiga

TNI AD mulai menyiapkan personel untuk rencana pengiriman pasukan Board of Peace ke wilayah konflik Gaza, Palestina. Foto: Puspen TNI
750 x 100 AD PLACEMENT

NarayaPost – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkapkan, pasukan perdamaian yang akan dikirim ke Gaza, Palestina, bakal dipimpin oleh perwira tinggi (Pati) berpangkat bintang tiga.

“Untuk kontingen pasukan pemelihara perdamaian sudah tahap seleksi.”

“Kemudian rencana nanti dipimpin oleh jenderal bintang tiga,” ungkap Agus usai menjalani rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Senin (24/11/2025).

Agus tidak menjelaskan alasan khusus menunjuk perwira bintang tiga untuk memimpin pasukan perdamaian ke Gaza.

Kata Agus, pasukan yang dipimpin oleh pejabat bintang tiga ini akan membawahi tiga brigade komposit.

Setiap brigade komposit itu terdiri dari tiga batalyon utama, yakni batalyon kesehatan, Batalyon Zeni Konstruksi, dan Batalyon Bantuan.

BACA JUGA: Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza Tunggu Keputusan Prabowo

“Ada lagi Bantuan Mekanis,” jelas Agus.

Seluruh pasukan perdamaian itu akan dikirim setelah TNI mengirimkan tim aju terlebih dahulu ke wilayah Gaza.

Pengiriman tim aju itu dilakukan agar TNI mengetahui gambaran situasi di Gaza dan lokasi yang tepat untuk pengiriman pasukan.

Agus tidak merinci kapan pasukan tersebut akan dikirim.

Mabes TNI, katanya, menunggu perintah pemerintah pusat.

“Kita akan kirim personel reccie (tim aju/pendahulu) ke sana.”

“Untuk pendahulu, untuk memastikan situasi kondisi di sana dan penempatan pasukan di sana,” beber Agus.

Setelah lokasi telah ditentukan dan situasi dipastikan kondusif, TNI baru akan mengirim pasukan perdamaian dalam jumlah besar, beserta kendaraan laut dan udara milik TNI.

Operasi Skala Besar

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah menjelaskan alasan Panglima TNI menunjuk jenderal bintang tiga menjadi komandan pasukan perdamaian di Gaza.

“Penunjukan perwira tinggi bintang tiga didasarkan karena beberapa alasan, salah satunya skala operasi yang besar, melibatkan tiga brigade komposit,” jelas Freddy di Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Menurut Freddy, pati bintang tiga minimal sudah memiliki pengalaman memimpin operasi gabungan, sehingga bisa mudah menakhodai tiga brigade komposit yang terdiri dari lintas matra.

Alasan lain, lanjut Freddy, misi di Gaza merupakan bagian dari operasi militer selain perang (OMSP) yang erat kaitannya dengan misi kemanusiaan.

“Kompleksitas tugas yang meliputi aspek kemanusiaan, rekonstruksi, kesehatan, dan perlindungan warga,” papar Freddy.

Alasan TNI menunjuk pejabat bintang tiga juga agar memudahkan koordinasi dengan pihak Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan ragam elemen tingkat internasional.

Koordinasi tingkat internasional ini, kata Freddy, sangat diperlukan demi menunjang keberhasilan misi perdamaian yang dilakukan TNI di Gaza.

Empat Kriteria Khusus

Freddy mengatakan, komandan pasukan pemelihara perdamaian yang akan dikirim ke Gaza, harus memiliki empat kriteria khusus.

Kriteria pertama yang harus dimiliki adalah pengalaman operasi gabungan TNI.

Karena, operasi pemelihara perdamaian akan melibatkan tiga brigade komposit yang terdiri dari pasukan gabungan lintas matra.

“Syarat selanjutnya, pengalaman penugasan internasional atau pendidikan luar negeri.”

“Pemahaman mengenai operasi pemeliharaan perdamaian,” terang Freddy.

Dengan pengalaman penugasan di tingkat internasional terkhusus di bidang misi perdamaian, Freddy yakin sosok komandan tersebut akan lebih mudah menjalankan operasi dan koordinasi di Gaza.

BACA JUGA: Jejak Pasukan Garuda Jaga Perdamaian Dunia

Syarat terakhir yang harus dimiliki calon komandan pasukan pemelihara perdamaian di Gaza adalah memiliki kemampuan melakukan diplomasi militer.

“Syarat keempat, kemampuan diplomasi militer dan komunikasi strategis,” tutur Freddy.

Freddy mengaku pihaknya sudah mengantongi beberapa nama perwira bintang tiga yang akan menjadi komandan pasukan pemelihara perdamaian di Gaza.

“TNI telah menyiapkan beberapa nama kandidat, namun penetapan resmi komandan pasukan pemelihara perdamaian masih menunggu keputusan pemerintah dan PBB,” ucap Freddy.

Freddy pun tidak menjelaskan dari mana asal matra perwira tinggi yang menjadi calon pemimpin pasukan perdamaian TNI di Gaza.

“Yang jelas, komandan akan berasal dari perwira tinggi bintang tiga, yang memiliki pengalaman memadai dalam operasi gabungan dan operasi multilateralisme,” papar Freddy.

Tugas Komandan

Freddy lantas menjelaskan ragam tugas yang harus dijalankan komandan pasukan pemelihara perdamaian di Gaza.

Freddy mengatakan, tugas utama komandan yang akan dijabat perwira tinggi bintang tiga ini adalah mengendalikan seluruh jalannya operasi, dari mulai pergerakan personel, logistik, hingga diplomasi internasional.

Beberapa tugas yang harus dijalankan komandan pasukan pemelihara perdamaian di Gaza adalah mengendalikan operasi seluruh elemen di tiga brigade komposit, mengatur koordinasi dengan PBB, negara-negara kontributor pasukan, serta otoritas setempat, memastikan keselamatan personel dan efektivitas misi kemanusiaan, serta menjaga netralitas dan mematuhi mandat PBB.

Freddy menambahkan, komandan pasukan akan bertugas di wilayah Gaza bersama personel.

“Komandan akan bermarkas di wilayah operasi sesuai struktur misi PBB, namun pola pengerahan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan, keamanan, dan keputusan PBB,” ungkap Freddy. (*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like